Janji Di Atas Ingkar

Janji Di Atas Ingkar
Part 36


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti biasa keluarga Rendra dan juga Marisa sedang sarapan bersama inilah rutinitas setiap hari di keluarga.


Suasana pagi sangat indah dan sangat menyejukkan jiwa, angin pagi disertai mentari yang mulai menampakan wajahnya.Sudah mulai menghangatkan bumi yang damai dan tentram ini, tetapi beda lagi dengan jiwanya Eva.Dia selalu tidak tenang dan merasa akan terasingkan dengan kehadiran Marisa, entah apa yang ada di pikirannya sampai dia sangat marah dan benci terhadap menantunya.


"Udah rapih aja,mau ke mana?"nenek kamila bertanya terhadap Marisa.


"Mau nganter anak-anak ke sekolah, setelah itu ke toko bunga.Sudah lama aku nggak mengunjungi tempat itu ada beberapa hal yang harus diselesaikan "jawab Marisa sambil tersenyum tipis melihat ke arah sang nenek.


"Memangnya sudah merasa lebih baik, kalau masih tidak enak badan nggak usah pergi ke mana-mana.Biarkan ibumu yang mengantarkan anak-anak ke sekolah" kata nenek Kamila.


"Aku nggak bisa nganter anak-anak, Ma...mau ketemu sama temen-temen arisan, kalau harus nganter anak-anak terlebih dahulu nanti telat sampai di sana.Kagian Marisa juga sudah sembuh dasar saja perempuan manja "Eva menimpali sang mertua, dengan nada bicara yang sinis.


"Kenapa kamu lebih mementingkan arisan daripada cucu kamu "kata nenek Kamila sambil menatap tajam wajah Eva.


"Bukannya aku tidak mementingkan cucu,Ma... tapi hari ini nggak bisa biarkan saja Marisa yang mengantarnya "jawab Eva.


"Nggak apa-apa ko,Nek...aku sudah lebih baik setelah di bawa istirahat "jawab Marisa sambil tersenyum ke arah nenek Kamila.


"Bisa nggak sih setiap pagi itu kita sarapan dengan damai nggak harus ada perdebatan yang tidak penting"Ucap Pak Basuki.


"Semenjak kehadirannya di rumah ini tidak ada lagi kedamaian seperti dulu "kata Eva sambil meletakkan sendok dengan kasar lalu bangkit dari duduknya pergi meninggalkan ruang makan begitu saja.


Marisa merasa sangat sedih dengan perlakuan Ibu mertuanya, padahal dia di rumah ini tidak melakukan kesalahan apapun. mengapa sang mertua begitu membencinya, apakah hanya karena dia berasal dari keluarga miskin.Sehingga Ibu mertuanya belum menerima kehadiran Marisa.


Rendra yang menyadari perubahan sang istri, lalu dia berkata sambil bangkit dari duduknya "jika sudah sarapannya Ayo kita langsung berangkat ini sudah siang nanti anak-anak telat sampai di sekolah!"ajak Rendra terhadap Marisa untuk mengalihkan perhatian sang istri dari rasa sedihnya.


Marisa tidak menjawab apapun, dia langsung meraih bekal ketiga anaknya dan mengajak anak kecil itu untuk segera pergi dari ruang makan dan menuju keluar rumah untuk segera berangkat ke sekolah.

__ADS_1


Setelah kepergian Marisa dan juga Rendra beserta ketiga anak nya.


"Kamu sebagai suami harus bisa menasehati istri,jangan biarkan dia memperlakukan menantunya seperti itu di hadapan anak-anak"


"Mama kan tahu sifat Eva itu seperti apa? mana bisa dinasehati.Yang ada ujung-ujungnya berantem "kata Basuki terhadap sang Mama.


"Kamu itu sebagai suami harus tegas, mana bisa seorang suami kalah sama istrinya"


"Bukan kalah, Ma...lebih tepatnya males berantem "jawab nya.


"Halah bukan alasan "


"Ya sudah jangan cemberut seperti itu, nanti tambah keriput loh terus nggak cantik lagi "kata Basuki menggoda sang Mama.


"Kalau keriput wajar kan memang sudah tua cucunya aja sudah punya anak "


"Kalau begitu aku pamit berangkat kerja dulu ya,Ma..."pamit Basuki terhadap sang Mama.


...****************...


Rendra dan Marisa sudah berada di dalam kendaraan mereka sedang menuju sekolah mengantarkan anak-anaknya terlebih dahulu sebelum ke toko bunga.


Tidak membutuhkan waktu terlalu lama, kendaraan sudah berhenti dengan sempurna di depan sekolah.


Setelah anak-anak diantar untuk segera masuk ke dalam kelas, Marisa sudah masuk kembali ke dalam kendaraan dan segera menuju toko bunga.


Rendra yang melihat istrinya dari tadi diam terus akhirnya dia membuka suara "sudah jelek jangan tambah jelek itu bibir manyun terus "kata Rendra sambil menginjak gas kendaraan dengan perlahan tanpa melihat sedikitpun ke arah Marisa.

__ADS_1


Marisa tidak menjawab perkataan Rendra, dia sudah malas berdebat dengan pria itu.Lebih memilih diam, tanpa disadari Marisa air matanya keluar begitu saja.


Entah kenapa akhir-akhir ini Marisa begitu sensitif dengan orang-orang yang ada di sekitarnya, padahal ini sama sekali bukan sifat Marissa yang sesungguhnya.


Setelah cukup lama melewati perjalanan yang begitu hening, akhirnya sudah sampai di tempat tujuan yaitu toko bunga yang biasa Marisa kelola warisan dari mertuanya untuk masa depan Mentari.


Sebelum memarkirkan kendaraannya Rendra melihat seseorang yang sedang berdiri di depan toko bunga, bagi Rendra orang tersebut adalah asing di matanya.


"Apa kamu membuka lowongan pekerjaan untuk di sini?" tanya Rendra terhadap Marisa.


"Nggak, memangnya kenapa?"tanya balik Marisa terhadap sang suami.


"Terus perempuan itu siapa? buka itu kan bukan karyawan kamu yang biasa kerja di sini "kata Rendra sambil menunjuk ke arah perempuan yang sedang berdiri di depan toko.


"Mau apa dia ke sini! "kata Marisa dengan nada bicara yang pelan.


"Kamu mengenali orang itu? "selidik Rendra lagi.


"Kamu nggak usah turun kalau mau pergi ke kantor langsung saja "kata Marisa sambil buru-buru turun dari kendaraannya, namun hal itu bukan membuat Rendra cepat pergi dari sini melainkan dia juga ikut turun mengikuti sang istri.Dia sangat penasaran dengan perempuan yang menunggu di depan.


Marisa berjalan menuju toko diikuti oleh Rendra dari belakang, setelah sampai di depan toko perempuan itu berkata.


"akhirnya kamu datang juga setelah lama saya menunggu di sini "kata perempuan tersebut dengan nada bicara yang tinggi.


"Hai, memangnya kamu siapa? berbicara seperti itu terhadap istri saya.Pelankan suaramu "kata Rendra sambil menatap tajam perempuan itu.


" Kamu yang siapa! "kata orang tersebut sambil menunjuk ke wajah Rendra.

__ADS_1


"Oh jadi kamu belum tahu saya,oke...mari kita berkenalan nama saya Rendra pengusaha muda yang terkenal di sini.Saya sebagai suami Marisa jadi kamu tidak berhak berkata seperti itu terhadap dia, saya sebagai suaminya tidak terima "kata Rendra dengan nada bicara penuh penekanan.


"Kalau memang kamu adalah pengusaha muda yang terkenal untuk apa masih mengelola toko bunga milik orang lain, silakan kamu bawa istri kamu dari sini.Karena toko bunga ini adalah milik saya bukan dia "kata perempuan itu sambil menunjuk wajah Marisa.


__ADS_2