Janji Di Atas Ingkar

Janji Di Atas Ingkar
Part 24


__ADS_3

Rendra dan juga keluarga kecilnya sudah sampai di rumah mereka, Marisa membawa ketiga anaknya untuk keluar dari dalam kendaraan.Setelah membangunkan ketiga anaknya, ketika anaknya tertidur selama di dalam perjalanan.Sebab perjalanan mereka yaitu di malam hari, dan menempuh perjalanan yang lumayan lama.


Setelah sampai di rumah, Rendra langsung menuju kamarnya tanpa memperdulikan Marisa dan ketiga anaknya.


Di saat Marisa ingin segera mengantarkan ketiga anaknya ke kamarnya, dia dikagetkan oleh sang nenek yang memanggil.


"Iya, Nek"jawab Marisa sambil menoleh ke arah sumber


"Kenapa kalian sudah pulang, bukannya baru satu malam di sana kan aturan 1 minggu? "tanya nenek Kamila terhadap Marisa.


"Nggak tahu, Rendra ngajak buru-buru pulang katanya banyak pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan "jawab Marisa dengan jujur, sebab alasan Rendra mengajak mereka pulang yaitu pekerjaan.


"Pekerjaan macam apa yang tidak bisa ditinggalkan!" kata sang nenek dengan heran, ternyata Rendra itu sekarang tidak bisa diatur.Padahal sang Nenek sudah mempersiapkan acara liburan keluarga kecil itu, agar semakin dekat dan saling mengenal satu sama lain.Bahkan sang Nenek berharap bahwa pulang dari liburan akan menambah cicit untuknya.Agar rumah ini terasa semakin ramai, dia tidak mau Rendra hanya memiliki dua anak seperti dirinya.


"Aku nganterin anak-anak dulu ya Nek ke dalam kamar mereka sudah ngantuk sepertinya lelah juga di dalam perjalanan "kata Marisa meninggalkan sang Nenek yang masih berdiri di dekatnya.


"Iya, silakan ,Nenek juga mau nyamperin si cucu durhaka itu "kata sang Nenek sambil pergi berlalu untuk segera menuju kamarnya.

__ADS_1


Nenek Kamila berjalan dengan cepat untuk segera bertemu dengan Rendra, dan menanyakan alasannya kenapa dia pulang secepat ini, padahal baru satu malam tinggal di sana.


Setelah berdiri di depan pintu kamar Rendra, nenek kamilah tanpa permisi terlebih dahulu dia langsung membuka pintu kamar tersebut. Dan terlihat dengan jelas Rendra sedang duduk di sofa,sambil menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.


Tanpa basa-basi lagi Nenek Kamila langsung menjewer kuping cucu kesayangannya, sambil berkata "Dasar anak nakal ya kamu itu tidak nurut sekarang sama Nenek, sudah di persiapkan semuanya kenapa kamu pulang!" kata sang nenek sambil menarik telinga Rendra dengan keras.


"Ampun, nek, jangan tarik telingaku nanti putus "kata Rendra sambil berusaha melepaskan tangan sang nenek dari telinganya.


"Kalau kamu tidak mau dijewer, kenapa tidak menuruti semua keinginan Nenek lagian pekerjaan seperti apa yang membuat kamu harus pulang, bukannya semua pekerjaan sudah diurus sama si Bagas. "jawab sang Nenek sambil terus menjewer telinga.


"Yakin kamu karena itu bukan karena hal lain yang membuat kamu tidak nyaman di sana! "tanya sang Nenek berusaha mencari kebenaran dari sang cucu.


"Untuk apa juga aku berbohong, sebetulnya aku juga ingin berlibur dan bersantai menghilangkan rasa lelah yang ada.Selama ini hanya bekerja dan bekerja "bohong Rendra terhadap sang Nenek, padahal dia mengajak Marisa pulang atas dasar alasan yang lain Bukan karena pekerjaan penting.


"Awas aja kamu ketahuan berbohong, rasakan nanti akibatnya dari kebohongan kamu!" ancam sang nenek terhadap Rendra, lalu sang Nenek melepaskan tangannya dari telinga Rendra.Lalu berjalan keluar dari kamar tersebut meninggalkan sang cucu yang mengusap-ngusap telinganya merasa kesakitan.


Setelah kepergian sang nenek, Rendra berbicara sendiri.

__ADS_1


"Ini semua gara-gara kamu Marisa, kalau saja kamu tidak menggodaku pada pagi itu. Mungkin ini semua tidak akan terjadi dan aku tidak akan pernah menyentuhmu, dan melanggar sumpahku"Rendra bicara dalam hati.


Setelah beberapa saat dia menggerutu sendiri di dalam kamar, dan mengutuk atas kebodohan dirinya sendiri.Bahwa dia sampai lupa dengan perjanjian yang tertulis di surat itu, bahwa dia tidak akan tertarik dan tidak akan pernah menyentuh Marisa dalam keadaan apapun.


Kenapa dia yang membuat perjanjian itu, tetapi dia yang melanggarnya.Sungguh dia merasa sangat malu terhadap Marisa, apalagi Bagas sampai tahu bahwa dia sudah menyentuh Marisa tanpa sadar.


Di saat Rendra sedang melamun dan mengutuk dirinya sendiri, pintu kamar terbuka ternyata yang membuka adalah Marisa.


Dengan santainya Marisa berjalan masuk ke dalam kamar, lalu dia mengambil handuk terus menuju kamar mandi untuk berganti pakaian dengan pakaian tidurnya.


setelah beberapa saat Marisa berada di dalam kamar mandi, lalu dia keluar dengan mengenakan pakaian tidur yang menampakan belahan dadanya.


Rendra yang melihat itu tanpa bisa mengendalikan dirinya, dia berusaha mengalihkan pandangannya ke arah lain tetapi fokusnya tetap ke sana.Padahal Marisa tidak menyadari apa yang dilihat Rendra terhadap dirinya.


Setelah menyisir rambutnya, Marisa langsung naik ke atas tempat tidur lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.Tanpa memperdulikan Rendra yang sedang gelisah, sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Rendra yang sudah tidak tahan lagi mengendalikan hasratnya, dia lebih memilih keluar kamar agar tidak melakukannya yang kedua kali.

__ADS_1


__ADS_2