
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya kendaraan yang ditumpangin Rendra dan keluarga kecilnya itu sudah memasuki area tempat bermain anak-anak.
Rendra menghentikan kendaraannya sempurna, dia mempersilahkan anak dan istrinya untuk segera turun dari dalam kendaraan.Karena mereka sudah sampai di tempat tujuan, yaitu area tempat bermain anak-anak.
Marisa beserta anak-anak, langsung menuju ke tempat bermain yang diinginkan oleh anak-anaknya.Begitu juga dengan Rendra, dengan terpaksa dia mengikuti anak dan istrinya.
Setelah berada di area tempat bermain,Yasya mengajak sang Ayah untuk naik ke atas kincir angin.Sebab dia sangat menyukai permainan tersebut, tetapi melihat Yasya menarik sang Ayah ke arah permainan itu mentari dan juga Yasinta mengikutinya.
Rendra menaiki kincir angin beserta ketiga anaknya, sedangkan Marisa masih menunggunya di bawah.Hingga beberapa saat dia sendiri dibawa melihat ke sekeliling area permainan,yang sangat ramai dikunjungi oleh anak-anak dan juga orang tua yang mendampingi.
Sudah cukup lama Rendra dan juga anak-anaknya berada di atas kincir angin, akhirnya turun juga.Terlihat wajah anak-anak sangat senang ketika keluar dari permainan tersebut, begitupun juga dengan Rendra yang tadinya cemberut sekarang dia terbawa suasana anak-anak.Bahwa anak-anak telah memberikannya kebahagiaan bermain, bersama di atas kincir angin.
Setelah selesai dari permainan yang satu, mereka mencari permainan yang lain.Yang bisa dinikmati bersama Marissa juga, akhirnya keluarga ini bermain bersama dengan penuh kebahagiaan.
Terlihat dengan jelas kegembiraan keluarga kecil ini, tidak ada lagi jarak diantara mereka.
setelah puas bermain akhirnya mereka singgah di salah satu tempat makan, disebabkan anak-anak sudah merasa kelaparan setelah puas bermain-main.
Mereka semua sudah berada di tempat makan, ketiga anak kecil itu sedang duduk menunggu pesanan makannya. sudah terlihat jelas wajah-wajah lelah dari ketiganya, selama ini mereka belum pernah bermain sepuas ini. Selalu dikasih batasan untuk melakukan sesuatu, tetapi setelah ada Marisa mereka bebas melakukan apapun asal dalam hal kebaikan.
Setelah cukup lama mereka menunggu, akhirnya makanan yang dipesan pun sudah disajikan di atas meja.Mereka menikmati hidangan yang sudah mereka pesan dengan lahap.
Keluarga kecil itu, diam sejenak saat menikmati makanan yang tersedia.
__ADS_1
Waktu mereka menghabiskan makanan sudah cukup lama,akhirnya mereka waktunya meninggalkan area tempat makan dan kembali ke rumah setelah seharian bermain dengan puas.
Rendra dan juga Marisa beserta anak-anaknya keluar dari tempat makan, mereka langsung menuju di mana kendaraan mereka terparkir.
Mereka sudah berada di dekat kendaraan, lalu Rendra membuka pintu dan mempersilahkan anak dan istrinya untuk masuk.
Semua sudah berada di dalam kendaraan, dan waktunya kendaraan itu melaju untuk meninggalkan area tempat bermain dan menuju tempat peristirahatan yang sesungguhnya yaitu Rumah.
Rendra memacu kendaraannya dengan kecepatan sedang, melewati indahnya jalanan yang dipadati oleh kendaraan yang berbagai jenis.Hingga menambah keindahan jalanan meskipun kendaraan berjalan sedikit lambat. Tetapi itu semua sudah menjadi makanan sehari-hari, bahwa perjalanan akan mengalami kemacetan. apalagi waktu libur telah tiba, sudah bisa dipastikan beberapa.Di perjalanan itu dipadati oleh kendaraan yang menuju ke tempat wisata.
Hari ini Rendra bermain dengan puas bersama anak dan istrinya, sejenak dia melupakan perjanjiannya bersama Marisa. bahwa dia menikahinya hanya di atas kertas dan perjanjian, tetapi hari ini dia lupakan semua perjanjian-perjanjian itu yang sudah disepakati kedua belah pihak.
Setelah cukup lama mereka berada di dalam perjalanan, akhirnya sampai di rumah impian keluarga mereka.Yang mereka gunakan untuk bernaung dan berlindung dari teriknya sinar matahari dan hujan.
"Cucu-cucu,Nenek sudah pulang"siapa Nenek Kamila terhadap ketiga anak kecil, yang terlihat sangat bahagia dan membawa beberapa barang yang mereka beli di tempat bermain.
"Kami habis dari tempat bermain, lalu beli ini "jawab ketiga anak tersebut,sambil menunjukkan barang yang mereka beli terhadap sang nenek buyut mereka.
"Wah, bagus sekali! terus kalian bawa apa buat Nenek "kata sang nenek berpura-pura terkejut melihat apa yang dibeli oleh cucu-cucunya.
"oh iya, kok aku sampai lupa sih belikan nenek oleh-oleh "jawab mentari sambil menepuk jidatnya, bahwa dia lupa sesuatu.
"Ya sudah kalian kan capek habis bermain seharian silakan bersih-bersih dulu lalu istirahat! "perintah sang nenek terhadap ketiga anak kecil yang berada di hadapannya, yang sangat menggemaskan itu.
__ADS_1
Di saat ketiga anak kecil itu ingin melangkahkan kakinya dan renda ingin mengikuti anaknya, seketika langkahnya dihentikan oleh nenek kami lah. hanya Marisa dan ketiga anak kecil itu yang meninggalkan sang nenek, sedangkan Rendra tidak boleh mengikuti mereka.
" Ada apa lagi sih,Nek? "kata Rendra sambil menatap tajam ke arah sang Nenek.
"Apa kamu bahagia hari ini?"tanya sang nenek terhadap cucunya yang minim akhlak tersebut.
"Maksud nenek apa nanya seperti itu! ya jelaslah aku bahagia orang pergi bersama anak-anak dan istriku, masa tidak bahagia aneh pertanyaan nenek nggak masuk akal "jawab Rendra dengan kesal dengan pertanyaan dari sang Nenek.
"Siapa tahu kamu masih merasa terpaksa, seperti tadi pagi saat nenek memerintahkan kamu mengantar anak-anak mau pergi ke rumah mertuanya.Tapi setelah nenek lihat sekarang sepertinya bahagia ya "goda sang nenek terhadap cucunya tersebut.
"Sudahlah,Nek, aku capek mau istirahat dulu "kata Rendra yang ingin melangkahkan kakinya, pergi meninggalkan sang nenek yang masih berada di depan pintu.
" jangan menjadi kebiasaan, kalau orang tua lagi ngomong itu ditinggalin begitu saja "kata Nenek Kamila.
" Iya, Nenekku sayang mau ngomong apa lagi sekarang didengerin ya "jawab Rendra dengan wajah yang sudah mulai bosan terhadap ocehan sang Nenek.
"Kalian kan nikah sudah lama, hampir dua bulan.Nah,sekarang sudah waktunya memberikan adik buat Yasya dan Yasinta, mereka udah gede saatnya mereka punya adik.Biar tambah rame rumah ini "kata sang Nenek sambil menggoda cucunya tersebut.
"Astaga, Nenek itu senang bener sih banyak anak kecil di rumah tiga saja sudah cukup, sudah membuat orang repot kenapa harus ada lagi "jawab Rendra dengan kesal.
" Justru banyak anak itu banyak rezeki, siapa tahu nanti Rizki kamu melimpah ruah saat anak kamu itu banyak "kata sang nenek sambil tertawa kecil, menggoda sang cucu yang sudah terlihat kesal terhadap dirinya.
"ya sudah nanti malam aku cetak selusin buat nenek biar puas! "jawab renda sambil meninggalkan sang nenek yang masih berada di depan.
__ADS_1
"Jangan kasih kendor ya,semangat! "jawab sang Nenek sambil tertawa puas.