
Continued Before..........
**********
"Nora cantik masih capek? kasian loh Mbak Minah bisa khawatir." Senja merajuk untuk mencari baby sisternya Nora.
Nora hanya diam saja sibuk dengan permen lollipop sambil mengayun-ayunkan ke 2 kakinya itu. Senja gemas melihat tingkah Nora diajak bicara tidak menjawab.
"Haduh Noraaa... Mbak Minah nyariin kamu dari tadi ya Allah. Mbak panik, Nora tiba-tiba gak ada. Alhamdulillah Nora disini" kata perempuan dengan pakaian berwarna putih tiba-tiba berlari datang menghampiri Nora. Mbah Minah sang baby sister Nora.
Nora mendengus kesal memanyunkan bibirnya, "Hmm" ucap Singkat Nora terlihat kesal.
"Maafin Mbak ya Nora" Minah duduk di bawah dan menggenggam tangan Nora yang sedang duduk di atas kursi. Minah merajuk Nora agar memaafkannya.
Nora masih kesal dan memalingkan wajahnya dari minah, melihat Nora masih marah lalu Minah duduk di samping Nora.
"Nora cantik kamu gak boleh begitu sama Mbak Minah, kasian loh Mbak Minah sampai khawatir nyariin kamu." Senja merajuk menasihati Nora agar memaafkan Minah.
"Oke aku maafin deh tapi janji jangan ninggalin aku kaya tadi." ujar Nora tersenyum pada Minah.
"Mbak janji gak ninggalin Nora lagi" balas Minah tersenyum.
"Makasih ya Mbak, sudah jagain Nora. Kalau gak ada Mbak, saya gak tahu harus gimana lagi. Saya takut kalau Nora sampai diculik." ucap Minah berterima kasih pada Senja yang sudah menjaga Nora.
"Saya dari tadi memang duduk di sini Mbak dan kebetulan bertemu Nora. Alhamdulillah Nora ketemunya sama saya." balas Senja tersenyum.
"Iya Mbak makasih banget loh, saya gak bisa bayangin kalau Nora gak sama Mbak nya."
"Jangan berlebihan Mbak, sama-sama. Saya juga senang kok bertemu Nora yang pintar ini" sahut senja tersenyum dan mengelus rambut Nora yang dikuncir kuda.
"Mbak Minah terus es krim nya mana?" tanya Nora mengulurkan tangannya meminta es krim pada Minah.
"Maafin Mbak ya Nora, Mbak kan nyariin Nora es krimnya sampai mencair jadi Mbak buang di tong sampah"
"Yaaahhh" ucap Nora kecewa memanyunkan bibirnya.
"Nora cantik jangan ngambek mulu loh, nanti cantiknya hilang." timpal Senja menenangkan Nora.
"Hehehe" Nora menurut dan tersenyum lebar.
"Oh ya Mbak... kita belum kenalan. Nama saya Minah." Minah memperkenalkan diri dan mengulurkan jabat tangan.
Senja meraih jabat tangan dari Minah, "Nama saya Senja Mbak"
"Mbak Minah, aku mau main perosotan itu." Nora menunjukkan perosotan yang mau dia naikan, kebetulan perosotan itu sedang kosong tidak ada anak yang sedang bermain.
__ADS_1
"Yasudah tapi gak boleh jauh-jauh ya, Mbak nunggu di sini. Kalau Nora mau ganti permainan kasih tahu Mbak dulu."
"Oke" balas Nora yang memberikan simbol tangan ok, lalu meluncur ke perosotan.
"Nora merepotkan Mbak Senja gak tadi?" tanya Minah tidak enak pada Senja selama Minah tidak ada tadi.
"Gak kok, saya malah senang Nora nemenin saya sendiri di sini"
"Nora anaknya aktif banget Mbak, saya kadang kewalahan jagain dia hahaha."
"Maaf ya Mbak, Jadi ceritanya bagaimana Mbak Minah bisa sampai pisah sama Nora tadi?" tanya Senja penasaran.
"Gak apa-apa Mbak, tadi Nora minta es krim. Biasanya ada pedagang es krim keliling yang mangkal, tapi malah gak ada. Nora itu anaknya kalau minta sesuatu harus diturutin. Yasudah saya cari Abang es krim yang biasa mangkal, pas saya balik Noranya sudah gak ada. Alhamdulillah ternyata sama Mbak Senja." Minah menjelaskan kenapa Nora bisa sampai lepas dalam pengawasannya.
"Oh begitu"
"Mbak Senja hamil berapa bulan?"
"6 bulan Mbak"
"Wah sebentar lagi dong, anak pertama ya Mbak?"
"Iya Mbak Minah" balas Senja tersenyum.
Mungkin dianggapan Minah, Senja adalah ibu muda yang baru menikah di usia dini.
"Saya sendiri saja Mbak"
"Gak sama suaminya mbak? padahal menyenangkan loh jalan-jalan ke taman sama suami lihat anak-anak senang main di taman, bikin gak sabar lihat dedeknya lahir hahaha. Jadi kangen sama anak saya"
Pertanyaan Minah membuat Senja sedih saja, wajar saja jika Minah bertanya di mana suaminya. Karena memang orang hamil rentan berjalan sendirian.
"Gak Mbak saya sendiri saja" balas Senja tersenyum.
"Saya senang Nora bisa akrab dengan Mbak Senja. Nora meskipun anaknya aktif banget tapi dia susah banget loh Mbak buat akrab sama orang asing. Nora kecil-kecil aslinya Jutek loh Mbak hahaha." Minah menjelaskan bagaimana sifatnya Nora yang tidak semudah itu akrab dengan orang asing, Senja mendengar penjelasan Minah cukup senang.
"Ah yang benar Mbak?" Senja menipis perkataan Minah yang berlebihan.
"Benar loh Mbak, Nora karakternya hampir mirip sama tuan muda Dirga. Tapi kalau Nora versi gemasnya." Minah mulai menggosipkan majikannya.
Lagi-lagi Senja mendengar nama Dirga disebutkan, apa sedingin itu dia sebagai laki-laki?
"Bagus dong Mbak, biar Nora gak sembarangan sama orang asing. Karena zaman sekarang banyak orang jahat." Senja memberikan pengertian pada Minah.
"Benar juga sih Mbak" sahut Minah menyengir.
__ADS_1
"Mbak Senja ke sini ngapain sendirian? apa memang Mbak rumahnya daerah sini juga?" tanya Minah heran melihat Senja ke taman sendirian saja.
"Saya bukan orang sini Mbak Minah, saya habis cari-cari lowongan. Ya kebetulan lewat sini saya mampir buat istirahat."
"Memang Mbak Senja mau kerja? sedang hamil begitu loh Mbak"
"Iya gak apa-apa, saya butuh Mbak untuk biaya lahiran nanti. Karena butuh banyak biaya untuk persalinan. Kerja kecil-kecil saja gak apa, yang penting ada tambahan."
"Benar Mbak biaya lahiran sekarang memang mahal, apa lagi gak bisa diprediksi lahirannya apa. Kebetulan saya memang lagi cari orang Mbak untuk gantiin saya sementara jaga Nora. Tapi lihat Mbak Senja hamil begini, saya takut nanti Mbak Senja malah kewalahan capek jaga Nora. Nora aktif banget, takutnya kandungan Mbak kenapa-kenapa."
"Yang benar Mbak Minah lagi cari orang? saya mau Mbak." tanya Senja senang mendengar ada pekerjaan.
"Tapi Mbak Senja lagi hamil, saya khawatir malah" Minah sebenarnya mau saja memberikan pekerjaannya karena Senja pun juga membutuhkan, tetapi melihat Senja sedang hamil besar seperti itu Minah menjadi khawatir.
"Gak apa-apa kok Mbak Minah, Alhamdulillah selama hamil anak saya pintar Mbak gak rewel. Insyaallah saya bisa kok, ya sembari belajar mengurus anak, saya juga senang dengan Nora." Senja menyakinkan Minah agar tidak usah khawatir dan Senja pun siap bekerja apalagi mengurus Nora anak yang pintar itu.
"Yasudah Mbak, nanti saya bilang Nyonya sudah ada orang penggantinya untuk saya."
”Makasih ya Mbak Minah" Senja berterima kasih memegang ke 2 tangan Minah.
"Memangnya Mbak Minah mau ke mana kok mencari pengganti?" tanya Senja.
"Sama-sama Mbak, anak saya di kampung kecelakaan ketabrak mobil. Alhamdulillah gak parah, cuma kaki saja yang patah. Saya izin cuti sementara mau mengurus anak saya dulu mungkin 2 atau 3 bulan. Karena anak saya gak ada yang mengurus kasian, suami saya kerja, anak saya yang sulung juga sekolah."
"Ya Allah... Alhamdulillah masih dilindungi."
"Kebetulan Mbak Senja juga butuhnya 3 bulan sampai anak Mbak lahir jadi timing-nya pas banget."
"Tapi tolong dibantu ya Mba Minah, takutnya majikan Mbak keberatan karena saya hamil."
"Tenang saja Mbak, Nyonya orangnya fleksibel selagi Nora cocok dan suka. Nora suka dengan Mbak pasti diterima."
"Makasih ya Mbak Minah"
"Kita tukeran nomor hp ya, nanti saya kabarin Mbak Senja lagi." Mereka pun bertukar nomor telepon agar Minah juga dapat leluasa memberikan kabar.
"Mbak Minah... Nora lapar nih..." Nora datang selesai bermain dengan ayunan yang menghampiri Minah, Nora menggerutu kelaparan.
"Nora belum makan siang ya, yasudah yuk kita makan." ucap Minah mengelus-elus rambut Nora.
"Mbak Senja ikut saja yuk, kita makan di cafe daerah sini ada yang enak. Sebagai ucapan terimakasih saya juga mbak, saya traktir hehe." Minah mengajak Senja untuk ikut makan bersama mereka sebagai ucapan terima kasih.
"Ayuk Tante kita makan bersama, Nora juga masih mau main sama tante." sahut Nora yang bergelayut tangan Senja untuk ikut makan bersamanya.
"Yasudah" balas Senja tersenyum mengiyakan ajakan Minah dan Nora.
__ADS_1