Janji Di Atas Ingkar

Janji Di Atas Ingkar
Part 11


__ADS_3

Hari ini di mana acara pernikahan Rendra dan Marisa di laksanakan,semua anggota keluarga dan kerabat dekat sudah hadir di acara ini.


Marisa terlihat sangat cantik, sampai Rendra juga lupa dengan perjanjian pernikahan mereka bahwa menikah hanya di depan semua anggota keluarga.


"Beruntung sekali kamu menikah dengan wanita cantik seperti dia" puji sang Bibi dari Rendra sambil menatap lekat Marisa, semua orang memuji kecantikan nya. Orang yang tidak terbiasa menghias diri, saat seperti ini terlihat sangat pangling.


"Cantik, kan dia kan perempuan" jawab Rendra dengan raut wajah tidak suka saat orang lain mengatakan Marisa itu cantik.


"Kenapa wajahmu seperti itu, apa cemburu saat istri mu di bilang cantik sama orang lain" kata sang Bibi sambil tersenyum manis ke arah Marisa.


"Nggak gitu juga, heran saja kenapa semua orang bilang dia itu cantik padahal kenyataan nya seperti harimau sedang kelaparan" kata Rendra dengan nada bicara sangat pelan tetapi masih bisa di dengan dengan baik oleh Marisa.


"Ngomong apa kamu? " kata Marisa berbisik di telinga Rendra sambil mencubit pinggang nya.


Rendra yang merasakan sakit, langsung menatap lekat wajah Marisa dan meminta di lepaskan cubitan nya dengan isyarat.


Marisa pura-pura tidak mengerti dengan isyarat yang di berikan lelaki yang menyebalkan dan sekarang sudah menjadi suaminya.


"Bibi sudah makan belum? " tanya Marisa terhadap sang Bibi sambil tersenyum, dia tidak memperdulikan suaminya yang kesakitan akibat ulahnya.


"Sudah, baiklah semoga kalian menjadi kelurga sakinah mawadah dan warrahmah"ucap Bibi sambil mencium pipi Marisa kiri kanan.


" Terimakasih banyak ya Bi... "jawab Marisa sambil tersenyum manis ke arah sang Bibi.


Setelah kepergian sang Bibi Rendra langsung berkata" kamu itu terlihat manis dan baik di hadapan orang lain tetapi kenapa di hadapan ku seperti singa betina yang kelaparan "kata Rendra dengan nada bicara yang penuh penekan tetapi pelan.

__ADS_1


" Karena kamu pantas untuk di cakar harimau lapar bahkan dia bisa memakan daging mu"kata Marisa di telinga Rendra sambil berbisik, dan perkataan Marisa sudah berhasil membuat Rendra bergidik ngeri.


Setelah beberapa saat, tamu undangan juga sudah sedikit berkurang.


"kapan sih tamu-tamu kamu itu kan habis, aku sudah pegal berdiri terus dari pagi" kata Marisa sambil duduk di atas kursi pelaminan.


"Kalau capek, ya tinggal kamu pergi ke kamar mu kan sudah ada kamar tersedia" jawab Rendra tanpa melihat ke arah Marisa.


Bu Diah yang melihat Marisa seperti kelelahan, dia langsung menghampiri nya.


"Kalau kamu lelah kita ke kamar saja dan istirahat lagipula tamunya sudah berkurang" ajak Bu Diah terhadap Marisa.


"Iya Ma, kaki rasanya pegal sekali " jawab Marisa.


"Ayok istirahat dulu kalau begitu" ajak Bu Diah sambil mengulurkan tangan nya, dan di bantu beberapa orang untuk mengangkat gaun pengantin yang di gunakan Marisa. Dia menerima ukuran tangan dari Bu Diah untuk membantunya untuk menuju kamar.


"Ma, boleh di buka ini baju kan? " tanya Marisa terhadap Bu Diah.


"Buka saja, toh ini sudah sore tamu undangan juga sudah berkurang" jawab Bu Diah.


"Ya sudah aku ganti baju dulu" ucap Marisa, dia minta bantuan dari dua orang petugas weeding untuk membuka riasan pengantin yang terpasang di tubuhnya.


Setelah beberapa saat akhirnya acara ganti baju sudah selesai, para petugas Weeding sudah keluar dari kamar begitu juga dengan Bu Diah.


Tinggal lah Marisa sendiri yang ada di dalam kamar, dia setelah membersihkan tubuh nya lalu naik ke atas tempat tidur dan kakinya selonjoran sebab dia merasakan pegal sekali setelah seharian berdiri.

__ADS_1


Siang telah berganti dengan sore dan sore telah berganti dengan malam, hari ini kehidupan baru Marisa akan segera di mulai. Entah ini awal dari kebahagiaan nya atau sebaliknya dia tidak pernah bisa membayangkan akan seperti apa nantinya, bahkan menyandang status sebagai seorang istri dari Rendra juga tidak pernah terbayang kan sebelum nya.


Meskipun pernikahan ini di dasari atas perjodohan dan perjanjian semata, tetapi dalam hati kecil Marisa dia tidak ingin ada pernikahan lagi setelah ini. Sebab pernikahan bukan lah sebuah hal yang bisa di permain kan setelah mengucapkan janji suci di hadapan sang kuasa di saksikan banyak orang.


Semoga ini awal yang baik bagi dirinya dan juga mentari, setelah cukup lama dia bertarung dengan semua pikiran yang dan sekilas wajahnya angga lewat di pikiran nya. Marisa mengusap wajahnya dengan kasar dan sekarang sudah tidak pantas bagi Marisa untuk memikirkan Angga sebab dia sudah menjadi istri dari Rendra sang duda kaya raya tetapi mulut nya pedas melebihi bon cabai level akhirat.


Tiba-tiba lamunan Marisa buyar saat pintu kamar di ketuk, dan Marisa perlahan turun dari tempat tidur lalu membuka pintu.


Setelah pintu terbuka, terlihat sosok lelaki yang gagah telah berdiri di hadapan nya tetapi ke gagahan nya tidak mampu menghipnotis Marisa.


"Lama sekali buka nya, dan ngapain kamu ngeliatin aku seperti itu, naksir... " kata Rendra sambil masuk ke dalam kamar dan menyenggol bahu Marisa, sampai dia hampir terjatuh akibat ulah Rendra.


Setelah sampai di dalam kamar, Rendra langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Hai kenapa kamu tidak membersihkan tubuh kamu terlebih dahulu dan berganti pakaian, itu pakaian kotor setelah di pakai seharian dan bersentuhan dengan banyak orang" kata Marisa panjang lebar.


"Ahhh, berisik sekali kamu ini bisa nggak diam saja " jawab Rendra.


"Kamu itu jorok, mandi dulu sana! " perintah Marisa sambil menarik kali Rendra.


"Iya, bawel" jawab Rendra sambil bangun, lalu berjalan perlahan untuk segera menuju kamar mandi, setelah beberapa saat Rendra berada di dalam sanah. Marisa naik ke atas tempat tidur lalu merebahkan tubuh nya, dia berusaha untuk memenangkan matanya. Baru juga Marisa terpejam sudah terdengar suara Rendra"Kenapa kamu tidur di atas kasur? nggak lupa kan sama perjanjian yang sudah di tanda tangan "kata Rendra dengan santai sambil mengganti pakaian di hadapan Marisa, seolah dia sengaja melakukan itu semua agar Marisa kesal.


" Aku capek, biarkan malam ini tidur di kasur janji deh besok nggak "kata Marisa sambil menarik selimut untuk menutup tubuhnya lalu memejamkan matanya.


" Enak saja kamu ngomong, perjanjian ya tetap perjanjian "kata Rendra sambil menarik selimut yang menutup tubu Marisa.

__ADS_1


" Kamu itu ta, nggak bisa ngalah sedikit saja terhadap perempuan "kata Marisa kesal.


Akhirnya Marisa mengalah, dia membawa selimut dan juga bantal untuk segera tidur di atas sofa. Sebab dia sudah merasakan lelah yang luar biasa setelah seharian berdiri melayani para tamu undangan yang datang.


__ADS_2