Janji Di Atas Ingkar

Janji Di Atas Ingkar
Part 16


__ADS_3

"Nggak apa-apa Nek... aku suka melakukan ini semua" jawab Marisa sambil tersenyum.


"Pokoknya Nenek nggak suka melihat kamu melakukan itu semua,cepat sini duduk!"Perintah sang Nenek.


"Tapi Nek"jawab Marisa ragu.


" Ayok sini duduk"ajak sang Nenek.


Dengan di penuhi rasa takut, Marisa mendekat ke arah sang Nenek lalu duduk.


"Rendra,beruntung sekali kamu bisa menikah dengan nya, perempuan sederhana yang sangat baik" kata sang Nenek sambil menatap ke arah Rendra lalu ke Eva dengan bergantian.


"Darimana Mama tahu dia perempuan baik" Eva menimpali perkataan sang mertua yang menurutnya terlalu berlebihan.


"Lihat saja cara berpakaian nya, dia itu perempuan sederhana. yang tidak terbawa jaman" jawab sang Mertua.


"Dia berpakaian seperti itu karena tidak sanggup membelinya" ucap Eva dengan nada bicara sinis nya.


"Orang miskin atau kaya, baik atau tidak pakaian tidak membedakan. Banyak orang miskin tapi gayanya seperti orang kaya, mereka lebih mengedepankan gengsi" jawab sang Mertua.


"Sudah-sudah tuh sarapannya keburu dingin, nggak enak di liat anak-anak" kata Pak Basuki berusaha untuk menengahi antara sang Ibu dan Istrinya.


Seketika semuanya diam, tidak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun. Hingga kegiatan sarapan bersama sudah selesai, Marisa tidak di perbolehkan untuk membantu merapihkan piring kotor setelah di gunakan. Sebab sang Nenek sangat memanjakan nya, beda lagi dengan sang mertua dia ingin sekali memaki Marisa saat di perlakuan seperti Nyonya besar di rumah ini.


Ketiga anak itu sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah sekalian Rendra akan berangkat ke kantor.


"Aku bagaimana?kan mesti ke toko juga " tanya Marisa terhadap Rendra.


"Untuk hari ini nggak usah ke toko dulu! " kata Rendra.


"Tapikan" jawab Marisa ragu.


"Nggak usah ngebantah" kata Rendra dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


Setelah melihat Rendra menatap nya seperti itu, akhirnya Marisa diam. Dia tidak bisa membayangkan jika seharian harus berada di rumah ini bersama sang mertua, sungguh rasanya luar biasa.


"Iya" jawab Marisa sambil menundukkan pandangan nya.


Akhirnya Rendra dan juga anak-anak sudah berangkat ke sekolah, begitu juga dengan Pak Basuki sudah berangkat ke kantor.


Tinggal Marisa Bu Eva dan sang Nenek yang ada di rumah, dan para pelayanan yang bekerja di rumah ini.


"Mama mau ke luar sebentar" kata nenek Kamila, dia sudah membawa tas di tangannya akan segera pergi. Meski sudah tua tetapi masih bisa beraktivitas dengan baik.


"Mau ke mana Mama? " tanya Eva terhadap sang mertua.


"Mau ke panti sebentar, nanti kita buat acara di sanah" kata sang Mertua.


"Acara apa sih Ma? " tanya Eva.


"Kamu itu jadi menantu di keluarga ini sudah berapa lama, masa kegiatan rutin keluarga saja kamu tidak tahu" kata sang Mertua, sambil menggelengkan kepala. Eva adalah tipe menantu yang nggak mau tahu soal keluarga suami dia lebih suka menghabiskan waktu di luar berfoya-foya bersama teman sosialita nya. Liburan sanah sini tanpa perduli terhadap keluarga, bahkan urusan rumah saja sepenuhnya tugas para pelayanan dia tidak tahu soal apapun yang ada di rumah. Pesta dan hura-hura itu lah kesukaan nya, hal itu yang membuat Nenek Kamila kurang menyukai Eva sejak dulu.


"Bukan nggak tahu Ma... tapi kan" jawab Eva dengan nada bicara terbata-bata, dia kalau di hadapan sang mertua tidak berkutik.


Setelah mertua nya pergi Eva pun berkata "Dasar nenek sihir dari dulu tidak pernah berubah" Eva berkata sambil melemparkan bantal sofa ke sembarang arah.


Dia langsung berjalan cepat dari ruang tengah dan di penuhi amarah.


Dia langsung masuk ke kamarnya lalu menarik sprai, bad cover dia melihat lagi ke sekeliling.


Lalu dia membuka gorden untuk di ganti dengan yang baru, padahal itu juga baru beberapa hari di ganti. Setelah di buka dia bawa barang-barang itu ke luar kamar lalu menuju kamar Marisa, dia gedor-gedor pintu kamar hingga akhirnya pintu sudah terbuka.


"Kamu cuci ini semua! " perintah Eva terhadap Marisa, sambil menumpahkan nya ke tangan Marisa.


"Iya, Ma.. " jawab Marisa.


"Ingat satu hal jangan menggunakan mesin cuci, kamu harus gunakan tangan kamu hayu ikut saya ke belakang! " ajak Eva terhadap Marisa.

__ADS_1


Marisa berjalan di belakang Eva sambil membawa semuanya, yang jumlah nya sih tidak banyak cuma kalau di cuci pakai tangan lumayan karena berat nya itu. Padahal yang seperti ini seharusnya di laundry saja tidak harus di cuci pakai tangan sebab tenaga Marisa tidak cukup kalau harus mengangkat beban berat seperti itum


Setelah sampai di belakang.


"Silahkan kamu cuci semua itu sebelum Mama pulang" kata Eva sambil menujukan tempat mencuci.


Ketua pelayanan menghampiri Eva"Nyonya biarkan kami yang melakukan nya itu sudah menjadi tugas kami, bukan nya itu biasanya di ganti tiga hari sekali tapi kenapa sudah di ganti"kata Ketua pelayanan dia tidak tega jika Marisa harus mencuci itu semua dengan tangan, tanpa bantuan dari mesin.


"Kalian semua diam dan jangan ada yang brani mengadukan semua ini ke Mama! " kata Eva sambil menunjuk wajah pelayanan tersebut.


"Cepat kerjakan! " bentak Eva terhadap Marisa.


Marisa yang mendengar dirinya di suruh sambil di bentak langsung terlonjak kaget, dan langsung mengerjakan nya.


Palayan hanya bisa kasihan melihat Marisa di perlakuan seperti ini.


Eva menyuruh Ketua pelayanan mengawasi nya dan jangan pernah membantunya, di saat Eva sedang ceramah tiga puluh juz tiba-tiba datang pelayanan yang lain memanggil nya.


"Nyonya ada Bu Talita datang" kata pelayanan itu.


"Baiklah tunggu di sini dan cuci sampai bersih,selesai kan sebelum Mama datang! " kata Eva terus menerus memperingatkan Marisa.


Marisa tidak menjawab apapun, dia kerjakan yang harus di kerjakan agar sang mertua merasa bahagia dengan semua ini. Mungkin dengan memperlakukan Marisa seperti ini membuat Eva lebih bahagia.


Eva akan segera pergi ke depan, baru akan melangkah kan kaki sudah terdengar suara melengking dari arah depan yang sudah tidak asing lagi di telinga nya.


"Kakak ngapain ada di belakang, masa harus turun tangan mengerjakan semuanya seperti nggak ada para pembantu saja" Talita berkata sambil berjalan mendekat ke arah Eva.


"Ini sedang mengajari dia bagaimana menjadi menantu yang baik dan harus tahu posisi dia di mana" jawab Eva sambil menunjuk ke arah Marisa yang sedang mencuci.


"Upsss, Kamu capek yah harus mencuci" Talita berkata sambil memegang bibir nya dengan nada bicara mencibir.


Eva dan Marisa tertawa puas melihat Marisa yang kelelahan akibat mencuci Bad cover, sprai dan Gorden.

__ADS_1


Setelah puas tertawa kedua manusia itu pergi ke depan dan meninggalkan Marisa yang sedang kelelahan.


__ADS_2