
"Amel apa jadwal UAS sudah keluar?" tanya Senja. Amel dan Senja sedang berada di gazebo kampus. Mereka sedang ada kelas kosong dan menunggu Dosen selanjutnya datang.
"Belum Nja, kayanya 1 minggu lagi"
"Lama banget ya Mel"
"Memang kenapa?" tanya Amel bingung.
"Aku mau cepat selesai UAS terus mengurus cuti kuliah biar bisa tenang saat nanti kerja." jawab Senja.
"Apaaa kamu kerja?" Amel terkejut Senja ingin bekerja.
"Iya Alhamdulillah dapat kerja aku dari teman kenalan."
"Kok bisa sih? ah kamu gak cerita nih sama aku" ucap Amel sebal menghela napasnya.
"Gimana Mel tapi kan aku butuh uang, tempo hari aku gak sengaja bertemu anak kecil yang terpisah sama baby sisternya. Pertemuan sama anak kecil itu ternyata membawa rezeki. Aku menggantikan baby sisternya pergi pulang kampung sementara" ucap Senja menjelaskan.
"Oh begitu... ya Alhamdulillah, yang penting kamu baik-baik saja nanti saat kerja."
"Pasti doong..."
"Pak Indra lama banget datang, nunggu berapa jam lagi kita di sini?" gerutu Amel kesal menunggu Dosen tidak ada kabar juga.
"Belum ada info di grup?" tanya Senja memang sengaja keluar dari grup kelas menghindari cibiran yang tidak enak untuknya.
"Belum ada, lumutan nungguin di sini lama-lama. 2 jam belum ada info juga."
"Yasudahlah mungkin memang ada urusan."
ucap Senja.
"Mel aku mau tanya"
"Ya" jawab Amel singkat, tangannya yang sibuk bermain game di hp.
"Aku serius Mel"
Amel menoleh pada Senja, "Kenapa Nja?" tanya Amel bingung.
"Tante Sinta dan Om Aditya apa tahu tentang kehamilan aku?" Senja menanyakan orangtua Amel mengenai keadaan Senja, apakah tahu atau tidak dengan kehamilan dirinya. Senja takut jika orangtua Amel menyuruh untuk menjauhi Senja.
Amel tahu apa yang dimaksud Senja, "Papa dan Mama tahu kok." ujar Amel tersenyum.
"Lalu respon mereka bagaimana"
"Mereka biasa saja" ucap singkat Amel.
Senja bingung dengan jawaban Amel, "aku serius Mel, aku takut jadi pengaruh buruk buat kamu. Aku takut orangtua kamu meminta kita gak bersama lagi." ucap Senja sedih.
"Kenapa kamu ngomongnya begitu... aku bilang Papa tentang pembayaran biaya rumah sakit Om Romi, pastinya sudah tahu Senja. Kamu mikirnya memang gimana?" ujar Amel mengerutkan dahinya.
"Aku takut saja Mel, sampai sekarang aku gak berani main ke rumah kamu."
"Yaa Meskipun Papa dan Mama belum sempat menjenguk Om Romi tapi mereka gak masalah kok. Kamu tenang saja, aku bersyukur punya orangtua yang gak menilai orang dari satu sisi saja. Papa dan Mama juga sudah menganggap kamu bagian dari keluarga kita." ucap Amel tersenyum menjelaskan Senja agar tenang dan tidak perlu khawatir.
__ADS_1
"Makasih ya Mel" Senja terharu memeluk Amel.
"Everything gonna be ok" Amel membalas pelukan Senja. Senja benar-benar bersyukur mempunyai sahabat seperti Amel.
"Bentar-bentar, aku mau liat grup" Amel mengecek hpnya, melihat deringan notifikasi grup kelas.
"Gimana?" tanya Senja penasaran, capek juga menunggu lama-lama di gazebo. Memang kebanyakan Dosen suka sekali php.
"Dari tadi saja sih infoin pffttt... Pak Indra gak bisa masuk ngajar, katanya ada urusan keluarga." Amel kesal menghela napasnya kasar.
"Yasudah, yuk pulang."
Amel dan Senja bergegas pulang membereskan barang-barangnya, "Gila ya Pak Indra, kita disuruh nunggu sampai 3 jam." kata Amel disela-sela berjalan meninggalkan kampus.
"Dosen selalu benar Mel hahaha" Mereke ber 2 tertawa.
"Kamu tunggu depan ya, aku ambil motor dulu di basemen." ujar Amel ingin mengambil motornya di basemen.
"Yap" Senja berjalan sendiri ke depan pintu masuk kampus.
"Selamat sore Lolli" sapa Kevin tiba-tiba berada di depan pintu masuk.
Senja kaget kenapa Kevin bisa berada di sini? " Kevin"
"Yuk pulang"
"Kamu ngapain di sini?" tanya Senja bingung dengan kemunculan Kevin.
"Jemput kamu lah Lol" jawab Kevin santai.
"Aku jauh-jauh ke sini diusir ckckck" ucap Kevin menggelengkan kepalanya.
Kevin langsung merangkul lengan Senja dan menuntun untuk masuk ke mobilnya.
Amel melihat Senja dengan laki-laki yang tidak dia kenal langsung memarkiran motornya di tepi dan menghampiri Senja yang sedang dirangkul oleh laki-laki itu.
"Senja dia siapa?"
"Oh ya Amel ini Kevin. Kevin ini Amel sahabat aku." ucap Senja memperkenalkan sahabatnya masing-masing. Amel dan Kevin pun berjabat tangan.
"Yasudah ayoo pulang Nja" Amel tidak begitu menyukai laki-laki yang dihadapannya ini.
"Gak bisa! Senja pulang sama saya" pekik Kevin menatap dingin Amel.
"Senja kuliah sama aku, pulangnya sama akulah." Amel menarik tangan Senja mengajak pulang.
"Aturan dari mana itu?"
"Kamu itu datang-datang main minta Senja pulang sama kamu, jadi cowok ribet banget sih." celoteh Amel.
"Kamu gak lihat Senja lagi hamil? naik motor, kamu mau bahayain dia?" gertak Kevin.
"Rese, belagu banget!"
"Ayoo Lolli" ucap Kevin tidak mempedulikan Amel dan merangkul Senja untuk masuk mobil. Amel menipis rangkulan tangan Kevin dari Senja.
__ADS_1
Senja pusing melihat Kevin dan Amel adu mulut, "Sudah jangan berantem"
"Cewek aneh" ucap Kevin memalingkan wajahnya dari Amel.
"Apa tadi kamu bilang?" jerit Amel.
"Apa kamu gak ngerti Senja hamil?" gertak Kevin yang melototi Amel . Kevin melihat Amel kesal, menyuruh Senja naik motor sudah tau Senja sedang hamil, tetapi tidak mengerti.
Ucapan Kevin ada benarnya juga, Amel menghela napasnya kasar mengalah dengan Kevin. "Yasudah, Senja kamu pulang sama dia saja."
"Benar? kamu gak apa-apa aku pulang sama Kevin?" tanya Senja memastikan yang tidak enak dengan Amel.
"Iya" jawab Amel tersenyum dan meninggalkan mereka. Amel mengambil motornya yang dia parkiran di tepi tadi dan langsung mengemudi pergi.
"Kamu sih Kev, aku jadi gak enak sama Amel."
"Kenapa gak enak, dia aja yang ribet" balas Kevin datar.
"Nad lihat deh" Vani menunjuk tidak jauh dari keberadaan Senja melihat bersama Kevin.
"Jalaang satu itu, laki-laki mana lagi yang dia rayu " kata Nadia dengan tatapan dan senyum sinis melihat Senja.
"Dasar wanita jalaang" timpal Rere.
Kevin merasa risih melihat 3 wanita seperti menggunjingkan Senja, "Kamu kenal mereka?" tanya Kevin.
"Sudahlah, ayo pulang." kata Senja yang memalingkan wajahnya dari geng dajjal itu dan mengajak Kevin masuk mobil. Kevin pun masuk dan mengemudikan mobilnya.
"Kamu sudah makan?" tanya Kevin sembari menyetir mobil.
"Belum"
"Yasudah kita makan dulu, kamu lagi mau makan apa Lol?"
"Kita makan bakso setan saja" kata Senja yang lagi ingin memakan itu.
"Jangan! gak bagus buat kandungan kamu masa mau makan makanan pedas kaya gitu."
"Tapi aku lagi mau Kev" Senja merajuk Kevin.
"Yasudah tapi bakso biasa saja ya" Kevin mengikuti keinginan Senja asal tidak memilih makanan yang pedas.
"Okee" Senja mengiyakan.
Kevin lalu mengemudikan mobilnya ke tempat makan yang diinginkan Senja.
**********
Ada yang bisa jawab...?
Kenapa Senja dipanggil Lolli sama Kevin?😁😁
Mungkin setelah episode nya sudah banyak, aku akan kasih tokoh visual mereka.
Maaf ya karena aku lagi mengacak karakter tokohnya hehe 😁.
__ADS_1