Jangan Salahkan Anakku!

Jangan Salahkan Anakku!
Ibu-Ibu Penggosip


__ADS_3

Nyinyiran para tetangga saat sore membuat Senja sedih, kandungan yang sudah memasuki 6 bulan. Memang perutnya sudah terlihat besar, wajar saja jika sudah banyak yang mengenali perutnya yang membesar itu. Lagipula terus menutupi perut dengan pakaian yang longgar juga tidak mungkin.


Ting nong....ting nong.....


Suara bel rumah terdengar, setelah mendengar nyinyiran Ibu-Ibu membuat kerongkongannya haus dan terduduk di dapur saja sedari tadi. Siapa sore-sore yang datang ke rumah? apakah kakaknya Nabila yang datang? Senja langsung beranjak berdiri dari kursinya jika memang benar kakaknya.


Ceklek


Senja membuka pintu rumah dan melihat ternyata yang datang adalah Amel.


"Senjaaaaaa....!!" Amel langsung memeluk Senja begitu saja.


"Hei lepaskan pelukan kamu! membuatku sesak napas." jerit Senja yang kesal Amel main memeluknya begitu saja, Senja sulit bernapas karena perutnya sudah membesar.


Amel terkekeh "Hehehe maafin aku... habisnya kamu gak ngabarin, main menghilang. Aku khawatir, jadi aku kerumah kamu buat liat kondisi kamu." jelas Amel yang khawatir dengan keadaan sahabatnya itu, Senja yang mendengar tersenyum. Karena memang Senja belum memberitahu jika ayahnya koma.


"Yaudah ayuk masuk..." Senja menyuruh Amel masuk ke dalam rumah dan menggandeng lengan Amel. Senja dan Amel duduk di sofa ruang tamu.


"Kok rumah sepi Nja? Tante Ajeng kemana sama Kak Nabila?" tanya Amel heran melihat keadaan rumah sepi orang.


"Panjang, kamu mau minum?" sergah Senja.


Amel mendengar ucapan Senja seperti itu tahu jika memang keluarga Senja sedang dalam masalah. "Memang ada masalah apa? aku bela-belain ke rumah kamu karena khawatir loh." tanya Amel penasaran.


Senja menghela napasnya pelan, tahu jika Amel memang mengkhawatirkannya. "Nanti aku ceritain, kamu gak mau minum?"


"Ok, es teh manis boleh"


"Yasudah, kamu tunggu di sini. Aku ke dapur dulu buatin es tehnya" Senja langsung berjalan ke dapur membuatkan minuman untuk Amel.


"Yaaahhh gulanya habis, aku ke warung beli dulu" ucap Senja melihat toples gula habis saat sedang membuatkan es teh. Senja beranjak ke warung untuk membeli gula.


"Mel aku ke warung dulu ya, beli gula sekalian camilan buat kamu" ucap Senja.


"Kalau gulanya habis, gak usah bikin Nja. Kasian kamu, minum air mineral aja gak apa-apa kok." sergah Amel yang keberatan Senja hendak pergi ke warung.


"Gak apa-apa kok, atau kamu mau ikut saja?" kata Senja menenangkan dan mengajak Amel agar tidak khawatir.


"Boleh deh"


Amel beranjak berdiri dari duduknya dan ikut dengan Senja ke warung. Senja ke warung agen yang tidak jauh dari rumahnya.


"Bu beli gula 1 kg, sama camilannya" kata Senja pada Ibu warung dan memilih beberapa camilan di rak snack. Tetapi Senja merasa risih di pandang Ibu warung, pandangan yang tidak enak.


Amel tahu jika Ibu warung sedang menatap Senja tidak enak seperti itu karena perutnya yang sudah terlihat besar. "Yeh, Ibunya malah bengong. Orang beli diladenin Bu" tegur Amel kesal.

__ADS_1


"Iya neng" Ibu warung di tegur Amel, segera mengambil gula.


"Mel, kamu mau snack apa?" tanya Senja tangannya yang sibuk dengan snack di rak. Amel memilih beberapa snack untuk mengganjal perutnya yang lapar.


"Itu bukannya anaknya Bu Ajeng ya?" 2 Ibu-Ibu datang dan melihat Senja sedang di warung melihat dengan tatapan penasaran.


"Iya Bu, tapi kok perutnya besar ya? kapan nikahnya?" tanya Ibu berbaju biru di samping yang penasaran.


"Iya Bu, setau saya anaknya Bu Ajeng yang paling kecil masih kuliah deh."


"Wah berarti hamidun dooong..."


"Kayanya sih begitu Bu, Ih amit-amit. Dengar-dengar Pak Romi sekarang juga koma." jawab Ibu-Ibu berbaju merah.


"Pantesan Pak Romi gak keliatan, koma karena keadaan anaknya kali ya Bu. Serem yaa..."


Kenapa ya mulut Ibu-Ibu ini seperti harimau? apa kebiasaan Ibu-Ibu hobby menggosip? tidak ada rasa prihatin mendengar saudara tetangganya terbaring koma, harusnya peduli menjenguk. Ini lebih tertarik dengan beredar gosip.


"Eh Bu tadi ngomong apa? sudah emak-emak hobi gosip. Malu sama umur, inget Bu bau tanah!" Amel yang tidak senang omongan cabe Ibu-Ibuu itu langsung menghampiri dengan berkacak pinggang kesal.


"Loh, kenyataan memang seperti itu kan!" bela Ibu-Ibu yang berbaju merah. "Masih kecil udah hamidun ih, harga dirinya sudah gak ada".


"Eh Bu, jangan kurang ajar ya." ucap Amel menantang duel masih berkacak pinggangnya.


Senja menelan salivanya mendengar seperti itu, Senja tahu jika Amel cepat emosi dan langsung menghampiri Amel agar tidak ada keributan. "Sudah Mel, jangan buat keributan." ucap Senja yang menarik lengan Amel untuk beranjak pergi.


"Sudah Mel, aku gak apa-apa kok." Senja pun langsung membayar belanjaannya dan menarik Amel meninggalkan warung.


"Aku kesal banget tadi sama Ibu-Ibu itu, mulutnya jahat banget" Amel menjatuhkan pantatnya di sofa sambil melipatkan ke 2 tangannya yang masih kesal dengan Ibu-Ibu di warung tadi.


"Itu resiko yang aku terima Mel" ucap Senja tersenyum dengan wajah yang berkaca-kaca.


Amel tidak tega melihat raut wajah Senja berkaca-kaca seperti itu, Amel langsung memeluk Senja.


Senja melepas pelukan Amel dan menuju dapur untuk membuatkan minuman "Aku bikinin kamu es teh manis dulu ya."


"Nih es teh nya Mel" Senja meletakkan nampan berisi es teh manis dan beberapa snack di atas meja.


"Aku mau cari kerjaan Mel" ucap Senja yang mendudukkan tubuhnya di sofa.


"Uhuk... uhuk..." Amel tersedak camilan snack yang dia makan.


"Kamu mau kerja? gila kali kamu lagi hamil mau kerja."


"Tapi aku lagi butuh uang Mel."

__ADS_1


"Aku gak ngerti Nja, kamu tiba-tiba ngomong begitu. Ada masalah apa sih?" tanya Amel mulutnya masih sibuk mengunyah camilan.


"Keadaan aku lagi berantakan, Ayah koma Mel sudah 2 Minggu lebih dan kak Nabila pergi dari rumah. Semua karena aku hamil, Ayah serangan jantung. Aku menjadi penyebab Ayah koma." jelas Senja dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


"Ya Allah... kenapa kamu gak kasih tahu kabar ini?"


"Maaf Mel..." Amel langsung memegang ke 2 tangan Senja.


"Bunda sudah kehabisan dana untuk biaya perawatan Ayah koma, perhari biaya rumah sakit 10 juta. Aku gak tahu bagaimana caranya membantu bunda. Baru beberapa hari saja sudah 35 juta yang harus dibayar ya Allah." ucap Senja menangis sesenggukan dan ke 2 tangan yang menutupi wajahnya.


"Apa, aku sebaiknya pinjam uang papa saja ya sementara buat bantu kamu dulu." Amel menyarankan.


Senja tahu pasti Amel akan mengucapkan itu "jangan Mel, aku gak mau ngerepotin kamu."


"Kamu gak ngerepotin aku, keadaan om Romi memang lagi membutuhkan banyak dana." ujar Amel tidak keberatan membantu Senja.


"Aku gak mau Mel, aku mau usaha sendiri. Aku mau cari kerja saja atau apapun yang bisa menghasilkan uang dengan cepat." Senja menghela napasnya pelan sudah pasrah.


(Mana bisa ya cari uang di jaman now segitu banyak dengan cepat hadeh Senja🤣, ada sih tapi yah gitu mencari gadun atau menjual hmm 😝. Author bercanda 😣😁)


"Lihat dong kondisi kamu saja hamil, terus mana bisa cari uang segitu banyak dalam beberapa hari." celoteh Amel kesal. Amel tahu Senja orangnya memang keras kepala dan tidak mau merepotkan orang lain.


Senja mencerna ucapan Amel memang benar, bagaimana bisa menghasilkan uang sebanyak itu dalam 1 Minggu. Orang lain saja mengumpul uang sebesar itu butuh beberapa tahun.


"Kamu terima tawaran aku ya, papa juga pasti gak keberatan kok. Kita sahabatan dari kecil." kata Amel memegangi ke 2 tangan Senja, memastikan tidak masalah.


"Aku membayarnya gimana nanti ke kamu?" Senja bingung bagaimana cara membayarnya


"Gini saja, kalau kamu sudah dapat kerja kamu cicil saja sampai lunas." Amel sebenarnya juga tidak keberatan membantu Senja cuma-cuma, apalagi Senja sudah dianggap keluarga baginya.


"Tapi Mel..." Senja masih keberatan dan tidak enak hati dengan Amel yang ingin membantunya begitu saja.


Amel langsung memeluk sahabatnya itu yang keras kepala.


"Aku mau lihat keadaan om Romi dong di rumah sakit"


Senja mengangguk dan mereka saling berpelukan. Senja merasa beruntung mempunyai sahabat seperti Amel yang selalu ada untuknya. kemudian mereka pun pergi ke rumah sakit.


**********


Hallo semuanya teman-teman yang sudah membaca. Aku senang banget yang baca banyak, jadi tambah semangat .


Berikan aku semangat dan partisipasi kalian ya untuk komen, like dan votenya ❤️❤️.


Terimakasih ❤️❤️

__ADS_1


Semoga sehat selalu


#DiRumahAja


__ADS_2