Janji Di Atas Ingkar

Janji Di Atas Ingkar
Part 22


__ADS_3

Keesokan harinya.


Telah terjadi adegan panas antara Marisa dan juga Rendra tadi pagi, pagi ini Rendra menjadi pendiam dia tidak berbicara apapun terhadap Marisa.Yang biasanya apa yang dilakukan Marisa itu selalu salah di mata Rendra, tetapi kali ini Rendra enggan untuk berbicara apapun terhadap Marissa.Bahkan saat marisa saat tidur bersamanya di atas kasur yang sama, Rendra tidak menghiraukannya dia bersifat acuh bahkan menghindari untuk menatap Marisa.


Bahkan di saat sarapan pagi pun, Rendra tidak ikut bersama mereka.Hanya Marisa dan anak-anak yang melakukan sarapan bersama.


Setelah sarapan rencananya mereka akan bermain-main di pantai, sebab itu adalah rencana mereka berlibur ke tempat ini yaitu untuk membuat anak-anak mereka merasa bahagia di saat libur sekolah.


Ketiga anak itu sudah tidak sabar ingin segera pergi ke pantai, tetapi Rendra entah kenapa dia mengulur-ngulur waktu.


"Bu, ayo cepetan berangkat!" ajak Yasinta terhadap Marissa.


"Iya, tunggu sebentar ayahmu tuh coba ajakin jangan di dalam kamar terus" jawab Marisa terhadap Yasinta, dia menyuruh sang anak agar memanggil ayahnya yang masih berada di dalam kamar terus.


Setelah beberapa saat Yasinta lari pergi ke kamar sang ayah, untuk memanggilnya karena dia sudah tidak sabar ingin bermain pasir dan ombak.


Yasinta telah kembali.


"Mana Ayahmu? "tanya Marisa terhadap Yasinta.

__ADS_1


" Ayah bilang, pergi saja duluan nanti nyusul "jawab Yasinta terhadap sang Ibu.


"Ya sudah, kalau begitu kita berangkat sekarang,untuk bersenang-senang biarkan ayahmu mengurung di dalam kamar.Siapa tahu nanti kalau kita pulang telurnya banyak deh"kata Marisa sambil tertawa kecil dan mengajak anak-anaknya untuk pergi ke pantai,dan bersenang-senang di sana.


Akhirnya Marisa dan ketiga anaknya pergi ke pantai untuk bersenang-senang, tanpa Rendra ikut bersama mereka.Entah apa yang dilakukan orang itu di dalam kamar, sejak kejadian tadi pagi dia menjadi pendiam dan murung.


Setelah beberapa saat Marisa dan anak-anaknya, sudah berada di pantai.


Ketiga anak itu berlari-lari di pinggir pantai sambil tertawa kegirangan, karena impian mereka untuk berlibur di pantai sudah terlaksana.Ini adalah liburan yang diimpikan Yasya dan Yasinta berikut juga dengan mentari.


Marisa mengingatkan ketiga anak itu, agar selalu berhati-hati.Karena kita tidak bisa memprediksi kapan gelombang besar itu akan menghempas, ketiga anak tersebut merasa kegirangan dan dia mengajak Marisa untuk berenang di pantai.


"Kalian saja,Ibu liatin dari sini tapi awas hati-hati, jangan jauh-jauh nanti terbawa arus!"Marisa memperingatkan tiga anaknya untuk selalu berhati-hati.


"Baik,Bu, kami akan berhati-hati"jawab mereka bertiga dengan bersamaan, setelah menjawab Marisa ketiga anak tersebut berlari kembali bermain ombak di tepi pantai.


Marissa yang melihat ketiga anaknya merasa bahagia,dia pun ikut merasakan bahagia.


setelah cukup lama mereka berada di pinggir pantai, matahari pun semakin tinggi rasa panas sudah terasa di kulit mereka. Sedangkan Rendra tidak muncul juga untuk menemui mereka yang sedang bermain di pinggir pantai, entah apa yang dilakukan orang itu sehingga tidak menyusul mereka ke pantai.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Marisa mengajak ketika anaknya untuk menyudahi bermain ombak dan pasir.Sebab waktu sudah siang dan sudah terlalu lama juga mereka bermain di pantai.


Marisa mengajak ketika anaknya untuk menyudahi bermain-main di pinggir pantainya, ketiga anak tersebut mengikuti langkah Marissa untuk segera kembali ke tempat mereka menginap.Sebab hari sudah semakin siang rasa panas sudah terasa di kulit seperti dibakar.


Di saat mari saya sedang berjalan mengikuti ketiga anaknya dari belakang, dia melihat seseorang yang sudah tidak asing lagi baginya.


Marisa menghentikan langkahnya dan meneliti,benar atau salah orang yang dilihatnya.


Setelah cukup lama dia melihat orang tersebut, dan ternyata benar orang itu adalah orang yang dia.


Seperti yang terlihat oleh Maris ya, orang tersebut sedang berantem antara laki-laki dan perempuan.Entah itu apa yang di berantem kan, marisa juga tidak berani menegur mereka.


Setelah yakin Marisa melanjutkan kembali langkahnya dan mengikuti anak-anaknya untuk segera masuk ke dalam penginapan.


Tanpa Marisa duga ternyata orang tersebut menyadari keberadaan Marisa dan memanggil namanya, Marisa menghentikan langkahnya kembali dan melihat ke orang tersebut.


Setelah menghentikan langkahnya sejenak, lalu Maris melanjutkan langkahnya kembali.Karena dia tidak mau berurusan lagi dengan orang tersebut,bagi Maris sudah berakhir dan tidak ingin terikat kembali dengan orang-orang seperti mereka.


Tanpa Marisa duga ternyata kedua orang tersebut mengejar nya, sampai pada akhirnya Marisa menghentikan langkahnya kembali.

__ADS_1


"Ternyata kalian di sini juga? "kata Marisa terhadap kedua orang tersebut,sambil tersenyum getir melihat kedua orang tersebut.Yang dulu sangat Marissa percayai bahwa mereka adalah sahabat terbaik,dan ternyata hanya seorang penghianat.


__ADS_2