
Continued Before.........
**********
"Keviiiin" kata Senja yang kaget melihat laki-laki di hadapannya.
"Haaii..." laki-laki itu si Kevin tidak menyangka juga melihat Senja.
"Senjaaa... akhirnya aku ketemu juga sama kamu."
"Kamu ada di sini? ya Allah aku gak nyangka ketemu kamu." Senja senang bisa bertemu Kevin kembali.
"Aku senang bisa ketemu kamu, hmm kamu sudah menikah?" tanya Kevin yang tidak menyangka juga dengan perut buncitnya Senja.
Senja hanya diam saja Kevin bertanya seperti itu, "Kamu sudah lama di sini? kenapa tidak pernah mengabari aku?" Senja mengalihkan pembicaraan.
"Aku sudah 3 bulan di Indonesia, bisakah kita mengobrol sebentar di tempat lain? kamu lagi gak buru-buru kan?"
"Sebenarnya aku harus ke rumah sakit"
"Memangnya siapa yang sakit?"
"Ayah koma sudah hampir 1 bulan" ucap Senja dengan mata berkaca-kaca.
"Ya Allah, yaudah nanti kita turun saja di Central Harmoni. Aku ambil mobil dulu di bengkel, kita langsung ke rumah sakit. Kasian juga kamu lagi hamil begitu." setelah Sekian lama tidak bertemu, Kevin terkejut mendengar om Romi koma.
"Gak apa-apa memang?"
__ADS_1
"Gak apa-apa Senja, aku memang sudah lama cari kamu."
"Makasih Kevin, kamu habis dari mana?"
"Aku habis dari kantor, mobil aku lagi di service. Jadi aku naik busway satu arah sekalian sama bengkel. Mau ngerasain juga suasana Jakarta hahaha."
"Okay" balas Senja tersenyum.
Mereka pun akhirnya transit di Tj Central Harmoni seperti kata Kevin. Kevin mengambil mobil di bengkel yang tidak jauh dari Central Harmoni, lalu Kevin mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit.
Pertemuan Senja dengan Kevin yang tidak sengaja, mempertemukan mereka kembali setelah sekian lama
tidak bertemu. Kevin adalah sahabat Senja ketika masih kecil, dahulu Kevin dan Senja selalu bersama-sama. Ayah mereka bersahabat, Yusuf dan Romi bersahabat akrab semasa kuliah. Kevin dan Senja berbeda umur 3 tahun, Kevin anak semata wayangnya Yusuf. Kevin sudah menganggap Senja seperti adiknya sendiri, mungkin bisa jadi lebih dari itu.
Kevin dan Senja ketika waktu kecil berdekatan tempat tinggal yang sama yaitu di kota Yogyakarta.
harus berpindah kerja di negeri orang Australia.
Nasib Yusuf yang mendapatkan pekerjaan lebih baik dari Romi. Setelah Yusuf sang sahabat pergi ke Australia, lalu Romi mencoba mengadu nasib di Ibu kota sampai sekarang ini.
"Apa benar kamu sudah menikah Senja?" Kevin masih penasaran dengan kondisi Senja hamil, bagaimana tidak. Kevin jauh-jauh pulang ke Indonesia hanya ingin mencari Senja saja. Tentunya Kevin bahagia sudah bisa bertemu Senja, tetapi bertemu saat Senja hamil besar seperti itu pasti Kevin beranggapan Senja sudah menikah.
Senja tetap masih diam dengan pertanyaan Kevin, tetapi bagaimanapun juga Senja harus mengatakan kebenarannya. Lagipula saat ini Kevin juga ingin menengok Romi ayahnya.
"Tidak" Senja menjawab menundukkan wajahnya.
Kevin terdiam dengan jawaban Senja, "Ya sudah kalau kamu belum siap cerita gak apa-apa." Kevin memegang tangan Senja sambil menyetir mobilnya. Senja membalas senyum.
__ADS_1
"Kamu tinggal dimana sekarang?"
"Aku tinggal di Apartemen Sudirman, aku menyewa sementara selama berada di sini."
"Tante Devi dan Om Yusuf juga ikut pulang?"
"Mama masih di Aussie harus mengurus toko kuenya sendiri. Tapi kalau dengar kabar Om Romi koma pasti syok dan langsung membeli tiket pesawat. Papa sudah meninggal setelah aku lulus SMA, Papa kecelakaan mobil." Kevin menjawab Senja masih bisa santai dan tersenyum.
"Aku minta maaf, kenapa kita gak dikabarin Kev?" Senja menyesal dengan kabar om Yusuf yang sudah meninggal dunia.
"Gak apa-apa Senja, Papa pernah cari keberadaan Om Romi di Yogyakarta. Tapi kalian sudah pindah." memang setelah Yusuf pergi ke Australia kehilangan kontak dengan Romi. Karena zaman dahulu tidak semodern sekarang yang bisa leluasa pakai komunikasi lewat online.
"Yasudahlah jangan membahas yang berlalu hahaha" Kevin tertawa tidak ingin terus berlarut mengingat mendiang Ayahnya, hidup harus terus berjalan. Ayahnya juga sudah tenang di sana.
Senja melihat Kevin masih tidak berubah, Kevin masih dengan sifatnya yang sama. Kevin selalu santai menghadapi segala sesuatunya.
"Kamu di sini sampai kapan?"
"Aku kan sudah ketemu kamu, mungkin aku putuskan di sini selamanya deh hahaha." Kevin menjawab membuat Senja kesal saja.
"Gak lucu Kevin"
"Benar kok"
"Terserah kamu sajalah" ucap Senja kesal menghela napasnya.
Kevin dan Senja sudah sampai di Hospital Budi Melati, Kevin memarkirkan mobilnya di basemen. Lalu mereka melangkah menuju ruang ICU lantai 3.
__ADS_1