Janji Di Atas Ingkar

Janji Di Atas Ingkar
Part 35


__ADS_3

Hari telah berlalu, kini berganti dengan malam yang sudah mulai gulita.


Drama makan rujak telah berakhir, perjuangan Rendra telah membuahkan hasil. Meskipun harus manjat sendiri pohon mangga, hal itu sudah berhasil membuat sang istri merasakan puas.


Rendra hari ini telah di buat pusing hampir tujuh keliling, untung saja dia masih ingat dengan ancaman sang Nenek jadi masih bisa menahan rasa kesalnya terhadap Marisa demi keamanan dirinya.


Sepasang suami istri sudah memutuskan untuk segera pulang ke rumah, setelah seharian berkeliling kotak mencari tukang rujak mangga muda.


"Hari ini kamu sudah berhasil membuatku pusing,dengan drama kamu menginginkan mangga muda.Nanti besok ada drama apalagi yang kamu ciptakan untuk membuatku tambah pusing "kata Rendra sambil menatap lekat wajah Marisa yang tidak merasa bersalah terhadap suaminya,entah kenapa dia akhir-akhir ini ingin sekali membuat suaminya kesal dan jengkel terhadap dirinya.


"Memang aku mau hal ini, biasanya juga aku tidak pernah minta apapun dari kamu.Bahkan selalu melakukannya sendiri tidak pernah membutuhkan kamu, tapi nggak tahu akhir-akhir ini hanya ingin membuatmu melakukan apa yang aku mau "jawab Marisa.


"Dasarnya aja kamu ingin membuatku repot dengan hal-hal yang aneh" ucap Rendra sambil fokus menatap jalanan yang padat oleh kendaraan di malam hari ini.


"Apa kamu nggak ikhlas melakukan ini semua kan ini sudah menjadi kewajiban seorang suami membuat istrinya merasa bahagia dan senang"


Akhirnya sepasang suami istri itu tidak ada yang berbicara sedikitpun, mereka terdiam larut dengan pikiran masing-masing. Meskipun sambil mengendarai, Rendra berpikir terus apa yang dilakukan Marisa hari ini sudah berhasil membuat dirinya pusing. Dan dia terus mengingat kata yang dikeluarkan oleh bibirnya Bagas, bahwa Marisa itu mempunyai tanda-tanda seperti orang yang sedang hamil muda.


Apakah betul Marisa itu sedang mengandung anaknya, mengapa harus secepat ini.Dalam hati kecilnya Rendra belum siap ketika Marisa itu harus mengandung anaknya, sebab di awal pernikahannya Rendra hanya menuruti keinginan orang tuanya.Tidak ada niat sedikitpun untuk mendapatkan keturunan, atau menjadikan rumah tangganya dengan Marisa itu berlanjut sampai lama.

__ADS_1


Bahkan di antara keduanya pun ada surat perjanjian bahwa Marissa hanyalah istri di atas kertas, kenapa dirinya bisa mengingkari itu semua padahal yang membuat perjanjian itu adalah Rendra.


Dalam hati Rendra dia terus mengutuk dirinya sendiri, mengapa dia bisa melakukan hal ini dan bisa melupakan perjanjian di antara dirinya dan juga Marisa.Yang sudah disepakati bersama di dalam surat perjanjian.


Jalanan yang sudah gelap, hanya terpancar sinar-sinar lampu yang sudah menyala di sepanjang perjalanan.Rendra terus menginjak gas dengan perlahan, hingga pada akhirnya kendaraan yang ditumpangi mereka.Sudah memasuki area perumahan, dan kendaraan pun sudah berhenti dengan sempurna di depan rumah mewah yang ditempati mereka.


Marisa turun dari dalam kendaraan terlebih dahulu, tanpa memperdulikan suaminya.Dia langsung berjalan cepat menuju ke pintu masuk, kedatangannya disambut oleh Nenek Kamila yang masih berada di ruang tengah.


Nenek tersenyum penuh gembira, di saat Marisa sudah datang.Dan seharian ini cucunya di luar rumah bersama sang suami, hal itu sudah membuatnya merasa bahagia. Dia berpikir bahwa Marisa dan juga Rendra sudah lebih baik pada saat ini, dia berharap bahwa hubungan cucunya itu semakin membaik dan menjadi keluarga yang sakinah.


Marisa setelah berbincang sejenak dengan sang Nenek, dia langsung berfamitan untuk segera pergi ke kamarnya.Setelah seharian berada di luar rumah dia merasa sangat gerah ingin segera membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian.


"Kenapa wajahnya seperti tidak suka , bukannya habis pergi seharian harusnya pulang itu dalam keadaan tersenyum "kata sang nenek sambil menatap lekat wajah Rendra, yang terlihat seperti sedang tidak baik-baik saja.


" Hari ini aku sudah di pusingkan dengan semua permintaannya, masa iya seharian hanya mencari rujak mangga muda.Sampai manjat-manjat pohonnya lagi, apa itu bukan sesuatu hal yang membuatku pusing "jawab Rendra sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.


Nenek Kamila yang mendengar pernyataan dari Rendra, malah tertawa terbahak-bahak dia merasa bahagia ketika Marisa sudah berhasil membuat Rendra kesal dengan semua permintaannya.


"Kenapa Nenek merasa bahagia sekali ketika mendengar dia sudah berhasil membuatku kesal "kata Rendra sambil menatap wajah sang nenek dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Itu artinya kamu sudah mulai mencintai dia, meskipun dalam keadaan kesal tetapkan menuruti semua keinginannya. "jawab sang Nenek sambil tertawa kecil.


"Amit-amit aku bisa jatuh cinta sama perempuan model begitu, nggak ada lembut-lembutnya yang ada barbar macam gitu "jawab Rendra dengan kesal.


"Awas loh kalau sudah bucin, nanti malu mengakuinya.Bilang aja sih kalau udah mulai jatuh cinta nggak ada yang melarangnya juga"kata sang Nenek.


"Sudahlah, pamit ke kamar dulu "kata Rendra sambil bangkit dari duduknya lalu berjalan perlahan untuk segera menuju ke kamarnya. Untuk segera melakukan aktivitas malam dan beristirahat, setelah seharian berada di luar rumah sudah membuat dirinya lelah.


Seharian muter-muter keliling kota sambil berkendara di jalanan yang sangat macet, sudah berhasil membuat Rendra merasakan capek yang sangat luar biasa.


...****************...


Sepasang suami istri dengan beberapa koper, sudah siap untuk segera berangkat ke tempat tujuan.


Kedua orang tersebut tidak henti-hentinya selalu berdebat dan beradu argumen, meski ujung-ujungnya Angga tetap mengalah. Alina yang keras kepala, selalu ingin menang sendiri dan merasa bahwa dirinya adalah paling benar dan paling tersakiti.


Hari ini mereka akan kembali ke kota asal mereka, dan akan datang ke rumah orang tua Angga.Itu semua atas permintaan dari Alina, sebab saat ini Angga sudah tidak memiliki pekerjaan lagi.Dan dia juga tidak bekerja dikarenakan sedang hamil tua sebentar lagi akan segera melahirkan, sedangkan Angga sudah tidak memiliki pekerjaan lagi.Dari situ Alina meminta Angga untuk kembali ke pada kedua orang tuanya,dengan harapan kehidupan mereka akan lebih baik setelah kembali ke kota asal mereka.


Alina memaksa Angga agar mengambil alih toko bunga yang sekarang dipegang oleh Marisa, di saat mendengar itu semua Alina merasa kesal dan jengkel kenapa bisa Marisa dipercayai untuk mengelola itu semua. sedangkan Angga yang jelas anaknya tidak diberi kepercayaan untuk mengelola itu semua, maka dari itu Alina memaksa Angga untuk kembali dengan harapan Angga bisa merebut apa yang menjadi haknya.

__ADS_1


__ADS_2