Janji Di Atas Ingkar

Janji Di Atas Ingkar
Part 21


__ADS_3

Rendra sudah siap dengan semua barang yang dikemasnya, begitu juga dengan Marissa dan anak-anak.Mereka sudah keluar dari kamar masing-masing dan akan segera berangkat menuju tujuan mereka, yaitu berlibur di salah satu pantai yang ada di belahan bumi.


Pak Basuki sengaja menyiapkan ini semua, agar Rendra dan juga Marissa semakin akrab dan juga anak-anaknya.Kebetulan liburan sekolah sudah tiba ini sudah saatnya bagi mereka untuk berlibur sekalian berbulan madu.


sopir yang akan mengantarkan mereka sudah siap, dan barang-barang mereka juga sudah dimasukkan ke dalam bagasi mobil.


setelah beberapa saat Rendra dan juga Marissa beserta anak-anak, sudah berada di dalam kendaraan yang akan mengantarkan mereka.Sengaja pak Basuki siapkan perjalanan mereka di sore hari agar keesokan harinya sudah sampai di tempat tujuan.


Eva yang melihat itu semua sangat tidak suka, dia berkata terhadap suaminya bahwa mereka terlalu memanjakan Marissa. apalagi sang mertua selalu menjadikan Marissa itu seperti ratu di rumah ini, padahal dulu sang mertua tidak memperlakukan dirinya seperti Marissa. bahkan mertuanya tersebut selalu berkata sinis dan tidak pernah ada yang benar, yang dilakukan Eva di waktu dulu. Makanya sekarang Eva dendam terhadap Marissa, dia tidak ingin menantunya tidak mendapatkan perlakuan apa yang dia dapatkannya dulu dari sang mertua.


setelah Rendra pergi dari rumah ini untuk menuju tempat liburan.


Tinggallah di rumah yaitu pak Basuki dan juga Eva beserta sang Mama. sedang duduk di ruang keluarga sambil menikmati acara televisi kesukaannya di malam hari ini


"Kenapa wajahmu ditekuk seperti itu, seperti tidak suka saja melihat renda pergi bersama Marisa berlibur?" tanya sang mertua terhadap Eva.

__ADS_1


"Bukannya aku tidak suka dengan kepergian mereka, hanya saja Mama terlalu memanjakan mereka.Dulu saja tidak pernah melakukan hal ini terhadapku"jawab Eva dengan nada bicara yang sangat kesal tetapi apalah daya dia tidak mampu menolak apa yang sudah menjadi keputusan sang mertua dan suaminya.


"Ya sudah sekarang bicaralah, kamu mau berlibur ke mana tinggal bilang sama suami kamu.Toh tanpa diizinkan oleh suami dan aku,kamu kalau sudah mau berlibur.Pergi saja Dengan teman-temanmu"kata sang mertua dengan nada bicara mencibir.


"Setiap aku ajak suamiku, dia tidak pernah mau untuk pergi berlibur.Makanya aku lebih memilih pergi bersama teman-teman,sebab suamiku tidak pernah mau menemaniku pergi ke manapun.Dengan alasan sibuk dan sibuk terus bekerja tidak ada liburnya, bahkan tidak ada sedikitpun waktu untuk keluarganya. Yang ada di pikirannya hanya kerja kerja dan kerja"jawab Eva dengan nada bicara yang dipenuhi dengan sedikit emosi.


"Lagian kamu sih ngajak liburannya di saat waktu yang tidak tepat, kalau ngajak itu lihat-lihat dulu lagi sibuk apa enggak suami kamu "kata sang mertua sambil menataplekat wajah menantunya, yang terlihat sangat kesal.


setelah beberapa saat Eva mengeluarkan unek-uneknya selama ini, akhirnya memutuskan untuk meninggalkan ruang keluarga dan masuk ke dalam kamarnya. sebab waktu juga sudah larut malam, waktunya bagi mereka untuk mengistirahatkan tubuhnya setelah seharian beraktivitas di luar rumah. meskipun Meskipun Eva tidak bekerja hanya mengamati semua pelayan,yang ada di rumah ini apakah mereka bekerja dengan baik atau tidak. bahkan tidak sedikit juga Eva selalu memerintahkan Marisa mengerjakan yang seharusnya dikerjakan oleh para pelayan.


*****


Keesokan harinya.


Marisa sudah bangun dari tidurnya, sedangkan Rendra masih tertidur pulas di atas tempat tidur yang ia habiskan sehingga Marisa tidak ada tempat untuk tidur di atas kasur. Rendra sengaja melakukan itu semua agar Marisa tidak betah dan tertidur di sofa seperti di rumah, tetapi Marisa di sini tidak mau tidur di sofa.Meskipun dia dapat sedikit,dia tetap tidur di kasur yang sama dengan Rendra.

__ADS_1


Marisa sudah memutuskan mulai saat,ini dia tidak mau mengikuti semua apa yang diperintahkan oleh Rendra.Neskipun mereka menikah atas dasar perjanjian,tetapi di mata hukum dan agama mereka adalah sah sepasang suami istri.


Marisa membangunkan Rendra sambil menarik kakinya, "bangun ada gempa! "teriak Marissa dengan nada bicara yang sangat kencang.Sehingga menjadikan Rendra bangun seketika, dengan refleks Rendra keluar dari kamar hanya menggunakan boxer dan kaos dalam.


Marisa yang melihat Rendra panik ,dia tertawa terbahak-bahak.Akhirnya idenya untuk membangunkan renda dengan cara seperti itu berhasil.


setelah beberapa saat akhirnya Rendra menyadari bahwa gempa itu tidak ada, akhirnya dengan langkah gontainya dan perasaan yang belum sepenuhnya ngumpul. Dia masuk kembali ke dalam kamar dan menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, dia mengumpulkan perasaannya kembali setelah dikagetkan oleh suara Marisa yang berkata bahwa ada gempa.


"kamu sudah berhasil membuatku kaget dan seperti orang tidak waras sekarang giliran kamu harus menerima hukuman yang setimpal atas apa yang telah kamu lakukan! "kata Rendra sambil menatap tajam Marissa, lalu dia berjalan perlahan mendekat ke arah Marissa.Dan menarik tubuh Marisa ke dalam dekapannya, sehingga tidak ada jarak sedikit pun diantara keduanya.Hingga tatapan keduanya saling mengunci, Rendra sebagai seorang laki-laki normal dia tidak bisa lama-lama tidak menyentuh seorang perempuan setelah berpisah dengan ibunya Yahya dan Yasinta, dia tidak bisa mengendalikan dirinya saat melihat bibir Marissa yang sangat menggodanya.Dia lahap bibir tersebut dengan rakusnya, hingga tidak ada ampun.Hal itu mengakibatkan marisa susah bernafas.


Rendra sudah tidak bisa mengendalikan lagi dirinya, tangannya sudah menjelajah ke seluruh tubuh Marisa,Tanpa Marisa sadari seluruh pakaiannya sudah tergeletak di lantai akibat ulah tangan Rendra.


Rendra menggendong Marissa lalu diletakkan di atas tempat tidur, lalu dia mengukung tubuh Marissa.


Adegan selanjutnya silakan pikirkan masing-masing hehehe.

__ADS_1


__ADS_2