Janji Di Atas Ingkar

Janji Di Atas Ingkar
Part 20


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu.


Kehidupan Marisa tetap seperti biasa, Bu Eva dan Rendra tidak pernah memperlakukanmu nya dengan baik.


Marisa tetap sabar menghadapi sikap arogan sang mertua dan suaminya.


Selama satu bulan juga Marisa tetap tidur di atas sofa, tidak ada sedikit pun belas kasian dari Rendra untuk Marisa. Tetapi Marisa tidak mempermasalahkan itu semua, semua anggota keluarga tidak pernah mengetahui bahwa Rendra memperlakukan Marisa seperti ini.


Marisa selalu berfikir bahwa perlakuan suami dan Ibu mertuanya akan berubah seiring berjalan nya waktu, dari semua perbuatan yang di lakukan Rendra dan Bu Eva di terimanya dengan ikhlas.


Selalu berharap waktu bisa merubah segalanya.


Semua orang sudah berkumpul di ruang keluarga setelah sarapan bersama, di karena kan waktu libur sekolah telah tiba-tiba. Mereka bisa bersantai di rumah bermain bersama anak-anak, kebetulan juga hari libur kantor.


"Nak, Papa sudah menyiapkan liburan untuk kalian di pulau A, kalian setelah menikah belum pergi ke manapun lagipula ini waktunya liburan sekolah anak-anak sudah tiba. Bawa mereka berlibur di sana sekalian kamu dan Marisa juga butuh liburan, biarkan waktu kalian lebih banyak bersama" kata Pak Basuki sambil menatap lekat Rendra lalu Marisa.


"Pak, Aku lagi banyak pekerjaan yang nggak bisa di tinggal" jawab Rendra.


"Ada Bagas yang bisa mengerjakan semuanya, nggak harus ada kamu" kata Pak Basuki.


"Nenek setuju, semoga pulang dari sanah bisa nambah cicit lagi jadi rame deh di rumah ini" Nenek Kamila ikut menimpali.


"Apaan sih, Ma... nggak perlu pergi berlibur ke manapun lagian Yasya dan Yasinta setiap libur sekolah atau akhir pekan tidak pernah di ajak ke manapun, jadi mereka sudah terbiasa berada di rumah" kata Eva dengan nada bicara judes.


"Kenapa kamu nggak setuju? " tanya sang Mertua terhadap Eva, sambil menatap nya dengan tajam.


"Bukan nggak setuju tapi, mereka belum terbiasa jika harus liburan atau pergi ke tempat terbuka" jawab Eva, dia mulai merendahkan nada bicara nya dari yang tadi.


"Mau sampai kapan mereka di kurung, nggak baik juga buat perkembangan nya" kata sang Mertua.

__ADS_1


"Sudah-sudah, Rendra dan Marisa beserta anak-anak akan berangkat nanti sore.Jadi lebih baik bantu mereka untuk mempersiapkan keperluan buat anak-anak di sana" kata Pak Basuki sambil menatap sang istri lalu ke Mamanya.


"Kenapa senang sekali, Papa membuat keputusan tanpa melibatkan aku" kata Rendra dengan kesal, dia harus menuruti semua permintaan dari sang Ayah. Mau menolak tidak bisa, mengikuti semua permintaan nya membuat Rendra kesal.


"Ini untuk kebaikan kamu, di sana kamu untuk berlibur mengistirahatkan tubuh dan pikiran mu dari beban pekerjaan yang ada. Papa itu niat nya baik loh, sayang sama kamu agar nggak stres memikirkan pekerjaan terus lagi pula kamu butuh lebih dekat bersama anak dan istri mu" kata Pak Basuki sambil menatap tajam Rendra.


"Tapi ini saat yang tidak tepat, Pa... " jawab Rendra kesal.


"kamu jangan banyak bicara cepat kemasi barang-barang kalian, nanti sore kalian harus sudah berangkat ke sana."kata pak Basuki sambil menatap lekat wajah Rendra.


Marisa yang menyaksikan itu semua hanya diam tanpa berkomentar apapun.


"sudahlah cepat bereskan semuanya sebelum sebelum sore "kata sang nenek sambil menatap lekat wajah Marissa.


Eva yang menyaksikan itu semua hanya bisa menggerutu di dalam hati, bahwa dia tidak suka dengan keputusan suaminya beserta sang mertua. mereka selalu mengambil keputusan tanpa melibatkan dirinya.


setelah cukup lama mereka berada di ruang keluarga, akhirnya Rendra dan Marisa pergi ke kamar mereka untuk mempersiapkan keberangkatan mereka untuk berlibur. setelah beberapa saat mereka sudah sampai di kamar.


"Hai siapa juga yang mau pergi bersama kamu saya tidak Sudi kalau bukan karena Papa"jawab Marisa sambil menatap kembali Rendra.


"saya heran sekali sama mereka, kenapa Nenek sama papa selalu menjadikan dirimu prioritas mereka tanpa memperdulikan perasaan anaknya "kata Rendra dengan kesal.


"sudahlah tidak ada gunanya juga kamu marah-marah, lebih baik kamu berkemas keperluan kamu untuk di sana. Aku akan pergi ke kamar anak-anak terlebih dahulu mempersiapkan keperluan mereka"Marisa berkata sambil berjalan perlahan mendekat ke arah pintu keluar.


"kamu kan istriku kenapa menyuruhku untuk mempersiapkan semuanya, seharusnya itu menjadi tugas kamu sebagai istri "kata Rendra.


Marisa seketika menghentikan langkahnya lalu menatap lekat Rendra "mereka itu juga kan anak-anak kamu jadi sudah sewajarnya aku persiapkan keperluan mereka "


Rendra merasa sekali terhadap Marisa"sudahlah pergi sana aku juga bisa mempersiapkan semuanya tanpa bantuan dari kamu "

__ADS_1


setelah mendengar perkataan dari Rendra yang menyuruhnya untuk keluar, akhirnya Marisa melangkahkan kakinya untuk segera keluar dari kamar. dan tujuannya adalah ke kamar anak-anak untuk mempersiapkan keberangkatan mereka.


setelah beberapa saat Marissa sudah sampai di depan pintu kamar anak-anak, dia langsung memutar gagang pintu.


Terlihat dengan jelas, ketiga anak kecil itu sedang duduk melamun di atas tempat tidur.


"hai anak-anak pintar kenapa pada melamun? "tanya Marissa terhadap anak-anaknya.


"bingung mah apa yang mau kita bawa untuk pergi ke sana "kata yasya sambil menatap ke arah sang Ibu.


"ayo sini ibu bantu! bawa barang yang menurut kalian penting kita di sana hanya satu Minggu"kata Marisa sambil mengambil koper.


"baiklah Bu "jawab mentari dan juga Yasinta sambil turun dari tempat tidur.


Setelah beberapa saat mempersiapkan semuanya, akhirnya selesai juga.


" ya sudah kalian semua istirahat dulu sebelum kita berangkat "Marisa mempersilahkan anak-anaknya untuk istirahat terlebih dahulu.


"iya, Ibu..."jawab mereka bersamaan.


"ya sudah kalau begitu, Ibu kembali ke kamar dulu untuk beres-beres "kata Marissa sambil berjalan perlahan mendekat ke arah pintu keluar.


Setelah beberapa saat Marisa sudah sampai di kamarnya, terlihat dengan jelas dari depan pintu bahwa Rendra sedang mengemasi barang-barang miliknya.


"Dari tadi belum beres juga memangnya kamu membawa apa aja sampai segitu banyaknya, kayak orang mau pindahan aja.


"kata Marisa sambil mendekat ke arah Rendra yang sedang memasuki barang-barangnya ke dalam koper.


"di sana kan kita satu minggu jadi butuh banyak ganti"jawab Rendra dengan nada bicara yang santai.

__ADS_1


"satu minggu itu nggak lama cuma sebentar, masa iya bawa baju segitu banyaknya"kata Marisa.


"suka-suka aku mau bawa banyak mau enggak itu bukan urusan kamu, urus aja urusanmu sendiri "ucap Rendra sambil berjalan perlahan mendekat ke arah pintu keluar. meninggalkan Marisa yang masih berada di dalam kamar.


__ADS_2