
Rendra dan juga Marisa sudah berada di dalam kendaraan dan siap untuk segera pergi ke tempat tujuan.
Sepasang suami istri itu akan segera pergi, meskipun Marisa tidak tahu ke mana suaminya akan pergi.Kali ini dia ingin sekali pergi bersama Rendra, padahal sebelumnya dia tidak pernah ingin pergi bersama laki-laki ini.Tetapi akhir-akhir ini dia tidak ingin jauh darinya, bahkan saat tidur pun dia rasanya ingin terus memeluk tubuh laki-laki itu.
"Pegangan yang kuat,anggap saja kita akan pergi balapan pada hari ini "kata Rendra sambil menatap ke arah Marissa yang duduk dengan santainya di samping dirinya.
"Memangnya kita lagi naik motor harus pegangan segala, kan ini mobil ngapain harus pegangan" jawab Marisa dengan heran,di tataplah laki-laki yang duduk di belakang kemudi itu.
"Memangnya kalau berada di dalam mobil dilarang berpegangan! "jawab Rendra tidak mau kalah, dia mencari terus jawaban.
"Terus harus berpegangan di mana? pegangan sama tangan kamu, maunya nggak mau lepas "ledek Marisa terhadap Rendra.
"Hallo, bukannya kamu yang nggak mau jauh dari aku selalu mau nempel-nempel.Sekarang udah mulai candu, kemarin pura-pura nolak padahal doyan deket-deket "kata Rendra meledek Marisa.
"Dasar laki-laki ngeselin "jawab Marisa sambil menyilangkan kedua tangannya di dada dan memalingkan wajahnya ke arah lain.
perdebatan di antara mereka pun berakhir, Rendra menyalakan mesin kendaraannya.Lalu menginjak gas dengan perlahan, kendaraan sudah mulai keluar dari area pekarangan rumah.Setelah berada di jalan raya Rendra memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya Marisa pun ngomel-ngomel dan memerintahkan Rendra untuk mengendarai dengan hati-hati.
Tetapi ocehan Marisa tidak dihiraukan sedikitpun oleh Rendra, laki-laki itu malah menginjak gas semakin menggila.Hingga mengakibatkan Marisa merasa ketakutan dan pusing kepalanya serasa ingin muntah.
Tidak perlu membutuhkan waktu yang sangat lama untuk segera sampai di tempat tujuan, Rendra sudah berhenti dengan sempurna di depan sebuah gedung yang ditujunya.
Rendra keluar terlebih dahulu dari dalam kendaraannya, lalu membuka pintu samping dan mengajak Marisa untuk segera turun.
Dan masuk ke dalam gedung yang menjulang tinggi di hadapannya.
"Ayo segera turun, sudah ditunggu Bagas di dalam! "aja Rendra terhadap Marisa, sambil mengulurkan tangannya mengajak perempuan itu segera keluar dari kendaraan.
__ADS_1
"Pusing, mual "jawab merisa dengan nada bicara yang lesu, dia rasanya sudah tidak punya tenaga dan untuk berbicara.
"Kamu mabuk perjalanan?"tanya Rendra terhadap sang istri, sambil menatap lekat wajah Marisa yang sudah terlihat pucat.
"Aku nggak tahu tiba-tiba rasanya pusing dan mual "jawab Marisa sambil perlahan dia keluar dari dalam kendaraan.
"Ya sudah kita masuk dulu! nanti di dalam minum atau makan sesuatu yang bisa menghilangkan rasa mual dan pusing!" ajak Rendra sambil menggandeng tangan Marisa, saat ini mereka lupa bahwa di antara keduanya selalu bertengkar.Ketika beriringan masuk kedua orang ini terlihat sepasang suami istri yang sangat harmonis, bahkan tidak akan ada orang yang menyangka bahwa orang ini seperti anjing dan kucing.
Tidak butuh waktu lama, mereka berdua sudah sampai di dalam dan segera menuju tempat yang sudah disediakan di mana Bagas sudah menunggu kedatangan mereka.
Sampai di dalam, Rendra menarik salah satu kursi dan mempersilahkan Marissa untuk duduk terlebih dahulu.
"Sudah lama menunggu?" tanya Rendra terhadap Bagas yang sudah menunggu kedatangan nya.
"Nggak juga"jawab Bagas.
"Apa saja yang penting bisa menghilangkan rasa mual dan pusing "jawab Marisa dengan nada bicara yang sangat lembut, hingga nyaris tidak terdengar.
"Eh istrimu kenapa kok seperti? itu pucat lagi apa dia sakit, kenapa di bawa ke sini kalau memang dia sakit, bukannya langsung dibawa saja ke klinik?" kata Bagas dengan nada bicara penuh kekhawatiran.
"Mungkin dia mabuk perjalanan, tidak biasa dia naik mobil mewah.Kan dia biasanya juga naik bajaj jadilah seperti ini "kata Rendra sambil melihat ke arah Marissa yang terlihat sudah semakin pucat.
"Mas aku mau muntah rasanya sudah nggak tahan "kata Marisa.
Dan akhirnya Marisa muntah ke arah Rendra dan baju yang dikenakan Rendra terkena muntah, Marisa terus saja mengeluarkan isi perutnya.Sampai merasa lelah dan letih, kali ini Rendra hanya dia menyaksikan istrinya seperti itu.Dan berusaha membantunya sambil mengelus pundak sang istri.
"Kalau kamu sudah tidak kuat juga kita pergi ke klinik saja, takut terjadi sesuatu dengan kamu!"ajak Rendra terhadap Marisa, dengan penuh kekhawatiran walau bagaimanapun Marisa itu adalah istrinya jadi tanggung jawabnya keselamatan dan kesehatannya.
__ADS_1
"Aku nggak sakit tapi ingin sekali rasanya makan mangga muda terus dikasih bumbu rujak mungkin itu bisa menghilangkan rasa mual dan pusing "Marisa meminta mangga muda terhadap Rendra, dia berpikir jika makan rujak mungkin bisa menghilangkan rasa mual dan pusing.Tetapi Bagas yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya, dan dia menerawang ke belakang biasanya perempuan yang mual-mual dan pusing dan ingin makan mangga muda biasanya itu perempuan sedang mengidam.
"Pasti istrimu sedang hamil muda, itu buktinya muntah-muntah pusing minta mangga muda.Itu kan makanannya orang hamil ini ini sudah yakin bahwa istri kamu itu hamil "kata Bagas sambil menatap lekat wajah Rendra.
Rendra dan Marisa hanya bisa melempar tatapan mereka, mendengar perkataan dari Bagas.
"Nggak mungkin hamil,masa iya secepat itu" jawab Rendra sambil menatap tajam wajah sahabatnya.
"Bisa saja bibit yang kau tanam itu adalah bibit unggul yang berkualitas bisa dipercaya dan dipertanggungjawabkan nantinya"Bagas menimpali sambil tertawa kecil.
"Omonganmu itu makin ngawur aja sih belum tentu juga dia hamil bisa saja karena masuk angin atau mabuk perjalanan "kata Rendra, dia tidak terima mendengar perkataan Bagas yang menyatakan bahwa Marisa itu sedang mengandung.
"Kah dia kan istri kamu,dan kalian sudah menikah wajar dong kalau dia hamil kenapa kamu tidak suka seperti itu"kata Bagas memperjelas omongannya bahwa Marisa itu adalah istri Rendra.
"Kamu tahu apa soal hamil soal istri pernikahan dan lainnya nikah aja belum pura-pura nikah pacar aja kagak punya"ledek Rendra terhadap Bagas.
Marisa yang mendengar perdebatan dua orang tersebut merasa tambah pusing dan tambah mual.
"bisa nggak sih kalian berhenti berdebat, aku ini pengen makan rujak mangga muda tolong secepatnya carikan!"kata Marisa dengan nada bicara yang sangat kesal, sambil menatap lekat wajah suaminya yang tidak memperdulikan permintaannya.
"Lalu harus mencarinya di mana, di sini kan bukan tempat jualan rujak ada juga kentang goreng burger berbagai macam jus dan lain sebagainya atau minum jus tomat aja ya? "kata Rendra terhadap Marissa dia menawarkan agar istrinya itu meminum jus tomat saja.
"Pokoknya aku hanya ingin rujak mangga muda! tidak mau yang lain tolong secepatnya bawa ke sini atau pergi dari sini kita untuk mencarinya! "kata Marisa dengan nada bicara penuh penekanan.
"Astaga kenapa perempuan harus ribet ini sih, ngapain juga tadi kamu harus ngikut-ngikut aku.Kan ini mau kerja, banyak yang harus di bahas sama Bagas bukan untuk mencari rujak"Rangga kesal dengan permintaan dari sang istri yang sudah mengganggu pekerjaannya.
"Ya sudah kamu turuti keinginan istri kamu, lagian pekerjaan masih bisa kita bahas esok hari "Bagas memberi perintah terhadap Rendra, baru kali ini dia memerintahkan bosnya.
__ADS_1
Setelah mendengar perkataan dari Bagas, akhirnya Rendra dan juga Marisa keluar dari tempat tersebut.Sebab Marisa terus merengek ingin segera makan rujak.