Janji Di Atas Ingkar

Janji Di Atas Ingkar
Part 38


__ADS_3

"Mau ngapain kamu ada di sini? " tanya Marisa terhadap Angga yang tidak tahu datang darimana, tiba-tiba ada di hadapan.


"Maafkan aku selama ini telah menyakiti perasaan kalian berdua "kata Angga dengan wajah penuh penyesalan kemade kira setelah pergi meninggalkan Marisa dan memulai hidup baru bersama Alina akan mendapatkan kebahagiaan yang seutuhnya.Akan tetapi, kenyamanan rumah tangganya bersama Alina berubah 180 derajat. Alina menjadi kasar pemarah dan suka memaki-maki Angga setelah Angga di PHK dari tempat dia bekerja


"aku sudah memaafkan kamu! tapi tolong pergi dari sini jangan ganggu kedamaian ku, bagaimana nanti jika orang melihat kamu datang ke sini saat suamiku sedang pergi" ucap Marisa sambil mundur beberapa langkah, agar tidak terlalu dekat jaraknya dengan Angga.


"aku ingin memeluk mentari mengucapkan kata maaf untuknya, apakah kamu mengizinkan Mentari menginap di rumah Mama? "


"Untuk itu aku tidak bisa memastikannya apakah dia mau atau tidak! jika ingin membawa Mentari menginap di sana kamu datang ke rumah. datanglah di saat Rendra juga ada di rumah jangan seperti ini atau kamu sama sekali tidak akan pernah bertemu dengan Mentari. Tolong sekarang cepat pergi dari sini sebelum aku berteriak! " ancam Marisa terhadap Angga.


"Baiklah aku akan pergi tapi maafkanlah semua kesalahanku" ucap Angga dengan nada penuh penyesalan.


"Aku sudah memaafkan mu,tetapi bukan berarti melupakan semua yang kamu lakukan terhadap kami berdua. Rasa sakit yang pernah kau ciptakan untuk kami masih tersimpan di hati yang paling dalam, dan sampai kapanpun itu tidak akan pernah lupa dan tidak akan pernah semudah itu sembuh.Seperti kata maaf yang kau ucapkan"kata Marisa sambil tersenyum sinis menatap ke arah Angga.


Marisa memang sudah memaafkan Angga tetapi untuk melupakan rasa sakit yang pernah dialaminya akibat dari perbuatan Angga, cacian hinaan yang dia dapatkan dari lingkungan sekitar itu sangat menyakitkan. Memaafkan bukan berarti melupakan semuanya.


Angga pun pergi dari toko bunga meninggalkan Marisa yang masih berdiri mematung di tempat semula, ia merasa terganggu dengan kehadiran Angga dan juga Alina di tempat ini.


Setelah beberapa saat akhirnya dia masuk ke dalam ruangan, di mana dia bisa mengistirahatkan tubuhnya sejenak. Walaupun ruangan itu sangat sempit setidaknya bisa untuk merebahkan tubuhnya.


Setelah cukup lama dia mengistirahatkan tubuhnya dari rasa pusing yang dialaminya, entah kenapa dia merasakan rindu terhadap sang suami. Dengan perlahan ia meraih ponselnya yang masih berada di dalam tas.


Marisa pun mengusap layar ponselnya lalu menekan tombol panggilan terhadap sang suami, tidak butuh waktu lama Rendra langsung menjawab telepon dari sang istri.

__ADS_1


Entah ini pengaruh dari kehamilannya atau memang mereka sudah memiliki rasa saling mencintai satu sama lain, sehingga Marisa sudah berani bermanja terhadap Rendra dan Rendra pun tidak keberatan atas apa yang di lakukan istrinya.


Setelah melakukan panggilan itu dan meminta sang suami untuk menjemput dirinya, karena dia nggak mau berjauhan dari sang suami. Akhirnya Rendra pun mengiyakan permintaan sang istri.


Marisa kembali meletakkan ponselnya, lalu bangun dan berjalan keluar dari ruangan tersebut. Dia melihat beberapa pekerja yang ada di toko sedang merapikan bunga-bunga.


Tidak perlu waktu lama bagi Rendra untuk segera sampai di toko bunga milik Marisa, laki-laki itu langsung memarkirkan kendaraannya di seberang jalan, sebab di halaman toko tidak terlalu luas dan tidak ada tempat parkir yang cukup. Lalu dia keluar dari dalam kendaraannya,dan berjalan perlahan menghampiri sang istri yang sedang duduk di depan toko. Sambil memperhatikan para pekerja merangkai bunga, meskipun tidak banyak yang bekerja setidaknya dia mampu menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain meskipun itu bentuknya warisan dari sang mertua.


"Apa apa kamu sakit? nggak biasanya menyuruh aku balik lagi ke tempat ini " tanya Rendra sambil menatap lekat wajah sang istri yang terlihat sangat pucat sekali.


"Enggak! hanya saja aku mau pulang"


" Kalau pulang, aku nanti siang ada meeting nggak bakal keburu bolak-balik terlalu capek, ikut ke kantor saja ya? jarak dari sini ke kantor nggak terlalu jauh seperti ke rumah " bujuk Rendra sambil mengelus rambut sang istri dengan penuh rasa cinta.


Marisa memerintahkan pelayan yang ada di toko untuk mengambilkan tas miliknya yang masih berada di dalam, setelah beberapa saat pelayan itu sudah kembali dengan membawa barang yang diminta oleh Marisa. Lalu Rendra meraih tangan sang istri untuk digandeng dan berjalan dengan perlahan menuju kendaraan yang akan mereka tumpangi ke kantor.


Jika dilihat sepintas sepasang suami istri itu terlihat sangat sempurna mereka bahagia.


Waktu bergulir begitu cepat seharian Marisa berada di kantor milik suaminya. Tidak merasa mual ataupun pusing saat berada di dekat suaminya, bahkan Marisa merasakan nyaman ketika dekat dengan Rendra.


Sore hari telah tiba waktunya mereka untuk kembali ke rumah.


Perjalanan yang mereka tempuh cukup lama, sehingga Marisa tertidur di dalam perjalanan padahal perempuan itu sudah seharian tidur di kantor milik suaminya, sehingga sampai di rumah hari pun sudah gelap.

__ADS_1


Tiba di rumah.


Kedatangan Marisa dan juga Rendra disambut gembira oleh semua yang ada di rumah, Marisa merasa heran mengapa di rumah ini terlihat banyak orang seperti ada acara. Sang ibu mertua menyambut kedatangan Rendra dan juga Marisa dengan senyum kebahagiaan, ini membuat Marisa bertanya-tanya ada apa dengan ibu mertuanya. Bukankah sangat membenci dirinya? terlihat juga Bu Diah dan pak Darmawan hadir di tempat ini.


Marisa memberanikan diri bertanya kepada Ibu mertuanya dengan nada bicara yang ragu "ini ada acara apa?Mak..."


"Ini acara syukuran atas kehamilan kamu, Mama minta maaf selama ini telah memperlakukan kamu dengan kasar. Ternyata kamu itu orang yang baik dan tulus menyayangi kami semua " kata ibu mertua sambil memegang tangan Marisa dan menatap wajahnya dengan lekat.


"Nggak perlu melakukan ini Mak, Mama nggak salah apa-apa "


Senyum kebahagiaan terpancar di keluarga ini, penerimaan dari sang ibu mertua untuk Marisa sudah membuat perempuan itu merasa bahagia. Yang awalnya dia tidak dianggap hari ini telah dibuktikan bahwa ketulusan dan cintanya untuk keluarga sang suami terbayar sudah .


Mereka semua melakukan makan malam bersama dengan berbagai menu makan malam, cara ini dihadiri para kerabat dan orang-orang terdekat. Sesungguhnya acara yang diadakan ini sangatlah dadakan tidak ada perencanaan sebelumnya bahkan Rendra pun tidak mengetahui akan ada acara seperti ini.


Acara syukuran pun sudah selesai, para kerabat dan keluarga memberikan selamat dan doa atas kehamilan Marisa.Rumah sudah terlihat sepi seperti semula hanya ada keluarga inti yang ada di sini, bahkan Marisa dan juga Rendra belum sempat membersihkan diri setelah seharian di luar rumah.


Rendra dan juga Marisa berpamitan pergi ke kamarnya, untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


Keduanya sudah berada di kamar


"Terima kasih, Mas...Mama telah menerimaku"ucap Marisa dengan senyum tipis nya.


"Nggak perlu berterima kasih, sudah sepantasnya dia menerima kamu sebagai menantunya .Sekarang kamu sedang hamil bahagiakan hatimu, kita mulai lembaran baru lupakan apa yang telah terjadi di masa lalu kita melangkah ke depan saling bergandengan tangan" kata Rendra sambil merangkul pinggang istrinya yang ramping dibawa ke dalam dekapannya.

__ADS_1


__ADS_2