Jangan Salahkan Anakku!

Jangan Salahkan Anakku!
Mencoba Mencari Pekerjaan


__ADS_3

"Nja maaf ya, aku gak bisa antar kamu pulang nih. Ada urusan penting." ucap Amel memberitahu tidak bisa mengantar pulang Senja. Senja dan Amel saat ini berada di taman kampus. Mereka ber 2 sudah selesai dengan jam kuliahnya.


"Memang ada urusan apa?" tanya Senja.


"Aku disuruh mama anterin Toni les bimbel"


"Toni siapa?"


"Itu loh sepupu aku, anaknya Tante Sarah. Malas berurusan sama setan kecil itu."


"Oh yasudah gak apa-apa kok"


"Tapi kamu gak apa-apa kan aku tinggal? aku pesanin taxi online gimana?" kata Amel yang khawatir meninggalkan Senja sendiri.


"Gak perlu Mel hahaha"


"Malah ketawa, serius gak apa-apa?"


"Gak apa-apa seriusan" ucap Senja tersenyum memastikan baik-baik saja.


"Yasudah, kalau gitu aku pulang duluan." Amel beranjak berdiri dari duduknya dan meninggalkan Senja di taman langsung pulang.


Senja ditinggal Amel sendiri di taman kampus, masih terlihat banyak mahasiswa yang berlalu lalang melintas. Meskipun sudah sore, kampus selalu rame karena dipakai untuk kelas malam. Kandungan Senja saat ini sudah memasuki 6 bulan, untung saja anaknya bisa diajak kompromi. Senja tidak merasakan kelelahan ataupun merasakan hal-hal aneh pada Ibu hamil lainnya, meskipun masih sering pegal dan kebas tangan kakinya tetapi itu hal yang lumrah untuk Ibu hamil. Hanya pada usia kehamilan mudanya saja yang sering merasakan mual.


Senja mendongakan kepala ke atas langit, menatap indahnya langit. Langit yang berwarna biru sedikit demi sedikit mulai berubah menjadi jingga kemerahan. Warna langit yang indah mengesankan dengan karakter yang berkharisma dan terlihat kokoh seperti namanya. Senja berpikir tidak boleh menyerah dengan keadaannya saat ini, dirinya harus terus berjuang meskipun keluarganya sedang diterpa badai masalah. Senja harus mencari pekerjaan, dia tidak bisa terus menerus berpaku tangan dengan ibundanya terlebih Ibundanya juga tidak bekerja hanya seorang IRT.


Kandungannya yang sudah memasuki 6 bulan dan perutnya akan terus bertambah besar, Senja harus mempersiapkan biaya untuk lahirannya nanti. Senja juga ingin membantu keadaan ekonomi keluarganya sementara, apalagi kakaknya Nabila masih tidak ingin pulang. Masih ada 3 bulan lagi mencari pekerjaan, sampai waktu lahiran tiba. Meskipun mustahil mencari pekerjaan di saat kondisi hamil, apa salahnya mencoba?.


"Aku harus mencari perkerjaan" ucapnya yang sedang menengguk minuman dari botol genggamannya.


"Apa salahnya aku mencoba, ya meskipun mustahil untuk mencari pekerjaan lagi hamil begini."


"Doain Bundanya ya sayang" ucapnya yang mengelus-elus perut buncitnya itu.


Senja berdiri beranjak dari duduknya dan meninggalkan kampus. "aku akan mencari pekerjaan di wilayah Kemang atau Tebet saja kali ya, di sana banyak restoran dan distro"


Senja melangkahkan kakinya ke tempat yang dia tuju untuk mencari pekerjaan. Senja memesan ojek online dan berangkat ke wilayah tersebut. Setiba di area Kemang, dia memberanikan diri masuk ke dalam restoran atau cafe untuk menanyakan lowongan pekerjaan.

__ADS_1


"Permisi Mas, apakah di sini ada lowongan pekerjaan?" tanyanya kepada pekerja di restoran pertama yang dia masuki.


"Tanya sama manager saja Mbak, managernya di dekat kasir mbak" kata pekerja laki-laki di restoran A itu.


"Terimakasih Mas" Senja menghampiri manager di restoran A yang diberitahu mas-mas tadi.


"Permisi Pak, saya mau tanya di sini ada lowongan kerja gak ya Pak?" tanya Senja kepada laki-laki bertubuh gempal manager Restoran A.


"Kamu mau kerja?"


"Iya Pak"


"Memang bisa lagi hamil besar begitu, yang ada nyusahin gak bisa kerja nanti. Memang suaminya kemana? lagi hamil besar begitu cari pekerjaan."


Jawaban Manager restoran A langsung menusuk di hati Senja "Oh kalau begitu terimakasih ya pak" ucap Senja tersenyum dan pergi meninggalkan restoran A.


"Aku gak boleh nyerah, baru 1 tempat yang aku tanya" ucapnya yang mengelus dada menenangkan hati.


Senja melangkah lagi ke tempat yang lain untuk menanyakan, Senja mencoba bertanya ke restoran yang tidak jauh dari restoran A.


"Permisi Mbak, saya mau tanya. Di sini ada lowongan pekerjaan?" tanya Senja kepada pegawai perempuan di restoran B.


"Terimakasih ya Mbak" Senja pergi meninggalkan restoran B, dan mencoba di tempat lain.


Senja mencoba lagi bertanya di restoran C, "permisi Pak apakah di sini ada lowongan pekerjaan? tanyanya kepada satpam restoran yang menunggu di depan pintu masuk.


"Gak ada Mbak" jawab satpam di restoran C.


"Terimakasih Pak" Senja keluar dari restoran C, dan mencoba kembali bertanya pada restoran lainnya.


Senja melangkah kakinya dan masuk ke restoran D.


"Permisi Bu, saya mau tanya apakah di sini ada lowongan pekerjaan?" tanyanya kepada manager cafe D.


"Ada sih, tapi buat siapa ya?" tanya manager restoran D ragu.


"Benar Bu? buat saya Bu" ucap Senja tersenyum.

__ADS_1


"Buat kamu? hahaha, gak salah lagi hamil mau kerja? haduh saya gak terima orang hamil, nyusahin nanti" balas manager restoran D dengan wajah jutek.


"Oh yasudah Bu, terima kasih" Senja keluar dari restoran D.


"Aku tanya lowongan kerja di restoran banyak yang gak ada, tapi masih banyak kok di daerah sini. Aku coba tanya di distro dan butik, siapa tahu ada." Senja masih tetap membangkitkan semangatnya untuk bertanya di tempat lainnya.


Senja mencoba bertanya ke tempat yang berbeda bukan di restoran lagi, tetapi tempat distro dan butik. Senja tidak pantang menyerah mencari, semua demi anak dan ibunda tercintanya.


Baru melangkah dan mencoba bertanya di tempat yang dia tuju, tetapi banyak tempelan kertas notice di pintu yang bertulis TIDAK MENERIMA LOWONGAN PEKERJAAN!. "Tidak ada lowongan pekerjaan, masih ada tempat yang lain, semangat!" ucapnya yang mengangkat kepalan tangan untuk menyemangati diri sendiri.


"Permisi Mbak, apa di sini ada lowongan pekerjaan?


"Kami memang lagi butuh karyawan Mbak tapi buat laki-laki"


"Oh begitu mMak, makasih ya" Senja keluar dengan kecewa dari distro A dan mencoba lagi di tempat lainnya.


Senja mencoba bertanya kembali ke tempat butik B. "Maaf bu, saya mau tanya. Di sini ada lowongan kerja gak ya?"


"Yang mau kerja siapa?" tanya perempuan tua, penampilannya seperti pemilik butik."


"Saya Bu" ucap Senja tersenyum.


"Memang kamu bisa kerja lagi keadaan hamil begini?"


"Insyaallah bisa bu, saya memang lagi membutuhkan pekerjaan "


Si Ibu pemilik butik melihat Senja sedikit kasihan, "saya sebenernya mau saja mempekerjakan kamu, usia kehamilan kamu berapa memang?"


"Jalan 6 bulan Bu"


"Waduh kalau 6 bulan saya gak berani, nanti kamu kalau kenapa-kenapa saya yang repot lagi. Maaf"


Senja mendengar jawaban Ibunya sedikit kesal tadi memberi harapan tetapi yasudah keadaan dirinya seperti ini mau bagaimana lagi?


"Gak apa-apa kok Bu, terimakasih ya Bu" Senja keluar dari butik B.


Senja lelah sudah berjalan dan menanyakan ke 10 tempat tetapi tidak ada hasilnya. Senja pun duduk di tepi trotoar dan menjulurkan ke 2 kakinya yang pegal. Berjalan cukup lama dan jauh membuat telapak kakinya sedikit bengkak dan kebas. Hari pun sudah menunjukan gelap, langit yang berwarna jingga sekarang sudah menjadi hitam.

__ADS_1


"Sudah 10 tempat yang aku datangi tapi hasilnya masih belum ada" ucapnya dengan ke 2 tangannya menangkup dan menutupi wajahnya.


"Tapi aku gak boleh nyerah begitu saja, besok aku mencoba kembali mencari pekerjaan di tempat lain" ucap Senja yang memijat ke 2 betisnya yang pegal.


__ADS_2