
Rendra membawa Marisa berkeliling untuk mencari rujak yang diinginkan oleh sang istri.Tetapi di setiap tukang rujak Marisa selalu berkata bukan ini yang dia mau, sehingga mengakibatkan Rendra merasa pusing dibuatnya dengan tingkah Marisa pada saat ini.
"Rujak seperti apa sih yang kamu mau?"tanya Rendra sambil menatap Marisa dengan kesal.
"Aku kan sudah bilang mau rujak mangga muda, jadi tadi di setiap tukang rujak yang kita kunjungi tidak ada mangga muda semuanya,untuk apa aku membeli itu semua orang aku nggak mau makan itu "kata Marisa dengan wajah cemberut.
"Kita udah muter-muter ini belum menemukan juga apa yang kamu inginkan, memangnya tidak bisa diganti apa keinginanmu itu makan kacang panjang kek atau kol atau wortel itu kan bisa dimakan juga "
"Kamu itu ngeledek ya! itu kan bukan bahan rujak kenapa juga aku harus makan itu,kecuali mau bikin bala-bala atau rumba baru aku beli kacang panjang sama kol "jawab Marisa dengan kesal sambil melipatkan kedua tangannya di dada lalu pandangannya ke arah luar jendela mobil, dia sambil cemberut dan tidak mau ngomong lagi sama Rendra.
" Ya sudah jangan cemberut seperti itu, nanti aku tidak bisa mengendalikan hasratku jika melihat kamu seperti itu.Ini lagi di jalan bisa-bisa bahaya lagi nanti kamu kubawa ke hotel lagi bukan mencari rujak "jawab Rendra sambil melajukan kembali kendaraannya, untuk mencari tempat yang menjual rujak mangga muda sesuai dengan keinginan sang istri titik meskipun Rendra juga merasa kesal dan pusing atas permintaan Marisa, tetapi pria itu selalu mencari agar segera mendapatkan yang jualan rujak tersebut.
"Dasar otak mesum"kata Marisa dengan nada bicara judes, tanpa melihat ke arah Rendra.
"Tapi kamu suka kan aku mesum sama kamu" goda Rendra terhadap Marissa, tetapi Marisa tidak menghiraukan perkataan Rendra.Dia masih fokus ke luar jendela sambil menata pepohonan yang menari-nari akibat ditiup oleh tiupan angin di siang hari ini.
Rendra menghentikan kendaraannya tepat di depan yang menjual rujak,tetapi di sana sudah tidak terlihat masih ada jualannya.
Rendra segera turun dari kendaraannya tanpa berpamitan terlebih dahulu sama Marisa.
__ADS_1
"Pak,jual rujak mangga muda tidak?"tanya Rangga terhadap penjual tersebut.
"Rujaknya sudah habis, bisa kembali lagi ke sini besok pagi"jawab sang penjual rujak tersebut sambil menatap ke arah Alan yang masih berdiri di hadapan nya.
"Apa Bapak tahu penjual rujak yang lain di dekat sini?" tanya Rangga terhadap orang tersebut.
" Ada juga di sebelah sana, coba saja periksa ke sana siapa tahu masih ada biasanya dia mangkal dimulainya dari jam satu siang sampai malam"jawab Bapak penjual rujak sambil menunjuk ke arah di mana tempat penjual yang lain.
"Terima kasih banyak ya pak saya permisi terlebih dahulu semoga rujaknya masih ada, istri saya sepertinya ngidam?" kata Rendra sambil tersenyum tipis ke arah Bapak tersebut.
"Sama-sama semoga bisa menemukan rujak sesuai keinginan istrinya" jawab sang penjual rujak.
Rangga dengan gerakan cepat dan langkah lebarnya, langsung segera masuk ke dalam kendaraan dan menyalakan kembali mesin kendaraannya lalu menginjak gas dengan perlahan.Dengan harapan penjual rujak terakhir,yang akan mereka kunjungi adalah benar-benar ada sesuai dengan keinginan Marisa yang tidak masuk di akal menurutnya.
Marisa juga turun dari dalam kendaraan dia mengikuti langkah suaminya, setelah berada tepat di depan penjual rujak.Marisa duduk di salah satu kursi yang sudah disediakan di tempat tersebut, lalu dia melihat ke sekeliling tempat tersebut.Tempat yang sangat indah nyaman dan adem untuk nongkrong-nongkrong sebentar di tempat ini.
"Pak, pesan rujaknya dua porsi tapi mangga muda semua!"kata Rangga terhadap penjual rujak tersebut yang sedang melayani pembeli yang lain.
"Untuk rujak mangga mudanya sudah habis, Pak, tinggal adanya ini silakan dilihat apakah ini mau yang ini saja atau bagaimana?" tanya sang penjual rujak terhadap Rangga sambil menunjukkan bahan-bahan rujak yang masih ada.
__ADS_1
"Istri saya maunya mangga muda tidak mau yang lain "jawab Rendra.
"Kalau mau mangga mesti metik dulu dari pohonnya, paling juga besok soalnya hari ini saya masih jualan.Biasa metiknya itu kalau setelah selesai jualan dan warung tutup "kata penjual rujak tersebut.
"Memangnya pohon mangganya jauh ya dari tempat ini?" tanya Rendra.
"Itu di belakang rumah ada pohonnya, jadi bisa metik sih sekarang juga kalau warungnya lagi sepi tapi ini lagi banyak pembeli nggak bisa ditinggalin" jawab penjual rujak sambil melayani pembeli yang lain.
percakapan antara penjual rujak dan Rendra mampu didengar jelas oleh Marisa, sehingga perempuan itu bangkit dari duduknya lalu mendekat ke arah sang suami yang sedang berbincang dengan sang penjual.
"Pak kalau suami saja yang manjat pohon mangganya boleh tidak?"tanya Marisa terhadap Bapak penjual rujak.
"Kamu itu ngomong apa sih! mana bisa aku manjat pohon mangga"Rendra menimpali ucapan yang keluar dari bibir sang istri.
"Boleh aja Neng,kalau memang mau metik sendiri, silakan masuk lewat arah sana! pohon mangganya ada di belakang rumah" kata sang penjual rujak sambil menunjukkan arah di mana pohon mangga tersebut.
"Kamu itu sudah gila ya menyuruhku manjat pohon mangga, yang ada bukan mangga yang aku dapatkan tapi aku masuk rumah sakit dan kamu akan menjadi janda akibat aku jatuh dari pohon mangga "kata Rendra berbicara sambil mengeratkan giginya, mendekat ke arah telinga sang istri agar tidak terdengar oleh sang penjual rujak tersebut. Hari ini dia sudah berhasil di buat kesal oleh sang istri.
"Daripada kita harus mencari ke tempat lain, belum tentu juga di tempat lain ada.Lebih baik kamu manjat saja, lagi pula masa laki-laki nggak bisa manjat pohon mangga aneh, kalau saja enggak ada kamu aku pasti bisa manjat sendiri tuh pohon mangga.Sebab sedari kecil aku hobinya manjat-manjat pohon mangga milik tetangga" jawab Marisa sambil berbisik.
__ADS_1
Dengan berat hati dan rasa terpaksa, Rangga pun berjalan dengan tertatih menuju ke belakang rumah untuk segera mengambil mangga sesuai dengan keinginan Marissa. Meskipun dalam hatinya dia ingin teriak dan memaki Marisa, tetapi kali ini dia tahan agar tidak mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hati perempuan itu.Sebab Rendra hari ini sudah melihat Marisa kadang tersenyum kadang cemberut moodnya sedang tidak baik-baik saja.
daripada berdebat atau bertengkar lebih baik Rendra yang mengalah untuk saat ini.