
Marisa diam sejenak menatap dari bawah ke atas kedua orang yang sudah berdiri di hadapannya.
"Ngapain kalian nyamperin aku! "kata Marisa dengan nada bicara yang jutek.
"Kamu lagi liburan di sini, atau lagi mencari suamimu yang pergi meninggalkan kamu? "kata Alina terhadap Marissa sambil tersenyum sinis.
"Maaf ya, tidak ada gunanya mencari sampah. Ketika ada berlian di genggaman, sampah itu tidak ada gunanya lagi "jawab Marisa sambil menatap jijik kedua orang tersebut yang ada di hadapannya.
"Maksud kamu apa ?" tanya Angga terhadap Marissa.
"Jika seorang suami meninggalkan istrinya selama 3 bulan berturut-turut dan tidak ada nafkah lahir batin, maka istri berhak mengajukan ketidaksukaannya atau keberatan ke pengadilan maka istri berhak menuntut cerai "jawab Marissa dengan nada bicara penuh penekanan.
"Jadi maksud kamu kamu sudah mengajukan perceraian ke pengadilan?"tanya Angga lagi terhadap Marissa.
"Semua itu sudah dilakukan kedua orang tuamu yang mendukung ku, untuk bercerai dari kamu.Dan saya bukan lagi sebagai istri kamu di saat pengadilan mengeluarkan akta cerai "jawab Marisa.
"Kamu kenapa sih sayang? seperti tidak ikhlas saja bercerai dari perempuan ini! bukankah kamu tidak pernah mencintainya dari dulu, makanya kamu pergi meninggalkannya demi aku "kata Alina sambil menatap tajam wajah Angga, dia tidak suka melihat reaksinya seperti itu ketika bertemu dengan Marisa.
"Maaf ya,aku permisi dulu mungkin anak-anak dan suamiku sudah menunggu di hotel,jadi tidak ada waktu bagiku untuk meladeni sampah-sampah seperti kalian "kata Marisa sambil berjalan perlahan meninggalkan kedua orang tersebut yang masih berdiri.
__ADS_1
" jadi kamu sudah menikah lagi? "tanya Angga lagi.
Tetapi Marisa tidak menjawab pertanyaan dari Angga,sebab dia sudah terlalu jauh dari Angga dan juga Alina berdiri.
Setelah kepergian Marissa, Angga dan juga Alina malah berantem di situ mempermasalahkan pertemuannya bersama Marisa.
"Jamu sengaja ya mengajak ke berlibur ke ini, untuk bisa bertemu dengan perempuan itu"kata Alina sambil menatap tajam wajah Angga.
"Kamu itu ngomong apa sih! bukannya aku tidak pernah tahu keberadaan dia dan juga kabarnya, jika aku masih menginginkannya aku sudah pulang dan kembali bersamanya dari dulu.Tetapi itu semua tidak aku lakukan apa kamu belum puas,aku pergi meninggalkan istri dan anakku dan kedua orang tuaku hanya demi hidup bersama kamu "jawab Angga.
*****
Setelah beberapa saat Marisa sudah sampai di kamar yang mereka tempati, dia langsung mengetuk pintu.Setelah beberapa saat pintu sudah terbuka, terlihat kamar sudah rapi dan beberapa barang sudah berada di koper yang sudah berjejer di dekat pintu keluar.
Sedangkan anak-anak sudah duduk di atas tempat tidur dan berganti pakaian sebab mereka terlalu lama menunggu Marisa kembali, akhirnya Rendra yang melakukan.
"Ini kok koper-koper sudah berjejer di sini? "tanya Marisa terhadap sang suami.
"Kita akan pulang sore ini juga! "jawab Rendra dengan singkat.
__ADS_1
"Kenapa pulang? bukankah kita seminggu tinggal di sini,lagian anak-anak juga belum puas bermain.Kamu itu kenapa sih dari pagi diam saja,apa ada masalah?"tanya Marisa terhadap sang suami yang terlihat sangat aneh dari pagi sampai sekarang sifatnya berubah.
" Ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, jadi terpaksa kita harus pulang malam ini juga. "jawab Rendra tanpa melihat ke arah Marisa, dia menghindari kontak mata bersama Marisa.
" Apa pekerjaan itu lebih penting daripada keluarga kamu? "tanya Marisa terhadap Rendra.
"Kan pekerjaan juga penting! itu semua buat masa depan anak-anak juga dan kamu "jawab Rendra.
"Ya sudahlah terserah kamu saja dasar aneh" jawab Marisa sambil pergi berjalan menuju ke arah kamar.
Setelah beberapa saat Marisa berada di kamar mandi, akhirnya dia keluar. dan berganti pakaian, sebab Rendra sudah berkata bahwa mereka akan pulang hari ini juga.
Setelah beberapa saat akhirnya waktu mereka untuk pulang sudah tiba, Rendra mengajak anak-anak dan juga Marisa untuk segera menuju kendaraan yang sudah menunggu mereka di lobby.
Mereka sudah sampai di tempat kendaraan mereka menunggu, akhirnya semuanya sudah masuk dan kendaraan yang akan segera melaju,menuju tempat tujuan mereka yaitu rumah.
Liburan kali ini tidak sesuai dengan yang ada di pikiran Marisa dan juga anak-anak, mereka berkhayal bahwa mereka akan bersenang-senang selama satu minggu.Entah apa yang terjadi dengan Rendra, dia tiba-tiba mengajak mereka semua untuk pulang. Padahal liburan kali ini sudah dipersiapkan oleh sang ayah dan juga nenek, tetapi Rendra tidak menepati semua yang sudah diperintahkan oleh orang tuanya.
Kecewa itulah yang dirasakan Marissa dan juga anak-anaknya pada saat ini.
__ADS_1
Tetapi apalah daya mereka tidak mampu menolak semua permintaannya Rendra, selain mereka menurut apa yang dikatakannya.