Jangan Salahkan Anakku!

Jangan Salahkan Anakku!
Pingsan


__ADS_3

"Nja kamu sudah lihat jadwal UTS (Ujian Tengah Semester) belum?" tanya Amel.


"Memang sudah keluar ya?" balas Senja berbalik tanya.


"Sudah keluar dari 3 hari yang lalu kali buuu..." racau Amel yang menghela napasnya kesal.


"Oh ya, aku baru tahu" jawab Senja datar.


"Ya iyalah kamu baru tahu, barusan aku kasih tahu kamu." Amel berbicara mengecap bibir dan menggelengkan kepalanya dengan heran.


"Hahaha" Senja tertawa melihat Amel yang kesal.


"Kasih tahu aku dong kalau gitu" Senja tersenyum nyengir.


"Bentar" Amel menggeser-geser layar hpnya itu untuk mengecek jadwal UTS dari website.


"Niiihhh...."


Amel memberikan hpnya pada Senja untuk melihat jadwal UTS mereka.


Senja memegang hp Amel dan menyimak dengan serius, "1 minggu lagi dong haduh".


"Ya memang... parah sih cepat banget mana belum nyiapin apapun" kata Amel yang menepuk kepalanya itu dengan lebay.


"Biasanya juga nyontek kan Mel hahaha..." sahut Senja tertawa melihat tingkah Amel yang lebay.


"Ya iya sih... tapi tidak semudah itu Rosalinda, aku kan juga harus nyiapin kalau gak bisa nyontek. Kalau ketemu Dosen yang barbar kaya Thanos gak bisa diajak kompromi. Yah seegaknya otak aku kepake kan." cerewet Amel yang menjelaskan panjang dan lebay.


"Masih ada 1 minggu lagi kan buat belajar jangan jadi mahasiswi yang gagal dong. Semangat..." sergah Senja memberi semangat dan mengangkat kepalan tangannya.


"Setelah kuliah nonton yuk, ada film bagus. Kita harus refreshing pikiran nih terutama kamu kan lagi hamil." cerocos Amel yang merajuk meminta menonton bioskop.


"Mau nonton film apa?" tanya Senja.

__ADS_1


"Aku lupa judul filmnya, tapi aku liat di Senayan ada jadwalnya." jawab Amel yang juga tidak tahu judul film untuk mereka menonton.


"Dasar kamu mau nonton film tapi gak tahu judulnya." sahut Senja tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu mau nonton tetapi lupa judul.


Setelah Selesai dengan kuliah mereka, Senja dan Amel pergi menuju Senayan untuk menonton film.


Amel memarkirkan motornya di basemen, dan mereka melangkah naik menuju lantai 5 ke Bioskop XVI.


Senja dan Amel memasuki bioskop yang tampak rame. Banyak orang berlalu lalang, anak muda yang menggandeng pasangan dan ada juga bersama teman-temannya. Jika sepi pastinya bukan Bioskop, karena memang Mall Senayan berada di pusat metropolitan.


"Wah gilaaa ramai banget" celetuk Amel heran yang menggaruk jidatnya kaget melihat suasana bioskop yang ramai.


"Namanya bioskop ramai lah Mel, kalau sepi itu sawah. Lagian kan kamu juga yang mau nonton" timpal Senja yang gemas pada Amel.


"Iya sih, tapi gak seramai ini juga sih hmmm." kata Amel yang memanyunkan bibirnya itu.


"Mau beli popcorn sama minum juga gak?" tanya Amel menawarkan.


"Sepertinya boleh" jawab Senja.


Senja bahagia mempunyai sahabat seperti Amel yang perhatian dan peduli terhadap dirinya.


"Gak apa-apa kok Mel, aku juga bosen kalau cuma nunggu saja. Kamu lihat antriannya panjang biar gak lama, aku yang beli camilannya." Senja yang tidak masalah ikut mengantri tidak tega juga bila Amel sendiri dan juga agar mempercepat waktu.


"Tapi beneran gak apa kamu mau ikut ngantri? ramai loh" tanya Amel memastikan.


"Iya" balas Senja dengan memberikan simbol ok pada Amel.


Senja memilih mengantri membeli camilan popcorn dan minum saja karena yang mengantri tidak panjang seperti tiket. Sebenarnya Senja malas harus menonton karena tidak menyangka akan serame itu di bioskop jika bukan karena Amel, tetapi tidak apalah. Amel benar juga dirinya harus merefresh pikirannya yang sedang tidak karuan.


Senja mengantri di cafe dan Amel menuju antrian tiket, mereka sepakat untuk menonton film laga action.


Di cafe hanya ada 10 orang saja yang mengantri, Senja yang menunggu antrian sambil bermain hp dan menggeser-geser layar hpnya melihat Instagram agar tidak bosan. Di saat antrian berkurang 5 orang dan tinggal sedikit lagi bagian dirinya membeli. Seorang ibu-ibu berperawakan cukup tinggi dan bertubuh gempal sedang komplain kepada pegawai cafe karena pesanannya yang diberikan salah.

__ADS_1


"Mbak ini gimana sih kok pesanannya salah?" protes si Ibu itu.


"Maaf Ibu, ini sesuai pesanan yang Ibu pesan kok?" ucap si Mbak pegawai cafe.


"Apanya yang sama? Mbak kan saya pesannya popcorn sweet glaze. Kenapa yang dikasih popcorn salt? terus ini saya pesan minum yang ice blencinno medium kenapa ini jadi small?" protes dengan suara meninggi.


"Maaf Bu... tapi ini sudah sesuai pesanan yang Ibu pesan. Mungkin Ibu lupa."


"Apa kamu bilang lupa? kamu salahin saya? bisa kerja gak sih kamu?" teriak si Ibu yang tidak terima disalahkan kembali.


"Tapi memang benar kok Bu ini sudah sesuai pesanan Ibu. Tadi saya juga mengulangi pesanan Ibu saat membayar dan Ibu juga tidak bilang ada kesalahan sama pesanan Ibu." jawab pegawai cafe yang tidak terima disalahkan juga.


"Ini Mbak lihat struk nya sama gak?" kata si Ibu dengan suara meninggi dan memperlihatkan struk pembayarannya.


Sekitar lebih dari 15 menit si Ibu customer dan pegawai cafe itu berdebat, sementara orang-orang yang mengantri cukup kesal karena terganggu dan menjadi lama. Manager pihak cafe datang dan menengahi pegawainya tersebut.


"Haduh ada apa sih, lama banget antriannya aku gak kuat berdiri terus." ucap Senja yang memijat pinggangnya yang nyeri dan menggerakkan kakinya karena kebas tidak kuat berdiri terus.


Sementara manager cafe melihat struk pembayaran dari si Ibu customer dan mencocokan pesanannya, memang yang salah ternyata pegawainya.


"Kamu gimana sih salah kasih pesanan Ibu nya" tegur Manager pada pegawainya. Si Mbak pegawai itu hanya menunduk dan meminta maaf.


"Maaf atas kejadian dan kelalaian pegawai kami. Begini saja pesanan Ibu yang salah kami gratiskan beserta uang Ibu kami kembalikan" kata Manager meminta maaf dan memberikan solusi.


"Lain kali kalau kerja dicek dulu dong yang teliti, saya gak mau digratiskan. Saya mau sesuai pesanan saya saja." ucap si Ibu yang kesal.


Senja dan orang-orang yang mengantri melihat dengan gemas kesal, sudah lama mengantri dan pegawainya juga tidak teliti tetapi pegawainya yang ngotot tidak mau disalahkan. Akibatnya jadi customer menunggu lama dan kecewa. Dan pihak Spv (Supervisor) cafe meminta maaf kepada customer yang mengantri agar bersabar menunggu.


Senja pun hanya menggerutu kesal, harus berapa lama lagi menunggu pesanan Ibu itu datang sedangkan dirinya no 5 antrian semakin lama saja menunggu. Senja pun tidak kuat menunggu, dia terus memegangi kepalanya yang pusing dan pinggang yang nyeri.


"Duh kepala ku pusing banget" ucapnya yang memegangi pelipis kepala.


Merasakan kepalanya berkunang-kunang dan semakin berat pusingnya ditambah lagi pinggang dan kakinya keram terus-menerus. Senja melihat sekelilingnya samar dan semakin samar menjadi gelap perlahan-lahan.

__ADS_1


BUUUUKKKKKK


"Ada yang pingsan"


__ADS_2