
Setelah rasa lelah mencari pekerjaan belum juga mendapatkan hasil, Senja berhenti di taman. Entah taman mana yang dia pijaki, Kemarin dirinya menanyakan lowongan pekerjaan gagal tetapi Senja masih tetap tidak menyerah. Senja duduk di taman, dia memijat kakinya yang pegal akibat banyak berjalan.
"Huft masih juga belum dapat pekerjaan" ucapnya sambil memijat ke 2 betis kakinya.
Di taman banyak sekali orang, tentu saja banyak karena itu taman bermain. Ada beberapa pasangan suami istri beserta anaknya sedang bermain, mereka bercengkerama dan sibuk dengan alat-alat permainan anak-anak yang disediakan di taman itu.
"Andaikan saja Ayah kamu bersama kita nak, pasti kita bisa seperti mereka. Maafin Bundanya ya sayang" ucap Senja mengelus-elus perut, sambil menikmati melihat Ibu dengan anak perempuan bermain ayunan yang diayun dari belakang oleh Ayahnya.
"Lucu sekali anak itu jatuh tapi masih bisa tertawa hahaha..." Senja gemas melihat 2 anak kecil laki-laki yang sedang bermain jungkat jungit terjatuh beberapa kali tetapi masih bisa tertawa.
"Anak itu senang banget bermain mangkok putar sampai mengangkat ke 2 tangannya hahaha..." Senja juga senang melihat ke 2 anak kecil laki-laki dan perempuan, sepertinya kakak beradik sedang asik menikmati permainan mangkok putar yang diputar-putarkan oleh ayahnya. Terlihat Ayah mereka bahagia sekali membuat anaknya menikmati permainan mangkok putar itu sampai anak-anaknya mengangkat ke 2 tangannya.
"Ya Tuhan, kalau takut main perosotan kenapa nangis? hahaha ada-ada saja tingkat anak itu" Senja juga melihat tingkah gemas anak perempuan yang menangis takut setelah bermain perosotan lalu memeluk ibunya karena ketakutan.
Meskipun Senja lelah berjalan mencari pekerjaan belum juga mendapatkan hasil, tetapi Senja senang berada di taman ini membuat rasa lelahnya hilang. Melihat banyak anak-anak kecil bermain dengan riang dan bahagia. Di taman bermain ini banyak permainan, ada ayunan, jungkat-jungkit, mangkok putar, perosotan, besi panjat dan lainnya.
"Ah andai saja.." lagi-lagi Senja masih berandai-andai membayangkan kebersamaan dengan Reno dan anaknya.
"Gak apa-apa ya sayang kita gak bersama Ayah, nanti kalau kamu sudah lahir. Bunda pasti ajak kamu ke taman bermain sampai kamu bosan" ucap Senja mengelus-elus perutnya. Ada perasaan sedih dan bersalah tidak bisa memberikan keluarga yang bahagia seperti anak pada umumnya. Anaknya nanti akan terlahir tanpa sosok seorang Ayah.
"Ih aku kesal sama mbak Minah pffttt" tiba-tiba ada seorang gadis kecil duduk di samping Senja dengan melipat ke 2 tangannya. Gadis kecil itu sepertinya sedang marah jika dilihat dari ekspresi wajahnya yang memanyunkan bibir, lucu sekali cara marahnya.
"Hei... kamu kenapa memanyunkan bibir?" tanya Senja kepada gadis kecil itu. Senja gemas sekali melihat gadis kecil yang berada di sampingnya.
"Aku kesal sama Mbak Minah, aku kan mau main di taman kenapa dia malah hilang?. Aku kan jadi gak bisa main gara-gara nyariin dia terus huh." celoteh gadis kecil itu masih dengan bibir manyun dan ke 2 tangan yang melipat.
"Jangan marah-marah gitu loh nanti gemasnya jadi luntur lagi"
"Nih Tante ada permen buat kamu" ucap Senja menenangkan gadis kecil itu dan memberikan permen lollipop dari tasnya.
"Hmmmm" gadis kecil itu menatap Senja dengan tatapan menyelidik yang mengerutkan dahinya.
"Kata Om Dirga, aku gak boleh menerima sembarangan pemberian orang. Apalagi orang asing" celoteh gadis kecil itu memberikan penjelasan. Masih kecil tetapi sangat pintar.
Senja melihat anak kecil ini gemas dan pintar. Benar juga mana mungkin anak kecil ini sembarangan menerima pemberian orang. Apalagi dirinya hanya orang asing, pasti anak ini berpikir akan menculik gadis kecil ini.
"Hahaha tenang saja, Tante bukan orang jahat kok" ucap Senja yang menundukkan wajahnya kepada gadis kecil itu seraya tersenyum.
__ADS_1
"Benarkah, jadi permen ini gak ada racunnya kan?" tanyanya dengan senyum kuda.
"Gak ada dong" balas Senja tersenyum.
Gadis kecil itu tersenyum senang lalu membuka permen lollipop dan memasukkan di mulutnya, "Aku suka strawberry" katanya sambil menghisap permen lollipop yang dipegang.
"Enak?"
"Yup"
"Oh ya kita belum kenalan, nama aku Senja. Kamu siapa gadis kecil pintar?" Senja mengeluarkan tangannya kepada gadis kecil itu untuk menjabat tangan.
"Nama aku Nora Aileen, panggil aku Nora cantik saja" jawabnya membalas jabatan tangan Senja dengan senyuman lebar.
"Hahaha, baiklah."
"Kamu ke sini sama siapa Nora cantik?"
"Sama Mbak Minah penjaga aku, tapi bikes gak tahu dia kemana" jawab Nora yang mengayun-ayunkan ke 2 kakinya.
"Bikes apa?" tanya Senja bingung.
"Kamu pintar banget ya tahu bahasa gaul"
"Iya dong, tante kaya Om Dirga orangnya kuno."
Senja bingung, Nora ini meskipun anak kecil tetapi cerewet sekali dan pintar. Senja gemas melihat tingkah dan celotehan Nora.
"Om Dirga siapa?" tanya Senja penasaran.
"Om Dirga itu ganteng tapi sayang banget ganteng-ganteng jomblo, terus jutek dan galak makanya gak ada cewek yang mau sama om Dirga."
"Nora cantik gak boleh ngomong begitu gak baik, om Dirga lebih tua dari Nora cantik" Senja menasihati Nora yang terlihat kesal tidak menyukai Om nya itu.
"Hehe, tapi aku sayang kok sama Om Dirga." kata Nora yang menutupkan bibir menggunakan ke 2 tangannya.
"Tante lagi hamil?" tanya Nora.
__ADS_1
"Iya" jawab Senja tersenyum.
"Wah asik dong punya teman, pasti lucu. Coba aku punya adik pasti gak kesepian lagi di rumah deh"
"Nora cantik mau kenalan sama dedeknya?" kata Senja menawarkan untuk mengelus perutnya.
"Yup" Senja pun meletakkan tangan Nora di atas perutnya.
"Hai nak ada gadis cantik yang mau kenalan namanya Nora cantik" Senja menggerakkan tangan Nora mengelus perutnya.
Anak Senja pun merespon dan bergerak menendang, Nora terlihat senang merasakan gerakan pada tangannya. "Wah dia bergerak"
"Iya dia bergerak, dedeknya suka sama kamu Nora cantik"
"Tante nanti kenalin aku ya sama dedeknya kalau sudah keluar" ucap Nora meminta dikenalkan setelah anak Senja lahir.
Entah kenapa Senja merasa bahagia di dekat Nora, padahal baru mengenal beberapa menit tetapi rasanya seperti ingin di dekat Nora terus.
"Tapi bagaimana caranya kita ketemu?" tanya Senja senggan jika harus bertemu kembali dengan Nora. Apalagi jika keluarga Nora keberatan dan Senja hanya orang asing saja.
"Tante kerumah aku saja, tante gak usah takut sama Om Dirga. Om Dirga baik kok yah walaupun galak dan jutek" sahut Nora sepertinya tahu jika Senja merasa tidak enak.
"Baiklah, nanti akan tante pikirkan" balas Senja tersenyum.
"Janji ya" Nora memberikan jari kelingkingnya untuk menerima janji dari Senja.
Senja sebenarnya keberatan tetapi karena gadis kecil ini sangat menyukai keberadaan anaknya, Senja senang dan mengiyakan permintaan Nora.
"Oke" Senja memberikan jari kelingkingnya ke Nora dan mereka pun berjabat kelingking berjanji.
Senja bingung dengan gadis kecil ini, sangat berani sekali tidak takut sendirian. Mungkin maklum karena seumuran anak kecil ini sedang masa aktif. Senja mencoba mengajak mencari baby sister Nora, takut nanti si mbaknya akan khawatir.
"Kita cari Mbak Minah yuk, nanti dia khawatir loh" ajak Senja mencari baby sisternya Nora.
"Nanti ah Tante, aku masih capek."
**********
__ADS_1
To Be Continued..........