
"Kalau memang kamu adalah pengusaha muda yang terkenal untuk apa masih mengelola toko bunga milik orang lain, silakan kamu bawa istri kamu dari sini.Karena toko bunga ini adalah milik saya bukan dia "kata perempuan itu sambil menunjuk wajah Marisa.
" Mana buktinya jika memang kamu itu pemilik yang sesungguhnya? "tanya Rendra terhadap Alina.
" Tidak perlu bukti, dia sudah tahu ini milik siapa "ucap Alina sambil menatap tajam wajah Marisa.
" Mana bisa seperti itu, harus ada bukti konkret yang menunjukkan kepemilikan "
Marisa tidak menjawab apapun, dia hanya diam melihat Alina seperti itu. Bagi dia tidak ada gunanya meladeni orang gila seperti itu. Rendra yang kesal melihat nya, ko ada perempuan yang tiba-tiba mengaku bahwa toko itu miliknya. Selama ini Rendra belum tahu apapun, dengan apa yang terjadi di masa lalu Marisa dan itu awalnya dia tidak perduli. Dengan kejadian seperti ini menjadikan nya penasaran dengan yang terjadi, dia belum berani bertanya pada Marisa di sini soal perempuan yang mengaku pemilik toko.
"Udah lah, Mas... nggak usah di ladenin dia hanya orang gila yang terobsesi ingin memiliki hak orang lain" kata Marisa sambil menarik tangan suaminya, di ajak masuk ke dalam toko.
"Eh tunggu dulu! " kata Alina sambil mencekal tangan Marisa sebelah kiri.
"Lepaskan tidak! " perintah Rendra sambil menatap tajam Alina, melihat reaksi Rendra seperti itu membuat dia sedikit takut lalu melepaskan nya.
__ADS_1
"Urusan kita belum selesai, tunggu pembalasan ku! " ancam Alina.
"Pergi dari sini! sebelum ku teriakin maling, jangan pernah berani kembali lagi ke sini. Jika masih sayang dengan nyawamu"ucap Rendra dengan penuh penekanan.
Alina pergi begitu saja, sambil mengucapkan sumpah serapah untuk Marisa. Dia memang perempuan aneh, sendiri nya yang sudah merebut kebahagiaan Marisa tapi kenapa dia yang marah.
Marisa dan Rendra sudah berada di dalam toko, kedua nya berada di ruangan yang sempit tapi itu cukup untuk istirahat Marisa saat berada di toko. Ini pertama kalinya Rendra masuk ke ruangan ini, awalnya dia nggak niat ikut masuk hanya ingin mengantarkan nya sampai depan. Karena ada tamu tak di undang jadilah Rendra ikut masuk, di tarik oleh Marisa agar tidak terus meladeni perempuan gila.
Setelah cukup lama mereka saling diam, dan berada di dalam pikiran masing-masing. Akhirnya Rendra membuka suara.
" Itu Alina, Mama sambung nya Mentari"jawab Marisa dengan nada datar dan pandangan lurus ke depan.
"Jadi dia yang menjadi orang ketiga di dalam rumah tangga kamu? "
Marisa mengangguk dengan pelan, sambil menahan rasa perih yang ada di hatinya. Selama ini dia berusaha untuk tetap kuat dan bersikap masa bodo, tetapi saat melihat Alina hadir kembali di kehidupan Marisa dan rasa sakit itu terasa kembali.
__ADS_1
"Kamu masih mencintai Ayah nya Mentari?"
"Di hidupku sudah tidak ada lagi cinta untuk orang lain selain cinta terhadap anak-anak ku, pada akhirnya semua akan menghianati kecuali anak yang di rawat dan di besarkan dengan penuh kasih sayang" jawab Marisa dengan nada lembut, tapi Rendra tahu betapa pedihnya hati Marisa saat di hianati oleh orang yang sangat di percaya.
"Kita mempunyai masa lalu yang sama, yaitu sama-sama di tinggal pergi oleh orang yang sangat kita cintai. Bedanya kamu masih bisa melihat dia, sedangkan aku tidak. Pada saat itu aku marah dan benci sama Tuhan.Mengapa dia mengambil yang sangat aku cintai padahal ada dua malaikat kecil yang sangat butuh sosok ibu, bertahun-tahun tidak bisa menerima kenyataan dan takdir yang telah di gariskan terhadap sang kuasa. Sampai pada akhirnya kita di jodohkan, awal dari perjodohan itu niat ku sudah buruk terhadap kamu, tetapi seiring berjalan nya waktu. Rasa cinta untuk Ibunya Yasinta dan selalu menyalahkan takdir mulai terkikis, di saat kehadiran kamu.Dan sekarang aku sangat sadar ternyata Tuhan sangat baik di saat mengambil sesuatu yang sangat di cintai, maka akan di gantikan lagi dengan yang lain dengan versi yang berbeda yaitu kamu"kata Rendra sambil menatap lekat wajah Marisa. Ini untuk pertama kali mereka bicara berdua dengan menggunakan hati mereka, tidak ada lagi pertengkaran seperti biasanya.
Marisa tidak menyangka ternyata Rendra seorang lelaki yang sangat setia, beda lagi dengan laki-laki di luar sana. Yang selalu tebar pesona terhadap kaum perempuan apalagi di sertai dengan kekayaan yang di miliki. Beda lagi dengan Rendra yang mampu menolak banyak wanita, hanya tidak ingin menghianati orang yang sangat di cintainya, padahal itu sudah beda alam.
"Ya sudah jangan sedih lagi" kata Rendra sambil mengusap kepala sang istri lalu menatap wajah nya dengan rasa cinta yang mulai tumbuh.
Marisa mengangguk, seketika hatinya menghangat saat mendapatkan sentuhan dari sang suami. Berharap ini bukan mimpi, tidak ada lagi Rendra yang suka marah-marah dang berkata kasar terhadap dirinya. Sekuat apapun Marisa dia tetap seorang perempuan yang terdapat sisi rapuhnya.
"Katanya mau ke kantor" kata Marisa dia mengalihkan pembicaraan yang sedikit melow ini.
"Ya sudah kalau begitu, berangkat dulu. Jangan mikirin yang nggak penting ingat ada anak yang sangat membutuhkan ibunya, jika nanti sakit gara-gara ngelamun kasihan mereka" pesan Rendra terhadap sang istri.
__ADS_1
Setelah berkata seperti itu, dia langsung keluar dari ruangan yang sempit itu begitu juga dengan Marisa mengantar suaminya sampai ke depan. Hingga beberapa saat kendaraan yang di gunakan Rendra sudah tidak terlihat lagi, Marisa pun balik badan ingin masuk kembali tetapi dia di kagetkan oleh orang yang berdiri tegak di hadapannya. Betapa terkejutnya Marisa dengan kehadiran orang tersebut, dan jarak keduanya sangat dekat.