Jatuh Cinta Dengan Badboy

Jatuh Cinta Dengan Badboy
Bab 13 - Kesempatan


__ADS_3

...༻✿༺...


Morgan langsung memiliki beberapa teman di ekskul teater. Padahal dia baru pertama kali hadir di kegiatan latihan.


"Lo dekat ya sama Ramanda?" tanya Rizal. Salah satu teman baru Morgan.


"Iya. Dekat banget," jawab Morgan santai.


"Pacaran?" Rizal kembali bertanya.


"Kenapa tanya terus? Lo suka sama Ramanda?" timpal Morgan. Membuat mata Rizal langsung membola. Meskipun begitu, dia tidak menampik sama sekali tebakan Morgan.


"Gue sebenarnya sudah lama suka sama dia. Cuman Ramanda terus menghindari semua cowok. Tapi setelah gue lihat, dia mau aja dekat sama lo," ujar Rizal. Menuntut penjelasan.


"Ya iyalah. Nggak ada cewek yang bisa tolak gue," tanggap Morgan percaya diri. Rizal yang mendengar, lantas memutar bola mata jengah.


"Oh iya, kata Bu Naomi lo salah satu kandidat terkuat buat memerankan pemain utama cowok," cetus Rizal. Mendadak merubah topik pembicaraan.


"Yang benar?" Morgan memastikan.


"Iya. Tapi lo harus tetap melakukan tes ulang sesuai karakter yang dimainkan." Rizal berucap sambil mencuri pandang ke arah Ramanda.


"Sudah! Jangan dilihatin terus. Kalau emang hati ceweknya nggak bisa digapai ya relakan saja." Morgan merangkul Rizal.


"Bukan gitu. Gue merasa kasihan aja sama cewek secantik Ramanda. Bisa-bisanya dia nggak dapat kesempatan buat jadi pemain utama," terang Rizal sembari mendengus kasar.


"Masa? Kenapa bisa gitu? Kalau dilihat, Ramanda itu cewek paling cantik di sini." Morgan mengerutkan dahi.

__ADS_1


"Akting Ramanda buruk banget, Gan. Gue sebenarnya mengakui juga sih kalau aktingnya buruk."


"Jahat banget lo! Katanya Ramanda gebetan lo." Morgan mendorong pelan Rizal.


"Itu emang faktanya. Makanya gue mencoba dekatin Ramanda. Tapi dia selalu menghindar. Katanya bisa belajar sendiri." Rizal memberi alasan.


"Pantas dia terlihat agak murung sejak tadi," ucap Morgan seraya mengamati Ramanda dari jauh. Dia segera berjalan menghampiri gadis itu.


Tak lama kemudian, Bu Naomi berdiri ke tengah. Dia mengumumkan bahwa Morgan dan dua cowok lainnya, dipastikan akan menjadi kandidat pemeran utama.


Hal serupa juga terjadi kepada para kandidat pemeran utama perempuan. Yang pastinya tidak ada Ramanda di antara semua kandidat tersebut.


Bu Naomi sendiri mengambil cerita buatannya sendiri untuk dipertunjukkan di atas panggung. Yang mana karakter utama lelaki merupakan seorang siswa nakal. Sedangkan peran utama perempuannya adalah anak yatim piatu yang dikenal pintar.


"Silahkan bersiap untuk kandidat pemain utama. Kalian harus..." perkataan Bu Naomi terhenti, ketika melihat Morgan tiba-tiba mengangkat tangan ke udara. "Ada apa, Morgan?" tanya-nya.


"Nggak adil kalau yang ikut tes cuman orang-orang tertentu. Kenapa yang lain juga nggak diberi kesempatan? Ibu jahat banget," ujar Morgan. Membuat anggota-anggota lain langsung saling bertukar pandang. Mereka setuju dengan pendapat Morgan.


Bu Naomi memejamkan mata sambil melipat tangan ke depan dada. Dia berpikir sejenak. Sampai akhirnya Bu Naomi menganggukkan kepala. Ia menyetujui usulan Morgan.


"Baiklah kalau begitu. Tapi Ibu harap kalian jangan membuang kesempatan. Karena Ibu tidak mau membuang waktu," ucap Bu Naomi.


Ramanda yang mendengar terlihat tersenyum. Dia dan yang lain segera pulang saat waktu menunjukkan jam empat sore.


Ramanda melangkah melewati koridor. Di belakang ada Morgan yang mengejar. Cowok itu berhenti sambil merangkul pundak Ramanda.


"Eh!" Ramanda sontak kaget. Dia hampir hilang keseimbangan akibat ulah Morgan. "Lo kenapa sih!" protesnya sembari melepas paksa rangkulan Morgan.

__ADS_1


"Mulai lagi deh judesnya. Padahal niat gue tadinya pengen bantuin lo," ujar Morgan. Bibir bawahnya sedikit memaju.


"Bantuin apaan? Apa yang bisa lo lakukan buat gue? Ngajakin bolos?" timpal Ramanda dengan gaya berkacak pinggang.


"Ngajarin lo akting. Gue bisa bantuin lo." Morgan mencondongkan kepala ke arah Ramanda.


"A-akting?" Mata Ramanda meliar ke segala arah. Dia sekarang yakin kalau Morgan sudah tahu mengenai akting buruknya.


"Katanya akting lo dianggap nggak bagus sama Bu Naomi. Apa yang gue lakukan tadi sebenarnya karena pengen bantuin lo. Cewek secantik lo nggak pantas jadi pemain cadangan," pungkas Morgan.


"Biar gue pikirin dulu deh." Ramanda sejujurnya senang terhadap tawaran Morgan. Dia hanya gengsi untuk menyetujui tawaran cowok tersebut. Ramanda segera melangkah jauh meninggalkan Morgan.


"Dih, jual mahal banget teman cewek gue satu ini." Morgan lagi-lagi merangkul Ramanda. Entah kenapa dia semakin tertarik dengan gadis itu.


"Apaan sih." Kening Ramanda mengernyit. Ekspresi masamnya justru membuat Morgan merasa gemas.


"Lo sudah dapat naskah yang dikirim Bu Naomi lewat grup chat kan? Habis ini kita bisa langsung praktekin," ajak Morgan.


"Sekarang? Gila lo. Gue harus--"


"Gue bakalan bilang sama sopir lo kalau kita ada belajar kelompok," potong Morgan yang terkesan memaksa.


Ramanda bingung. Entah kenapa dia tidak ingin menolak ajakan Morgan kali ini. Ramanda benar-benar mau belajar akting dengan baik. Semuanya demi nilai sempurna di riwayat buku rapornya.


..._____...


Catatan Author :

__ADS_1


Promosi novel baru. Genrenya romantis komedi. Ditunggu buat yang berkenan mampir🙏



__ADS_2