Janji Di Atas Ingkar

Janji Di Atas Ingkar
Part 28


__ADS_3

Malam hari.


Rendra sedang duduk di atas sofa sambil menatap layar laptopnya.Setiap malam sebelum tidur Rendra selalu membawa pekerjaannya ke rumah dan merapikannya terlebih dahulu untuk esok hari dibawa ke kantor.


Marisa sudah siap untuk tertidur, dengan menggunakan gaun malamnya yang sedikit terbuka di bagian dada.Bagi Marisa itu adalah biasa saja, sebab hampir setiap hari dia menggunakan gaun seperti itu dan tidak ada kata-kata Rendra yang membuat dirinya kesal.


" Bisa nggak sih! kamu kalau pakai baju jangan yang seperti itu, mau jadi wanita penghibur yang suka menggoda orang! "kata Rendra sambil menatap wajah Marisa dengan tatapan tajam.


"Maksud kamu itu ngomong apa sih, kan setiap hari juga aku menggunakan pakaian seperti ini.Dan kamu tidak tidak pernah protes apa yang aku pakai, bahkan kamu sudah pernah bilang tidak akan pernah tertarik dengan perempuan seperti aku.Itu bukan level kamu kenapa kamu jadi protes sekarang, apa yang aku pakai apa yang aku lakukan.Di mana surat perjanjian yang pernah kita tanda tangan dulu, bahwa kamu tidak pernah tertarik denganku dan sekarang kamu yang melanggarnya sendiri apa kamu nggak malu sama semua perkataan kamu.Apa kamu salah satu orang yang tidak bisa dipercaya dengan kata-kata kamu "jawab Marisa dengan nada bicara yang sangat kesal terhadap Rendra, dia sangat kesal sekali terhadap laki-laki itu yang bicaranya kadang-kadang menyakiti hati orang dan tidak bisa menghargai perasaan orang.


"Apa kamu lupa! di surat perjanjian itu sudah tertulis bahwa aku tidak pernah salah, kalaupun aku melakukan kesalahan jadi kembali ke poin pertama bahwa aku tidak pernah salah "jawab Rendra dengan nada bicara penuh penekanan sambil menatap tajam wajah Marisa, seperti harimau yang akan menerkam mangsanya.


"Terserah kamu, yang jelas kamu sudah mengingkari perjanjian itu.Dan kamu harus mengganti rugi karena telah mengambil kesucianku dengan cara paksa "kata Marisa sambil menatap lekat wajah Rendra.


"Kalau kamu merasa terpaksa, kenapa pada saat itu kamu tidak berontak bukannya kamu menikmatinya "jawab Rendra.


"Pokoknya kamu harus ganti rugi kalau tidak mau ganti rugi akan aku laporkan perbuatan kamu sama nenek biar telinga kamu dijewer "kata Marisa sambil membanting bantal lalu naik ke atas tempat tidur dan merebahkan.

__ADS_1


"Silakan kamu ngadu sama Nenek, yang ada dia bilang suruh nambah lagi.Kan minta cucu terus jadi mau bilang sama Nenek atau enggak jadi minta ganti rugi"kata Rendra


"Dasar laki-laki menyebalkan "kata Marisa sambil menarik selimut lalu menutup tubuhnya dan memejamkan matanya dia akan segera tertidur setelah seharian lelah berada di luar rumah.


"Apa kamu bilang laki-laki menyebalkan, coba aku akan membuat kamu lebih sebal lagi terhadap diriku.Maka aku akan melakukan ini lagi terhadap kamu agar kamu semakin jengkel"kata Rendra sambil bangkit dari duduknya lalu mendekat ke arah Marisa yang sudah merebahkan tubuhnya, lalu menarik selimut yang menutupi tubuh Marisa.


"Mau apa sih ganggu orang mau tidur saja!"kata Maura dengan nada bicara sedikit meninggi, dia tidak suka Rendra mengganggu dirinya untuk segera tertidur.


"Mau mengingkari perjanjian yang sudah kita sepakati, lalu nanti kamu minta ganti rugi atas apa yang aku lakukan.Nggak apa-apa sih ganti rugi juga yang penting bisa nambah" kata Rendra dengan nada bicara merasa tidak bersalah, sambil naik ke atas tempat tidur lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Marisa.


"Menjauh nggak,! kalau nggak aku akan teriak "ancam Marisa terhadap Rendra.


"Jangan macam-macam kamu, nanti kalau aku hamil bagaimana "kata Marissa sambil menghadang kedua gunung kembarnya dengan tangan.Sebab dia sudah tahu ada sinyal bahaya yang akan mengancam dirinya pada malam ini.


"Ya hamil hamil aja kenapa mesti takut, kan sebelumnya kamu sudah pernah hamil juga kenapa sekarang jadi takut" kata Rendra sambil tersenyum tipis selalu membelai wajah Maura perlahan dengan senyuman menyeringai.


"Sekarang takut karena kamu yang akan mengambil aku, dan kamu tidak pernah menginginkan aku sejak awal terus setelah aku hamil nanti.Kamu buang aku ke tempat sampah, sebab kamu pernah bilang bahwa aku adalah hanyalah seorang perempuan yang tidak ada harganya di mata kamu" kata Marisa sambil menatap lekat wajah Rendra dengan raut wajah yang sendu.

__ADS_1


"Kan kamu bakal dapat ganti rugi dari aku yang sangat banyak, jadi meskipun aku sudah membuang kamu jadi kamu punya banyak uang untuk hidup bersama anak kamu nanti "kata Rendra,dia tidak merasa bersalah dengan apa yang diucapkannya padahal perkataannya itu sudah menyakiti hati Marisa secara tidak langsung.


"Semudah itu kah kamu membuangku setelah apa yang kamu lakukan, apakah seorang perempuan tidak ada harganya di mata kamu "kata Marisa dengan nada bicara sedikit bergetar, dia sudah menahan tangisnya. Ternyata perkataan Rendra sudah berhasil membuat hatinya merasa sedih.


"Kenapa jadi seperti itu belum juga ku apa-apain, dasar perempuan banyak drama "kata Rendra sambil menarik baju yang dipakai Marisa pada malam ini, dia sudah tidak kuasa lagi untuk mengendalikan hasratnya untuk tidak menyentuh Marisa.


dengan gerakan cepat Rendra melucuti pakaian yang menempel di tubuh Marisa, setelah beberapa saat tubuh Marisa sudah tidak tertutup oleh pakaian sehelaipun.


Rendra melancarkan aksinya untuk melakukan penyatuan antara dirinya dan Marissa, meskipun Marisa memberontak tetapi hal itu membuat Rendra semakin bersemangat untuk melakukannya.


Bagi Rendra bercinta dengan keadaan seperti ini menciptakan kesan yang sangat luar biasa, hingga pada akhirnya Marisa menyerah dan pasrah apa yang dilakukan Rendra.Sebab walau bagaimanapun secara hukum dan agama bahwa Rendra adalah suaminya, yang harus di layani.


Setelah cukup lama akhirnya Rendra mencapai puncak kenikmatannya, dan ambruk di atas tubuh Marisa.Dan mencium kening wanita tersebut, yang dianggapnya hanyalah sampah tetapi sudah menciptakan kebahagiaan dan kepuasan bagi dirinya.


Awalnya Rendra tidak tertarik dengan Marisa, setelah merasakan kenikmatan indahnya surga dunia bersama Marisa.Ternyata itu tidak bisa dia lupakan, sehingga dia merasa candu terhadap tubuhnya.Bahkan dia ingin melakukannya terus dan terus tanpa merasa lelah.


Marisa bangkit dari atas tempat tidur, lalu dia berjalan perlahan untuk segera menuju kamar mandi.Tubuhnya terasa lelah sekali setelah melakukan aktivitas panasnya di atas tempat tidur bersama Rendra, meskipun dia tidak menikmatinya tetapi Rendra tidak memberikannya ampun.

__ADS_1


Kali ini Marisa merasa kesal sekali terhadap Rendra yang melakukannya dengan cara paksa.


__ADS_2