Janji Di Atas Ingkar

Janji Di Atas Ingkar
Part 12


__ADS_3

Pagi hari


Tubuh marisa terasa sakit sekali, ternyata tidur di atas sofa tidak senyaman di atas kasur.


Dia mengerjapkan mata lalu melihat ke sekeliling ruangan, dan terlihat seorang lelaki telah tertidur pulas di atas kasur dengan bunyi dengkuran yang sangat keras.


"Untung saja aku tidur di sofa jadi tidak terlalu berisik dengan suara dengkuran itu " ucap Marisa dalam batin.


Dia merenggang kan otot-otot tubuh nya, lalu bangun dan segera melipat selimut untuk segera di rapih kan.


Setelah merapihkan sofa yang di gunakan nya untuk tidur, Marisa segera menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuh nya.


Setelah beberapa saat dia sudah selesai dengan ritual di kamar mandi, dia langsung keluar berjalan perlahan untuk mengambil baju ganti.Setelah berganti pakaian perut Marisa bunyi,dan ternyata belum makan dari semalam.


Marisa melihat ke setiap sudut ruangan tidak ada yang bisa di makan, mau beli tetapi dia lupa membawa uang.


"Astaga kenapa kamu tidak bisa di ajak kerjasama sih, aku nggak membawa uang kenapa juga kamu harus minta makan" Marisa berbicara sendiri sambil mengusap perutnya.


Dia duduk kembali di atas sofa, sebab bingung harus melakukan apa sedangkan Rendra masih tertidur seperti kerbau. Padahal ini hari sudah siang, dan harus segera pulang ke rumah agar anak-anak tidak terlalu lama di tinggal.


Perut Marisa sudah tidak bisa di ajak kerjasama lagi, dia tidak tahu harus cari makan di mana dan jalan satu-satunya membangunkan Rendra.


Marisa berjalan perlahan ke arah tempat tidur di mana Rendra masih pulas tertidur, Marisa duduk di tepi ranjang lalu menggoyangkan kaki Rendra tetapi tidak ada respon sedikitpun.


Di ulangi di bagian tangan agar Rendra cepat bangun tetapi tetap sama saja orang itu masih tertidur pulas"Ini orang tidur atau mati sih sampai nggak tahu ada orang yang membangunkan nya"gerutu Marisa.


Marisa tidak menyerah dia terus mengguncang kan tubuh Rendra, hingga pada akhirnya dia merasa terganggu.


"Ada apa sih, Ma...masih ngantuk" kata Rendra dengan suara khas bangun tidur tanpa membuka mata terlebih dahulu.

__ADS_1


"Aku Marisa buka Mama mu" kata Marisa sambil menarik kaki Rendra.


"Astaga ngapain kamu di kamar saya" kata Rendra dengan wajahnya yang terkejut, langsung duduk dan perasaan nya belum kumpul sepenuhnya.


"Nggak udah sok kaget seperti itu, kita kemarin sudah menikah dan ini di kamar hotel" jawab Marisa.


"Terus ngapain kamu bangunin saya, atau kamu mau mengambil kesucian ku" kata Rendra dengan nada bicara seperti orang tidak tahu apapun.


"Aku lapar, dari semalam belum makan! "Kata Marisa dengan wajahnya yang sendiri, sungguh dia merasakan lapar yang luar biasa sampai badan nya ikut gemetaran.


" kan kamu minta jatah, sudah ku bilang kita hanya menikah di atas kertas! jangan sampai kamu meminta hal yang lebih"kata Rendra sambil menyeringai tipis.


"Kamu itu ngomong apa sih, sudah ku bilang aku lapar mau makan nasi! otak kamu itu yang mesum" kata Marisa sambil memukul Rendra dengan bantal, dan terjadilah perkelahian di antara keduanya.Saling memukul dengan bantah,dan Marisa menyerah dia turun dari tempat tidur untuk meninggalkan Rendra tetapi takdir berkehendak lain. Baru akan melangkah ternyata kakinya tersandung dan jatuh kembali ke dalam pangkuan Rendra, sejenak terjadi saling tatap di antara keduanya karena tidak ada jarak antara Rendra dan juga Marisa. Nafas keduanya saling memburu dan merasakan kehangatan satu sama lain, Rendra yang belum tersadar dia menempel kan bibir nya di ke bibir Marisa dan ******* dengan kasar, seperti orang yang sedang kelaparan.


Seketika Marisa tersadar dan mendorong Rendra hingga ada jarak di antara keduanya.


"Ganti rugi apaan memang nya kamu itu terluka" jawab Rendra, dia juga dalam hati mengutuk dirinya sendiri kenapa bisa khilaf seperti tadi.


"Kamu sudah mengingkari perjanjian kita" kata Marisa.


"Perjanjian yang mana? itu semua berlaku hanya untuk kamu dan ketika aku salah tetap kembali ke poin nomor satu yaitu selalu benar" jawab Rendra dengan santainya, padahal dia sedang menutupi kesalahan nya.


"Dasar curang" kata Marisa kesal, Rasa lapar yang dia rasa seketika hilang.Dia duduk di sofa dengan wajah cemberut sambil menyilang kan tangan nya di atas dada.


"Katanya lapar, kenapa nggak nyari makan? " kata Rendra berusaha mengalihkan perhatian Marisa kembali ke makanan.


"Aku nggak tahu mesti nyari di mana dan aku nggak punya uang, makannya aku membangun kan kamu"jawab Marisa dengan nada bicara yang judes, dia belum mau berbaikan dengan Rendra sebab laki-laki itu sudah berlaku curang.


" Itu ada telepon kenapa nggak kamu gunakan untuk pesan makanan, apa belum pernah menginap di hotel sehingga tidak tahu pungsinya dari benda yang ada di sini dan tidak tahu juga cara pesan makan"ledek Rendra terhadap Marisa, dia sambil berjalan perlahan ke arah telepon dan menghubungi Room servis untuk memesan makanan.

__ADS_1


Setelah memesan makanan dia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Rendra cukup lama di dalam kamar mandi,hingga Marisa merasakan kesal yang luar biasa terhadap nya.


"Apa sih yang di lakukan nya di dalam sanah lama sekali" gerutu Marisa.


Di saat dia meng gerutu terdengar suara pintu kamar mandi di buka itu tandanya Rendra keluar, Marisa dengan gerakan cepat langsung berpura-pura tertidur di atas sofa.


Setelah sampai di luar, Rendra yang melihat Marisa tergeletak di atas sofa lalu mendekati nya.


"Apa dia pingsan atau mati kelaparan" kata Rendra dengan nada bicara pelan.


"Sial dia ngatain aku mati" kata Marisa dalam hati, dia masih berpura-pura tidur.


Rendra berganti pakaian tanpa memperdulikan Marisa,setelah beberapa saat suara bel berbunyi.


Rendra mendekat ke arah pintu, dan ternyata Room servis mengantarkan makanan yang di pesan Rendra. Dan dia mempersilahkan orang yang membawa makan untuk masuk dan menaruhnya di atas meja.


Setelah menaruh makanan orang tersebut permisi untuk keluar dan menutup pintu.


Setelah tidak ada orang lain lagi di kamar, Rendra membangun kan Marisa.


"Tuh makanan nya sudah datang nanti keburu dingin, aku tahu kamu hanya pura-pura tidur" kata Rendra, sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Marisa akhirnya bangun dan mendekat ke arah makan,dan mulai mengambil makanan tersebut lalu menyantap nya dengan lahap.


"Pelan-pelan makan nya, seperti sudah tidak makan selama setahun saja" kata Rendra yang berbicara tanpa melihat ke arah Marisa.


Seketika Marisa menghentikan makan nya, dia baru menyadari bawa sedang di awasi. Dan makan dengan pelan meskipun tadi juga dengan batas wajar, tetap saja Marisa merasa malu.

__ADS_1


__ADS_2