Jangan Salahkan Anakku!

Jangan Salahkan Anakku!
Konflik Nabila Dengan Ardian (I)


__ADS_3

"Haloo... sayang kamu di mana?" tanya Nabila pada Ardian dari sambungan telepon.


Nabila saat ini sedang mencari Ardian di mall, karena mereka sudah janjian untuk bertemu setelah jam pulang kantor.


"Aku di Restoran Dallas lantai 4, apa kamu sudah di sini?" tanya Ardian.


"Yap, aku sekarang lagi cari kamu nih."


"Kamu di mana? aku saja yang nyamperin kamu ya..." ujar Ardian yang ingin menghampiri kekasihnya itu.


"Gak usah, kamu tunggu saja di situ. Aku sudah naik lift kok." sahut Nabila.


"Okee.." Ardian lalu memutuskan sambungan telepon Nabila.


Sudah hampir sepekan Nabila tidak bertemu dengan kekasihnya itu, meskipun Ardian sudah dimutasi kerja di Jakarta tetap saja masih sibuk dengan pekerjaannya. Nabila menghampiri Ardian yang berada di lantai 4 Restoran Dallas.


"Hei... apa kamu sudah lama di sini sayang?" tanya Nabila yang sudah datang di Restoran Dallas, lalu menarik kursi untuk duduk.


"Lumayan 20 menit hmmm" jawab Ardian sedikit kesal.


"Hahaha maaf tadi di jalan macet banget"


"Yasudah, kamu pesan makan gih. Pasti lapar kan kena macet." kata Ardian yang menyuruh kekasihnya memesan makanan.


Nabila membuka buku menu yang di atas meja, dan membolak-balik menu tersebut melihat makanan sesuai seleranya. "Aku mau pesan beef steak dan ice lemon tea saja."


"Yasudah panggil waiterssnya" perintah Ardian.


"Okee..."


"Mbak...." Nabila memanggil waitress, Mbak waitress itu lalu menghampiri meja Nabila.


"Ibu ingin memesan makanan apa?" tanya Mbak waitress yang sudah sigap dengan kertas catatan kecilnya.


"Saya mau beef steak dan ice lemon tea" ucap Nabila pada Mbak waitress tersebut. Waitress pun mencatat.


"Kamu mau pesan apa Mas?" tanya Nabila.


"Aku nasi goreng seafood dan ice cappucino blended saja." ucap Ardian dan Mbak waitress pun mencatat.


"Apa ada lagi Ibu?" tanya Mbak waitress menanyakan kembali.


"Cukup Mbak" sahut Nabila.


"Baik, saya ulang kembali ya pesanan Ibu dan Bapak. 1 beef steak, 1 nasi goreng seafood, 2 ice lemon tea, benar ya Bu?" tanya Mbak waitress memastikan kembali pesanan Nabila dan Ardian.


"Iya Mbak"


"Baik, mohon ditunggu 30 menit pesanannya"


"Terima kasih Mbak" si waitress pun berlalu pergi meninggalkan meja Nabila dan Ardian.


"Bagaimana dengan rencana lamaran kita, apa kamu sudah membicarakan pada Ayah?" tanya Ardian membicarakan mengenai lamaran mereka.


Adrian menanyakan seperti itu, wajah Nabila langsung memucat. Ardian memang belum tahu tentang keadaan Ayahnya, apalagi dengan keadaan Senja yang hamil. Nabila belum menceritakan masalah keluarganya pada Ardian. "Sudah" jawab Nabila singkat yang tidak berani menatap Ardian.


"Kamu kenapa Bila? kamu sakit?" tanya Ardian yang melihat wajah Nabila berubah pucat.


"Gak apa-apa kok mas" jawab Nabila tersenyum.


"Benar gak apa-apa? wajah kamu pucat." tanya Ardian memastikan.

__ADS_1


"Gak Mas"


"Yasudah"


"Oh ya lalu gimana dengan rencana acara lamaran kita? tempo hari aku sudah bilang Ibu dan Bapak mengenai aku ingin melamarmu. Gimana kalau minggu depan? keluargaku ke rumah kamu dulu membahas tentang lamarannya. Baru kita ngebahas tanggal pernikahan yang cocok." ucap Ardian yang membahas mengenai acara lamaran dirinya dan Nabila.


Ardian sendiri pun juga sudah merasa lelah dengan hubungan yang terlalu lama ini. Bagaimana tidak, sudah 8 tahun mereka menjalin hubungan. Ibarat membeli rumah KPR sudah mau lunas, Ardian sudah merasa yakin dengan Nabila dan ingin melamar kekasihnya itu.


Nabila bingung harus bagaimana? Nabila tentu sangat bahagia Ardian membahas lamaran namun disatu sisi Nabila pun juga bingung harus menjawab apa.


"Ya Tuhan aku harus menjawab apa?" gumam Nabila dalam hati.


"Nabila, apa kamu mendengarku?" tanya Ardian yang kesal melihat Nabila diajak berbicara mengenai masalah lamaran mereka hanya diam saja.


"Mmm... aku dengar kok Mas, maaf aku sedikit gak enak badan." jawab Nabila mencari alasan agar Ardian tidak marah.


"Kamu iniii... tadi aku tanya kamu sakit atau gak. Kamu jawab gak apa-apa."


"Maaf Mas"


"Yasudah, kamu kayanya kecapekan kerja. Kita makan dulu, habis itu kita pulang. Gak enak juga kita sudah pesan makanannya."


Sebenarnya Nabila malas makan di restoran ini, seketika selera Nabila menjadi hilang saat Ardian membicarakan lamarannya. Pasti jika dilanjutkan makan di tempat, Ardian masih akan terus membahas masalah pernikahan mereka.


"Di take away saja ya Mas, aku pusing banget" ucap Nabila mencari alasan untuk menghindar.


"Yasudah, kamu tunggu sini. Aku bilang kasir dulu buat take away makanan kita." Ardian lalu ke kasir untuk mengtake away makanan dan juga sekalian membayar.


"Apa aku bilang saja ya sama Mas Ardian kalau Ayah koma?" kata Nabila yang bingung dan mengigit jari telunjuknya.


Jemari Nabila mengetuk-ketuk meja kebingungan harus bagaimana dengan situasi keadaannya, Nabila takut mengatakan itu. Bukan takut karena Ayahnya sedang koma, namun takut memberitahu penyebab kebenaran Ayahnya yang koma.


"Kamu sabar ya, aku sudah membayar makanan kita. Sebentar lagi diantar karena masih dimasak." ucap Ardian memberitahu makanan mereka sedang dimasak, lalu Ardian duduk menarik kursi.


"Kamu kok tiba-tiba sakit Nabila? tadi baik-baik saja loh." tanya Ardian heran.


"Aku juga gak tahu Mas, mungkin karena beberapa hari ini aku lembur terus." kata Nabila mengeles.


"Makanya kamu jaga kesehatan" ujar Ardian yang perhatian pada kekasihnya itu.


"Kita pulang ke Dokter dulu, kamu kan lagi sakit.


Biar Dokter periksa kondisi kamu." ucap Ardian yang mengkhawatirkan Nabila.


"Kenapa jadi ke Dokter?" gumam Nabila dalam hati kesal.


"Permisi, ini pesanan take away anda." kata pegawai waitress laki-laki yang tiba-tiba datang dan memberikan bungkusan plastik putih.


"Iya Mas, makasih ya." balas Ardian, pegawai waitress itu langsung pergi.


"Yasudah yuk kita pulang Mas"


Mereka pun meninggalkan restoran dan melangkah menuju basemen. Ardian mengambil mobilnya, lalu Ardian mengemudi mobilnya pergi meninggalkan mall.


"Kita ke Dokter dulu ya" ucap Ardian yang sedang menyetir mobil.


"Gak usah Mas"


"Tapi kamu lagi sakit Bilaaa.... biar badan kamu besok juga enak pas kerja."


"Gak usah Mas, aku cuma butuh istirahat kok. Kayanya aku cuma butuh banyak rebahan di kasur hehehe... badan aku pegal-pegal."

__ADS_1


"Kamu ini dikasih tau malah ngeyel" ucap Ardian kesal melihat kekasihnya tidak bisa dinasehati.


Drrrttt.... drrrttt.... drrrttt..... drrrttt....


Suara getaran hp Ardian bunyi di kantong celananya.


"Sebentar ya, aku angkat telepon dulu" ucap Ardian yang memberhentikan mobilnya dan menjawab panggilan telepon tersebut. Panggilan telepon tersebut dari Ibunya.


Ardian : Assalamuaalaikum Bu...


Sulis : Waalaikumsalam, kamu di mana Ardian?


Ardian : Aku lagi di jalan Bu, kenapa?


Sulis : Kamu belum pulang kerja?


Ardian : Sudah kok Bu.


Sulis : Yasudah, Ibu tunggu. Ada yang ingin Ibu bicarakan penting.


Ardian: Iya Bu...


Tuuutttt..... Ardian langsung menutup sambungan teleponnya.


"Ibu telepon Mas?" tanya Nabila.


"Iya Ibu telepon, kayanya sih penting banget." jawab Ardian.


"Maksudnya gimana Mas?" tanya Nabila bingung.


"Aku juga gak tau, Ibu nyuruh pulang katanya ada yang mau diomongin penting banget." kata Ardian yang juga tidak tahu Ibunya mau membicarakan hal apa.


"Kamu ke rumah aku dulu ya, dari hari aku pulang ke Jakarta kamu juga belum menemui Ibu. Ibu pasti senang banget ketemu kamu Bila." Nabila memang belum menemui keluarga Ardian karena memang selama LDR dengan Ardian, Nabila jarang berkunjung. Selain Ardian juga jauh membuatnya malas dan juga karena kesibukan Nabila yang tidak sempat bermain ke rumah orangtuanya Ardian.


"Astaga, aku sengaja menghindar gak makan di mall tadi. Kenapa sekarang malah menyuruh bertemu Ibu?" gerutu Nabila sebal, Nabila sengaja menghindar tetapi malah diajak kerumah Ardian. Pasti akan menjadi boomerang membahas tentang lamaran mereka.


Nabila bingung harus menjawab apa, "Tidak bisa ditunda dulu mas, aku capek banget mau istirahat." ucap Nabila beralasan.


Ardian merasa tersinggung, bagaimana bisa Nabila tidak ingin menemui Ibunya?


"Apa kamu gak mau ketemu Ibu? kamu gak suka ya sama Ibu?" celoteh Ardian kesal.


Nabila bingung, Ardian jadi salah paham dan berpikir selama ini Nabila tidak menyukai Ibunya.


"Bukan Mas, tapi aku takut saja badan aku lagi gak fit nanti aku malah jadi nyuekin Ibu. Biasanya kalau aku lagi gak fit, mood aku jadi jelek." ujar Nabila mencari alasan agar Ardian tidak salah paham.


"Sebentar saja Bila, nanti aku minta sama Ibu buat bikinin kamu wedang jahe hangat biar badan kamu sedikit membaik." kata Ardian merajuk.


Nabila menghela napasnya pasrah, percuma saja karena Ardian tetap memaksa. "Yasudah Mas" jawab Nabila tersenyum.


"Nah"


Ardian langsung mengemudi mobil menuju rumahnya, Ardian ingin memberikan kejutan pada Ibunya.


Nabila pasrah, Nabila harus mencari alasan terbaiknya nanti. Nabila semakin membenci Senja, karena Senja sudah membuat rencana hidupnya menjadi berantakan. Ardian sudah sampai rumah dan memarkirkan mobilnya. Ardian dan Nabila pun masuk rumah.


"Assalamualaikum" ucap salam Ardian.


"KAMU NGAPAIN BAWA DIA KEMARI?!!" gertak Sulis menatap tajam Nabila.


**********

__ADS_1


To Be Continued..........


**********


__ADS_2