
Hai teman-teman semua...
Apa kabar? semoga kalian sehat selalu ya ❤️
Tetap ikuti peraturan
#DiRumahAja
Terimakasih sudah antusias dengan story aku ❤️. Terimakasih sudah meluangkan waktu kalian untuk membaca ❤️.
Semoga virus Corona cepat berlalu, semangat ya semua 💪💪
__ADS_1
**********
"Ayah... meskipun Ayah tertidur pasti Ayah dengar Bunda. Bunda akan selalu menceritakan apa yang terjadi setiap hari agar Ayah tidak merasa bosan dan kesepian." ucap Ajeng masih setia menunggu suami tercinta, terduduk di samping ranjang Romi yang terus menciumi tangan suaminya.
"Ayah sabar ya, Ayah harus kuat menahan sakit. Ayah tahu Nabila pergi dari rumah, maafin Bunda belum bisa membawa Nabila pulang ke rumah. Anak itu terlalu keras dengan Senja, Nabila terlalu menyanyangi adiknya. Nabila hanya gengsi saja mengakui itu."
Ajeng akan selalu mengajak berbicara dengan Romi, Ajeng akan selalu menceritakan semua apa yang terjadi setiap harinya. Meskipun tahu Romi tidak dapat melihatnya ketika diajak berbicara. Ajeng melakukan itu untuk menghilangkan rasa rindunya pada sang suami. Ajeng percaya bahwa orang koma hanya raga tubuhnya saja yang mati, tetapi saraf otak masih aktif mendengar jika diajak berbicara.
"Ada lagi yang membuat aku kesal Yah, sampai sekarang aku gak lupa. Saat kencan ke pantai, aku kehausan minta Ayah buat beli air. Waktu ayah datang mau kasih air minumnya, Ayah memeluk wanita lain dari belakang gak lihat-lihat dulu siapa orangnya. Aku kesal langsung datengin Ayah tapi tiba-tiba ada laki-laki bertubuh besar datengin Ayah duluan dengan wajah kesal banget, Ayah langsung ditonjok sama laki-laki itu hahaha. Taunya ayah meluk istri orang, aku masih inget banget gimana ekspresi suaminya mukul Ayah hahaha."
"Aku juga gak akan pernah lupa bagaimana perjuangan kamu dapetin aku, Abi gak setujuin hubungan kita. Kamu sering di usir sama Abi karena kamu waktu itu belum jadi laki-laki mapan, motor pun kamu gak punya. Tapi kamu gigih berjuang buat kita bisa bersama, sampai akhirnya Abi nyerah sendiri dan restuin kita."
__ADS_1
"Apa ayah juga masih mengingat bagaimana waktu itu kamu panik banget mendengar kabar aku di rumah sakit mau melahirkan. Sampai kamu meninggalkan meeting begitu saja. Saat Nabila lahir kamu bahagia sekali, ayah menggendong dan mengadzani Nabila sambil menangis. Rasanya keluarga kecil kita sudah lengkap, apa lagi ketika ditambah lahirnya Senja sangat lengkap sekali keluarga kecil yang kita punya Yah." Ajeng tiba-tiba meneteskan air matanya karena terharu mengingat itu.
Ajeng masih terus bercengkerama dengan Romi dan mengingat masa lalu yang mereka lewatin bersama, masa lalu yang sulit dan indah mereka lewati.
Ajeng melihat Romi meresponnya, air mata Romi yang terjatuh di pipinya, meskipun tetesan air mata yang sedikit tetapi sudah membuat Ajeng sangat bahagia.
"Ayah mendengar bunda?" Ajeng bahagia sekali melihat suaminya mendengar. Setitik harapan membuat Ajeng percaya suaminya bisa sembuh sedia kala.
*********
To Be Continued..........
__ADS_1