
Continued Before.......
**********
"KAMU NGAPAIN BAWA DIA KEMARI?!!" gertak Sulis menatap tajam Nabila.
"Loh Bu, aku mau membuat kejutan untuk Ibu karena sudah membawa Nabila kemari. Ibu juga sudah lama gak ketemu Nabila kan?" sahut Ardian memberitahu
"Cih... Ibu gak Sudi punya menantu seperti dia!!"
Deg... deg... deg... deg...
Nabila mendengar ucapan Sulis calon mertuanya seketika jantungnya berdetak sangat cepat, hati Nabila sakit seperti tertusuk pisau. Kenapa Ibu Sulis sampai mengatakan seperti itu?
"Maksud Ibu apa ngomong begitu?!" pekik Ardian tidak suka Ibunya berbicara seperti itu kepada Nabila.
Nabila hanya mematung, Ibu Sulis menatap Nabila dengan tatapan tajam dan sinis.
"Kamu tahu, anak itu keluarganya bermasalah!"
"Bermasalah apa maksud Ibu?" tanya Ardian bingung.
"Sudahlah Bu bicarakan baik-baik masalah ini, jangan teriak-teriak seperti ini malu sama tetangga!" ucap Pak Bambang menenangkan istrinya untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.
"Malu kata Bapak? keluarga kita memang sudah malu karena wanita itu..!" kata Sulis menunjuk jari telunjuknya ke wajah Nabila.
Pak Bambang pun berdiri menghampiri Nabila yang masih mematung di depan pintu, "Nak duduk dulu" ucap Pak Bambang menyuruh Nabila untuk duduk di sofa, Nabila menurut dan duduk meskipun hatinya masih sakit dan bingung sebenarnya apa yang terjadi.
"Pak jelaskan sama Ardian, maksud Ibu apa Pak?" kata Ardian meminta penjelasan Bapaknya.
"Maafin Bapak Ardian...." Pak Bambang hanya bungkam dan tidak berani mengatakan kejadian sebenarnya pada anaknya.
"Paakkk...." Ardian masih merajuk Bapaknya untuk berbicara kebenarannya.
__ADS_1
"Kamu putuskan hubunganmu pada dia sekarang" perintah Sulis menyuruh anaknya memutuskan hubungan dengan Nabila.
"Tidak bisa Bu... aku dan Nabila sudah berencana menikah. Ibu kan juga tahu, aku mau melamar Nabila."
"Tidak perlu, kamu tidak butuh wanita itu."
"Sebenarnya apa yang terjadi Bu?" tanya Ardian yang masih bingung dengan sikap Ibunya seperti ini.
"Baiklah Ibu akan mengatakan. Kamu tahu Romi koma karena punya anak yang murahan hamil di luar nikah? Romi koma karena perbuatan adiknya Nabila yang sudah mengecewakan keluarga. Ibu gak mau keluarga kita berbesan dengan keluarga yang tidak terhormat seperti itu. Mau taruh di mana muka Ibu sama orang hah?"
Nabila menelan salivanya mendengar penjelasan Ibu Sulis seperti itu. Nabila rasanya ingin menangis, namun Nabila tahan. Hatinya bak dihantam ombak di laut, seketika tubuh Nabila menjadi kaku seperti di terjam hujan es. Bagaimana mereka bisa mengetahui kejadian keluarganya?
Ardian mendengar penjelasan Ibunya syok, memang keluarga Ardian sangat mementingkan kehormatan keluarga. Apalagi budaya daerah mereka masih mengental tentang kehormatan keluarga yang menjunjung tinggi kedisiplinan etika. Mungkin dianggapan keluarga Ardian masih tabu dan bencana jika berbesan dengan keluarga yang memiliki masalah seperti itu.
Ardian menoleh pada Nabila dan menanyakan kebenarannya, "Nabila apa yang Ibu bilang itu benar?"
"Iya mas" jawab Nabila dengan suara terbata-bata yang sudah ketakutan.
"Maafin aku Mas, aku takut mengatakan sebenarnya." jawab Nabila yang sudah tidak kuat lagi membendung tangisnya.
"Kamu sudah tahu kan, akhiri hubungan kalian sekarang!"
"Gak bisa Bu...! aku gak peduli dengan keluarganya Nabila. Aku terima Nabila apa adanya, lagipula Ardian juga sudah menyicil rumah untuk kami tempati nanti setelah menikah." tegas Ardian menolak permintaan Ibunya itu.
Bagi Ardian itu tidak sebanding dengan perjuangan dirinya dan Nabila selama 8 tahun bersama. Mereka membangun hubungan dari nol sampai Ardian sekarang menjadi mapan dan bisa membeli mobil juga membeli rumah. Meskipun rumah yang Ardian beli masih menyicil, tetapi Ardian bangga dengan hasil kerja kerasnya itu. Dan semua apa yang dia raih berkat dukungan dari sang kekasih. Walaupun Nabila memilik sifat sedikit arogan menjadi wanita, tetapi Nabila adalah wanita yang pantas menjadi istri Ardian.
"Oke, Ibu kasih pilihan. Kamu pilih wanita itu atau Ibu?" ucap Sulis mengancam anaknya, Sulis tahu bahwa anaknya tetap pada pendiriannya jika tidak diancam.
"Kenapa Ibu ngomongnya begitu"
Nabila hanya mendengarkan mereka, Nabila tidak berani mengeluarkan sepatah kata untuk membela dirinya. Nabila menatap mereka hanya dengan tangisan air mata.
Ardian pun bingung dengan permintaan Ibunya, Ardian juga tidak ingin menjadi anak durhaka tetapi juga Ardian mencintai Nabila. Mereka adalah 2 wanita yang sangat berarti untuk hidupnya. Ibunya sudah berjuang mengandung dan membesarkan Ardian.
__ADS_1
"Pak Ardian harus bagaimana?" tanya sedih Ardian kepada Bapaknya.
"Kamu tentukan nak menurutmu yang terbaik" ujar Pak Bambang hanya mendukung. Pak Bambang sebagai suami juga bingung dengan situasi saat ini.
Sulis sudah sangat geram dan risih melihat Nabila di rumahnya, Sulis juga kesal melihat anaknya tidak tegas dengan situasi keluarganya saat ini.
"Kamu keluar dari rumah sayaa...!!" bentak Sulis mengusir Nabila dari rumahnya.
"Ibu apa-apaan sih mengusir Nabila"
"Sudahlah Ardian, Ibu tahu mana yang terbaik buat kamu. Ibu tidak mau kamu menjadi anak durhaka hanya karena wanita ini!!" pekik Sulis memperingatkan Ardian.
"Bu sudah Bu..." timpal Pak Bambang melerai emosi istrinya.
"Apa kamu gak dengar kata saya barusan? KELUAR DARI RUMAH SAYA!" teriak Sulis yang sudah sangat geram.
"Buuu...." Ardian bangkit dan menghampiri Nabila.
"Jangan kamu berani datang ke sini lagi!! mulai hari ini, hubungan kalian sudah tidak ada apa-apa lagi. Jangan pernah kamu ganggu kehidupan anak saya!" gertak Sulis mengancam Nabila penuh penekanan.
Sulis melototi Ardian karena berani melawannya. Sulis menarik tangan Ardian untuk menjauh dari Nabila. Nabila bangkit dari duduknya dan melangkah keluar dari rumah Ardian. Nabila tidak menyangka jalinan kasih dirinya kandas seperti ini. Nabila pulang tanpa sepatah kata apapun kepada Ardian.
Nabila berjalan ke jalan raya mencari taksi dan langsung pulang. Tubuh Nabila langsung berkeringat dingin merasakan kejadian hari ini. Nabila terus mengutuki perbuatan Senja.
"Semua gara-gara Senjaaa...! semua jadi berantakan!! anak itu pembawa siaaal!!" teriak Nabila kesal yang sedang berada di dalam taksi.
Kenapa rasanya hidupnya tidak adil seperti ini? hanya karena masalah keluarganya, Nabila juga harus menanggung kasus pahit hidupnya. Belum cukup puas Senja membuat ayahnya koma, kenapa Hubungan yang sudah dia jalin selama 8 tahun juga ikut kandas menerima akibatnya.
Nabila menangis sejadi-jadinya di dalam taksi, Nabila membenci adiknya itu. Semua kandas dan hancur begitu saja hidupnya. Nabila harus menanggung penderita sialaan karena adiknya itu.
"Kenapa semua jadi hancur begini Ya Tuhan? hubunganku kandas begitu saja selama 8 tahun karena perempuan sialaan satu itu." ucapnya yang masih tidak kuasa dengan bendungan kesedihannya.
"Aku akan membuat pelajaran padamu dan menerima pembalasanku nanti Senja" Nabila mengepalkan tangannya yang sudah terbawa rasa benci pada Senja adiknya.
__ADS_1