
Marisa dan juga Rendra sudah berada di atas tempat tidur, Rendra merasa puas sekali dengan permainannya malam ini.Meskipun Marisa tidak menikmatinya tetapi dia merasakan kepuasan tersendiri atas apa yang dia lakukan terhadap Marisa, setidaknya dia berhasil membuat perempuan itu kesal dan marah terhadap dirinya.Selama ini Marisa tidak pernah marah dan kesal diperlakukan seperti apapun oleh dirinya, dengan cara seperti inilah Rendra sudah berhasil membuat Marisa ngomel-ngomel dan mengutuk dirinya.
Marisa tertidur dengan memunggungi Rendra, setelah beberapa saat Rendra melirik ke arah Marissa sepertinya sudah tertidur pulas. Rendra perlahan bangkit dari atas tempat tidur lalu segera menuju kamar mandi, untuk segera membersihkan tubuhnya.Sebab dari tadi dia belum membersihkan tubuhnya, dia menunggu Marisa tidur terlebih dahulu.
Rendra keluar dari kamar mandi, lalu naik kembali ke atas tempat tidur dan dia mendekatkan tubuhnya ke arah Marisa dan memeluk perempuan itu dari belakang. Tujuannya yaitu hanya satu ingin membuat Marisa lebih kesal terhadap dirinya, itu yang dia pikirkan padahal dalam hati kecilnya dia sudah mulai tertarik pada perempuan itu dan tidak ingin jauh sedikitpun.
Marisa yang merasakan ada tangan yang melingkar di pinggangnya, lalu dia membuka mata dengan perlahan dan memindahkan tangan Rendra dari pinggangnya agar terlepas.Sebab dia merasa engap sekali apa yang dilakukan Rendra terhadap dirinya, bukan hanya itu dia juga sangat kesal dan marah terhadap laki-laki yang sudah memaksakan kehendaknya.
"Jauhkan tanganmu dari pinggangku, jangan pernah mengganggu tidur orang!"kata Marisa dengan nada bicara yang sangat ketus, tetapi hal itu membuat Rendra semakin gemes melihat wajah Marisa yang marah terhadapnya.
"Marahmu itu menambah gairahku, jadi usahakan kamu itu jangan marah-marah terus jika hal tadi tidak ingin terulang lagi untuk saat ini, sebab kemarahanmu adalah sudah membangkitkan hasratku untuk selalu melakukan dan melakukannya lagi terhadap dirimu"kata Rendra sambil memainkan rambut Marisa.
"Dasar laki-laki jahat tidak punya hati tidak punya perasaan"maki Marissa, tetapi hanya diucapkannya di dalam hati titik sebab dia tidak mau hal tadi terulang kembali, sebab saat ini saja dirinya sudah merasa kelelahan atas apa yang dilakukan oleh Rendra.Dengan rasa marah dan juga jengkel yang ada di hatinya, dia berusaha menahan kemarahan tersebut.Agar tidak membangkitkan kembali hasratnya Rendra untuk mengulang permainan panas lagi,akhirnya Marisa pura-pura tertidur dan tidak menghiraukan apa yang dilakukan Rendra untuk dirinya.
Waktu bergulir begitu cepat, Marisa tanpa terasa sudah tertidur dengan pulas di dalam pelukan Rendra.Begitupun Rendra dengan nyamannya memeluk tubuh mungil sang istri, yang dikatakannya selalu tidak membuat dirinya tertarik kepada wanita itu.Padahal nyatanya Rendra sudah candu terhadap wanita itu, bahkan sedetik pun dia tidak ingin melepaskan pelukannya dari Marisa.
Keesokan harinya.
Rendra sudah berada di dalam kamar mandi, dia masuk terlebih dahulu. Marisa masih merapikan tempat tidur, terdengar suara teriakan memanggil namanya.
"Marisa tolong ambilkan handuk, tadi aku lupa membawanya! "panggil Rendra terhadap Marissa, dia meminta untuk diambilkan handuk.
"Kamu itu seperti mentari saja setiap pergi ke kamar mandi selalu lupa membawa handuk, apa kamu sudah pikun apa yang harus dibawa ke kamar mandi "jawab Marisa dengan nada bicara yang kesal titik dia melepaskan tangannya yang sedang merapikan tempat tidur, lalu menuju ke tempat penyimpanan handuk.Lalu berjalan kembali untuk segera menuju kamar mandi,di mana sang suami sudah menunggu nya.
__ADS_1
"Ini handuknya "kata Marisa sambil berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Buka saja! tidak dikunci itu teriak" teriak Rendra dari dalam kamar mandi.
Marisa mendorong pelan pintu kamar mandi dengan perlahan, lalu dia memasukkan tangannya ke dalam kamar mandi sedangkan tubuhnya masih berada di luar.
Tanpa Marisa duga, ternyata Rendra menarik tangannya dan akhirnya Marisa pun ikut terjebak di dalam kamar mandi.
Ternyata ini hanya sebuah akal-akalan Rendra, untuk bisa mandi bersama Marisa.
"Apa-apaan ini! "kata Marisa dengan nada bicara yang sedikit meninggi dan membulatkan matanya saat melihat Rendra tidak mengenakan pakaian.
Rendra mendekatkan tubuhnya ke tubuh Marisa, hingga akhirnya terpojok di dinding kamar mandi.
"Kita akan bermain air di pagi hari, sepertinya asik "jawab Rendra sambil mendekatkan bibirnya ke bibir Marisa.Lalu dia ********** dengan rakus, ternyata bibir wanita itu sudah menjadi candu untuk Rendra.
Sungguh mendapatkan kepuasan bagi keduanya,dan setelah mencapai puncak kenikmatan bersama dan untuk yang kesekian kalinya Rendra menanam benih di rahim Marisa.
"Terimakasih"kata Rendra sambil mencium kening Marisa dan melanjutkan kembali ritual mandinya, bersama sang istri.
Setelah cukup lama keduanya berada di dalam kamar mandi dan melakukan ritualnya di sana, akhirnya keduanya keluar dalam keadaan sudah bersih.
Rendra dan juga Marisa segera berganti pakaian, sebab ritual pagi-pagi di keluarga ini adalah sarapan bersama anggota keluarga yang lain.Kali ini keduanya sudah terlambat untuk menuju ruang makan, sebab gara-gara Rendra tadi akhirnya mereka lupa bahwa keduanya sudah ditunggu di dapur.
__ADS_1
"Cepetan jangan lelet pasti nanti Mama ngomel-ngomel kalau kita telat "kata Marissa terhadap Rendra yang sedari tadi baru saja mengenakan kaos, padahal laki-laki itu sebenarnya tidak ribet menggunakan pakaian.
"Ya biarin aja mereka menunggu nanti kalau Mama nanya ,kamu tinggal jawab habis mencetak cucu untuk kalian jadi wajarlah kalau telat "jawab Rendra sambil menatap ke arah Marisa, dia berbicara seperti itu seolah tidak bersalah dan ucapannya itu benar.
Perkataan Rendra sudah berhasil membuat Marissa jengkel.
"Kamu itu kalau ngomong bisa disaring nggak sih?kan di sana banyak anak-anak masa ngomong seperti itu , tidak mencerminkan ayah yang baik bagi anak-anak.Dasar otak mesum "kata Marisa sambil menghentakan kaki lalu berjalan keluar kamar.
Setelah Marisa keluar dari kamar, akhirnya Rendra juga mengikuti langkah sang istri untuk segera keluar dari kamarnya.Dan menuju ruang makan di mana sudah ditunggu oleh anggota keluarga yang lainnya, termasuk anak-anak mereka juga sudah menunggunya di sana.
Terlihat dari kejauhan, seluruh anggota sudah mengumpul di ruang makan.
Marisa terus berjalan untuk segera menuju di sana, setelah sampai di sana dia menyapa kedua orang tuanya dan juga nenek yang sudah duduk di sana.
"Rendra mana?" tanya sang Nenek terhadap Marisa.
"Aku ada,Nek, jangan khawatir nggak akan kabur juga "jawab Rendra dari belakang Marisa lalu menari kursi di samping sang istri dan duduk.
Marisa juga duduk di samping sang suami.
"Apa kamu sedang sakit? kenapa wajahmu pucat seperti itu?"tanya sang Nenek sambil menatap lekat wajah Marisa.
"Aku baik-baik saja,Nek, hanya saja merasa lelah mungkin butuh istirahat "jawab Marisa.
__ADS_1
"Kamu apakan Marisa sampai merasa kelelahan seperti itu? "tanya sang Nenek sambil menatap lekat wajah Rendra.
"Aku tidak ngapa-ngapain, Nek,mungkin saja karena kemarin habis main terlalu lama dan itu efeknya ke bawah sampai sekarang.Jadi nggak usah khawatir"brendra dengan santainya oma sambil mengisi piringnya dengan menu sarapan pagi ini titik sedangkan Eva yang menyaksikan itu semua dia ngedumel dalam hati, dia sudah curiga bahwa Marisa sudah mempunyai tanda-tanda kehamilan.Sebab akhir-akhir ini Marisa sering lelah dan pusing.