Janji Di Atas Ingkar

Janji Di Atas Ingkar
Part 31


__ADS_3

" Jika kembali ke kota itu, apa kamu sudah siap bertemu dengan Marissa setiap hari di sana "kata Angga.


" Siap tidak siap, ya harus kembali ke kota itu. Jika bertahan di sini bisa mati kelaparan, kamu tidak bekerja sedangkan aku sebentar lagi melahirkan. Lagi butuh biaya hidup banyak, jika kita kembali ke sana setidaknya untuk tempat tinggal dan makan tidak perlu mengeluarkan uang sendiri "Kata Alina terhadap Angga, sang suami yang hasil merebut dari sabatnya sendiri.


" Sebelum kembali ke kota itu, kamu harus berjanji terlebih dahulu.Jangan pernah membuat ulah dan menentang Ayah dan Ibu ku, sebab dia tidak suka ditentang.Dia suka perempuan seperti Marisa yang penurut "kata Angga memperingatkan Alina.


"Terus saja puji-puji Marisa, tidak ada hari-hari tanpa memujinya.Kalau memang dia yang terbaik buat kamu kenapa kamu meninggalkannya demi aku "kata Alina dengan nada bicara yang kesal, dia tidak suka jika harus meniru Marisa.


"Kalau saja aku sadar sedari dulu, tidak mungkin juga aku menikahi perempuan seperti kamu meninggalkan berlian seperti Marisa"kata Angga sambil menatap wajah Alina dengan penuh kemarahan, sebab setelah mereka menikah tidak ada lagi kebahagiaan dan rasa cinta yang dirasakan sebagaimana mereka melakukan hubungan terlarang di belakang Marisa.


" Apa hebatnya dari perempuan itu, dia tidak ada bandingannya denganku.Dari kecantikan dia tidak cantik dari pendidikan juga dia tidak punya ,apa yang perlu dibanggakan dari wanita itu? Hanya wanita kampung tidak berguna yang bisanya minta uang terhadap suami "kata Alina dengan nada bicara yang sangat marah dan melempar gelas yang sedang dipegangnya.


"Terus apa bedanya sama kamu yang sekarang? setidaknya dia masih bisa menghargai suaminya, dan berkata baik. Bahkan di saat aku menghianatinya saja, dia tidak pernah melontarkan kata-kata kasar seperti kamu pada saat ini.Dia selalu patuh dan tunduk terhadap suami bahkan dia tahu posisi dia itu istri yang harus menghargai dan menghormati suaminya"kata Angga terhadap Alina.


"Aku tidak bisa bekerja sekarang karena sedang mengandung anak kamu, makanya kamu yang harus bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kebutuhanku pada saat ini "jawab Alina.


"Sudahlah capek juga berdebat sama kamu tidak ada ujungnya "kata Angga sambil keluar dari kamar dan membanting pintu dengan keras.


Setelah kepergian Angga, Alina murka dia membanting semua barang yang ada di kamar tersebut sambil memaki Angga.Yang selalu membandingkan dirinya dengan Marisa pada saat ini.


Alina tidak terima jika dirinya selalu dibandingkan dengan Marisa, yang menurut dirinya marisa bukanlah bandingannya.

__ADS_1


...****************...


Di tempat lain.


"Mau kemana kamu sudah rapi seperti itu?" tanya Marissa terhadap Rendra.


"Kamu nanya?"jawab Rendra sambil tersenyum terhadap Marisa.


"Bisa nggak sih kamu itu jadi orang serius sedikit kalau lagi ngomong sama aku"kata Marisa dengan nada bicara yang sangat kesal, sebab laki-laki itu jika berbicara dengan dirinya tidak pernah serius sedikitpun bahkan seolah selalu memancing kemarahan Marisa.


"Aku nggak bisa kalau ngomong sama kamu itu harus serius, lebih senang membuat kamu itu marah jengkel.Sebab jika melihat kamu seperti itu kebahagiaan tersendiri,melihat kamu dan lebih menggemaskan jika kamu itu lagi marah ngomel-ngomel jadi untuk apa aku bikin kamu senang jika aku bahagia melihat kamu marah "jawab Rendra dengan nada bicara yang sangat santai.


"Sejak kapan kamu mau ikut-ikut denganku, bukannya kamu itu selalu marah dan jengkel sama aku.Kenapa sekarang mau pergi dengan ku, apa kamu nggak takut digigit drakula di jalan nanti di saat nggak ada orang? drakula saat di jalan itu lebih mengenaskan tahu bahkan dia bisa menghisap seluruh darahmu! " kata Rendra sambil mengedipkan matanya menggoda Marisa.


"Bodo amat, aku nggak peduli pokoknya aku sekarang mau ikut bersama kamu kemanapun kamu pergi.Mau disedot drakula sampai habis darah ku itu nggak peduli"kata Marisa.


Rendra merasa heran sekali dengan tingkah Marissa pada saat ini, kenapa perempuan ini tiba-tiba sifatnya berubah titik bukannya dari kemarin-kemarin tidak pernah mau ikut dengannya bahkan setiap bersama pun mereka selalu bertengkar, tetapi kenapa saat ini Marissa ingin ikut bersamanya. Pertanyaan itu muncul di otak Rendra tetapi dia lebih memilih diam saja lebih baik ada perang dunia ke-10 akibat dia mengadu sama sang Nenek lebih baik dia menuruti keinginan Marissa pada saat ini.


"Jika kamu mau ikut, ganti bajunya jangan menggunakan pakaian seperti itu apa kamu mau menggoda laki-laki di luar sana "kata Rendra sambil menatap tajam ke arah sang istri,dia tidak suka dipakai yang di kenakan oleh sang istri.Yang memperlihatkan sedikit terbuka di bagian dadanya.


"Apa yang salah dengan pakaian ini, bukannya ini sangat wajar jika dipakai keluar juga "jawab Marisa sambil melihat ke atas bawah tubuhnya, bahwa tidak ada yang salah dengan apa yang dikenakannya.

__ADS_1


"Mau ikut atau tidak! jika mau ikut dia ganti pakaiannya jangan menggunakan pakaian seperti itu, mulai sekarang jangan pakai pakaian seperti itu jika mau keluar rumah kalau di dalam kamar kamu nggak pakai baju pun ya aku nggak peduli "kata Rendra sambil menatap tajam wajah Marisa.


Meskipun Marissa kesal dengan apa yang dikatakan oleh Rendra, tetapi dia mengikuti perintah dari sang suami dan berganti pakaian dengan lengan panjang dan tertutup.


"Nah kalau seperti itu kan enak dipandang, ya sudah kita berangkat sekarang!"ajak Rendra terhadap Marissa untuk segera keluar dari kamar dan pergi ke tempat tujuan mereka. Meskipun Marisa tidak tahu Rendra akan pergi ke mana.


Mereka berjalan beriringan untuk segera keluar dari rumah, dengan sialnya di ruang tengah berpapasan dengan sang Nenek.


Rendra tidak ingin bertemu dengan nenek kamilah, tetapi Marisa sangat senang jika berada di dekat sang nenek.Sebab dirinya selalu diutamakan oleh nenek, beda lagi dengan Rendra yang suka mendapat perlakuan tidak baik.


"Mau pada pergi ke mana?" tanya Nenek Kamila terhadap pasangan suami istri itu yang terlihat sudah semakin akur.


"Aku ada janji sama Bagas,tapi dia mau ikut-ikut aja nggak tahu suaminya mau kerja "kata Rendra sambil melirik ke arah Marisa yang berdiri di sampingnya.


"Bagus dong, jika istri mau ikut bersama suaminya itu tandanya istrinya tidak suka jika suaminya melirik wanita lain di luar sana "kata sang Nenek sambil tersenyum tipis ke arah Rendra yang kesal.


"Ya sudah kami permisi dulu"Rendra berpamitan terhadap sang nenek untuk segera.


"Hati-hati di jalannya! "pesan sang Nenek terhadap mereka berdua.


Sepasang suami istri keluar dari rumah, dan segera menuju kendaraan yang akan mengantarkan mereka ke tempat tujuan.

__ADS_1


__ADS_2