Janji Di Atas Ingkar

Janji Di Atas Ingkar
Part 14


__ADS_3

Rendra sudah sampai di kediaman keluarga Basuki.


Mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti tepat di depan rumah, Rendra mempersilahkan Marisa untuk segera turun begitu juga dengan Mentari.


Rendra mengajak Marisa untuk segera masuk ke dalam rumah, setelah beberapa saat mereka sudah berada di dalam rumah.


Kedatangan mereka di sambut oleh semua anggota keluarga Basuki terkecuali Ibunya Rendra, sebab dia tidak menyetujui pernikahan ini.


Hanya saja dia tidak ada keberanian untuk menentang keputusan dari sang suami, dengan terpaksa dia menyetujui.


Dalam hati kecilnya dia tidak sudi mempunyai menantu seperti Marisa, dia menganggap Marisa itu janda miskin dan tidak se level dengan keluarga Basuki.Yang terkenal mempunyai banyak perusahaan dan Rendra juga termasuk pengusaha muda yang sukses di bidang nya.


Pasti Eva di cibir para teman sosialita nya,mempunyai menantu seperti Marisa dan pastinya dia sangat malu.


"Sini duduk dekat depan Nenek" ajak salah satu wanita yang tidak lagi muda tetapi masih terlihat sangat cantik, dia adalah Nenek Rendra dari sang Ayah. Kebetulan mereka tinggal terpisah rumah nya hanya setiap ada acara keluarga baru mereka berkumpul.


"Terimakasih Nek, tapi nggak apa-apa aku duduk di sini saja" jawab Marisa, sebab dia sudah tahu tatapan tajam dari sang mertua membuat dirinya merasa tidak enak.


"Biarin aja sih, Ma... dia duduk di sanah" kata Eva


"Saya mau dekat dengan cucu menantu saya, jadi biarkan dia duduk di sini" kata sang Nenek sambil menepuk tempat duduk yang ada di samping nya.


"Ya sudah pindah sana! " perintah Rendra terhadap Marisa.


"Iya, Nek" jawab Marisa sambil berpindah tempat duduk nya.


"Yasya, Yasinta, sini nak... ajak Mentari Main! " panggil Rendra terhadap kedua anaknya.

__ADS_1


"Iya, Ayah" jawab kedua anaknya dengan bersamaan.


Yasya dan Yasinta mendekat ke arah sang Ayah, lalu mengajak Mentari untuk bermain dan meninggal kan ruang keluarga, yang sedang membahas urusan orang dewasa. Setelah anak kecil itu pergi tinggallah orang dewasa yang berada di sanah, bagi Nenek Kamila dia merasa sangat senang bisa memiliki cucu menantu seperti Marisa dia tidak hentinya memuji Marisa.


Setelah cukup lama mereka berbincang dan saling tukar cerita, acara makan-makan juga sudah selesai.


Siang telah berganti dengan sore, kebahagiaan dari seluruh anggota keluarga terlihat jelas dengan hadirnya Marisa di tengah keluarga, mungkin Eva belum bisa menerima kehadiran Marisa ada di antara mereka. Tetapi yang lain merasa bahagia adanya anggota keluarga baru yang menurut mereka, status sosial bukan masalah.


Anggota keluarga yang beda rumah, mereka sudah pulang ke rumah masing-masing. Tinggal Nenek Kamila yang tidak pulang, sebab dia sudah memutuskan untuk tinggal di rumah ini kalau Rendra sudah menikah.


Nenek sudah beristirahat di kamar nya dan Rendra juga sudah berada di kamar masing-masing.


"Enak bener dia di perlakuan seperti itu sama adik-adik kamu dan Mama" gerutu Eva di hadapan suaminya.


"Sudah sewajarnya mereka memperlakukan Marisa dengan baik, dia kan anggota keluarga kita istri dari Rendra menantu kamu! " pak Basuki memperingati istrinya.


"Kenapa waktu dulu adik kamu tidak seperti itu sama aku, apalagi itu si Maya mana pernah baik ngomong saja judes nggak ada lembut-lembutnya. Kenapa dia sama perempuan kampung itu bisa baik seperti itu" kata Eva dengan nada bicara yang judes.


"Dasar nya adik-adik kamu nggak pernah suka sama aku, dan sampai sekarang juga mereka tetap seperti itu " kata Eva.


"Kata siapa mereka nggak sayang sama kamu, bukan nya mereka itu nggak pernah membuat kakak iparnya kesusahan bahkan saat kamu punya bayi kan mereka yang membantu kamu. Hanya saja cara mereka bicara seperti itu, kamu harus paham lah toh kita menikah sudah puluhan tahun masa belum mengenal juga sifat dari anggota keluarga nya" kata pak Basuki.


"Pokoknya Mama kecewa sama Papa titik" kata Eva, sambil pergi dari kamar nya, dan sedikit membanting pintu dan sikap Eva yang seperti itu membuat Pak Basuki mengelus dada.


*****


Di kamar Rendra

__ADS_1


"Ini semua barang-barang milik Mamanya Yasya dan Yasinta, jadi tidak ada hak bagi kamu untuk menyentuh sedikit pun barang tersebut dan di lemari sanah juga itu pakaian miliknya, photo itu jangan coba untuk menggantikannya sebab kita menikah hanya sebuah kesepakatan! " kata Rendra memperingati Marisa, sambil menunjuk ke arah salah satu photo pernikahan yang terpampang di kamar itu.


"Terus ini pakaian ku di simpan di mana jika kamu tidak mau berbagi lemari? " tanya Marisa yang sedang membereskan pakaiannya.


"Simpan di dalam koper saja nggak usah di lemari" jawab Rendra acuh.


"Kenapa seperti itu, pelit sekali ternyata" kata Marisa sambil menyimpan kembali koper yang di bawanya ke pojok kamar, setelah mengambil baju ganti yang akan di kenalannya.


"Ini kamar saya ya suka-suka kalau kamu tidak setuju itu hak kamu jadi masa bodo" kata Rendra yang naik ke atas tempat tidur, dan Marisa pergi ke kamar mandi dia belum membersihkan diri.


Ritual di kamar mandi sudah selesai dan Marisa sudah berganti pakaian, sedang kan Rendra sedang asik bermain game yang ada di ponsel nya tanpa memperdulikan Marisa.


Marisa melihat ke sekeliling kamar,dan ternyata banyak sekali photo Rendra bersama istrinya yang terdahulu.


"Ternyata dia sayang banget sama istri nya" saat Marisa melihat ke salah satu photo Rendra dan istrinya sedang hamil, dan semua itu hanya di kata kan di dalam hati.


"Kamar anak-anak di sebelah mana? " tanya Marisa terhadap sang suami yang terus fokus terhadap layar ponsel nya.


"Sebelah sana" jawab Rendra tanpa melihat ke arah Marisa.


"Sana Mana? rumah ini sangat luas aku tidak tahu" kata Marisa.


"Astaga berisik sekali kamu, kalah deh gara-gara kamu" ucap Rendra sambil melepaskan ponsel dari tangan nya.


"Kenapa menyalahkan ku, dasar nya saja kamu tidak bisa main kenapa orang lain yang menjadi sasaran" jawab Marisa sambil mengambil selimut dan bantal yang ada di atas tempat tidur, lalau di bawa ke atas sofa.


"Mau ngapain kamu? " tanya Rendra.

__ADS_1


"Tidur" jawab Marisa sambil merebahkan tubuh nya di atas sofa, sebab Rendra terus memperingati dia agar tidak tidur di atas kasur dan menyentuh apapun yang ada di kamar ini.


Ini baru setengah hari Marisa berada di rumah ini, apakah dia sanggup menerima perlakuan Rendra yang seperti itu.


__ADS_2