Jatuh Cinta Dengan Badboy

Jatuh Cinta Dengan Badboy
Bab 36 - Ending [Restu & Pernikahan]


__ADS_3

...༻✿༺...


"Ternyata mengerjaimu seru juga," ujar Raffi.


Perasaan Morgan benar-benar lega. Kini dia hanya bisa tertawa malu. Dirinya sangat senang bisa mendapat persetujuan Raffi.


"Kenapa Om langsung mau terima aku begitu saja?" tanya Morgan penasaran.


"Dua hari lalu aku baru saja tahu mengenai apa yang terjadi pada ibumu. Kenalanku juga memberitahu bahwa kau sudah menjadi seorang dokter. Walau masih koas," jawab Raffi.


"Aku jamin, Om. Sebentar lagi aku akan menyelesaikan masa koas dan menjadi dokter spesialis!" seru Morgan bersemangat.


"Tapi kau sepertinya harus bersabar dulu. Biarkan Ramanda lulus dulu, baru kalian bisa menikah. Oke?" ujar Raffi.


Wajah Morgan kembali sendu. "Jadi harus nunggu lagi nih, Om? Hah..." keluhnya yang dilanjutkan dengan helaan nafas panjang. Membuat Raffi cekikikan sendiri.


Hal serupa juga dilakukan Ramanda. Sebenarnya sejak tadi dia menguping pembicaraan Raffi dan Morgan. Sama seperti Morgan. Cewek itu juga sangat senang akan persetujuan sang ayah.


Morgan terpaksa menyetujui keinginan Raffi. Yang terpenting dia sudah memastikan kalau Ramanda akan menikahinya.


Demi tidak mengganggu pendidikan, Morgan dan Ramanda memilih merahasiakan hubungan mereka terlebih dahulu. Terutama dari teman-teman atau pun orang-orang di rumah sakit.


Jika di hadapan banyak orang, Morgan dan Ramanda akan bertingah seperti senior dan junior. Keduanya berusaha tetap profesional meski sangat sulit untuk ditahan. Terutama oleh Morgan.


Satu tahun berlalu. Morgan sekarang sudah resmi menjadi dokter intership/magang penyakit dalam. Sementara Ramanda harus menunggu waktu lima bulan lagi untuk menyelesaikan masa koas. Meskipun begitu, keduanya tetap berada di rumah sakit yang sama.


Saat jam istirahat, Ramanda melenggang sendirian sambil membawa segelas minuman segar. Dia berjalan menyusuri koridor rumah sakit.


Tiba-tiba sepasang tangan menariknya ke sebuah ruangan. Dia tidak lain adalah Morgan. Lelaki itu sudah menanti Ramanda dua menit lalu.


"Morgan! Apa-apaan! Kalau ada yang lihat bagaimana?" timpal Ramanda.


"Nggak gimana-gimana kok. Paling mereka kaget," sahut Morgan sambil mengangkat dua bahunya bersamaan.


"Ish! Emang mau ngapain?" Ramanda berkacak pinggang.


"Mau lihat lebih dekat. Aku nggap pernah puas lihat calon istriku ini," rayu Morgan. Menyebabkan bola mata Ramanda memutar jengah.


"Janji cuman dilihat aja ya? Awas kalau disentuh. Apalagi dicium!" Ramanda bicara sembari sedikit memanyunkan mulut.


"Lah, itu pasti dong! Sini cium!" Morgan sigap menarik pinggul Ramanda. Memaksa cewek itu untuk lebih dekat.

__ADS_1


Ramanda mengikik geli. Sebab tangan Morgan juga bergerak untuk menggelitiki perutnya. Saat itulah Morgan menempelkan bibirnya ke pipi Ramanda.


"Morgan..." panggil Ramanda. Ketika merasakan ciuman Morgan berlangsung terlalu lama.


Ceklek!


Pintu tiba-tiba terbuka. Sepasang lelaki dan perempuan muncul sambil berciuman bibir. Kedua orang itu nampaknya mengira ruangan yang mereka masuki adalah tempat kosong.


Parahnya pasangan yang baru masuk itu juga memakai jas putih seperti Morgan dan Ramanda. Entah mereka mahasiswa koas di jurusan lain atau apa.


"Hei!" tegur Morgan.


Pasangan itu sontak berhenti berciuman. Mereka reflek menoleh ke arah Morgan dan Ramanda.


"Ah... Dia ternyata," ujar Morgan. Dia mengenali pria yang sekarang ada di hadapannya.


"Siapa dia?" tanya Ramanda.


"Dia adalah Zidan Dirgantara. Mahasiswa koas baru. Zidan adalah anak pemilik rumah sakit dan universitas kita berada sekarang," jawab Morgan. Dia melanjutkan dengan berbisik, "banyak yang nggak berani sama dia. Tapi aku nggak peduli sama sekali dengan posisinya itu."


"Ma-maaf, Kak!" perempuan berambut pendek sebahu yang bersama Zidan langsung meminta maaf. Namun tidak untuk Zidan sendiri.


"Kita cari tempat lain," ujar Zidan. Melingus pergi sambil menarik tangan perempuan yang sepertinya adalah sang kekasih.


"Aku tidak peduli." Morgan memutar tubuhnya menghadap Ramanda. "Lebih baik lanjutkan saja kegiatan kita. Mau melakukan seperti Zidan dan cewek tadi lakukan?" sambungnya seraya mengerlingkan mata.


"Dih! Kagak! Aku mau fokus sama praktekku dulu. Mending kamu urus pasienmu gih," tolak Ramanda. Dia beranjak meninggalkan Morgan lebih dulu.


...***...


Hari demi hari berlalu. Waktu yang dinanti Ramanda tiba. Dia akhirnya bisa menyelesaikan masa koasnya. Kini Ramanda dan Morgan mulai mempersiapkan acara pernikahan.


Segalanya direncanakan sedemikian rupa. Morgan dan Ramanda sepakat melakukan acara pernikahan mereka secara outdoor, atau berada di luar ruangan. Keduanya memilih nuansa kasual dan mewah.


Semua teman dan kerabat di undang. Termasuk Zafran yang kebetulan masih sendiri. Dia akhirnya bisa bertemu dengan sosok Morgan. Keduanya saling bersalaman.


"Jagain Ramanda ya, Gan. Dia cinta banget sama lo tahu nggak," ujar Zafran. Dia langsung mendapat pelototan dari Ramanda. Cewek tersebut tampak cantik dalam balutan gaun pengantin putih.


"Yang benar cinta banget? Tapi dia nggak pernah bilang tuh," tanggap Morgan yang perlahan melirik Ramanda.


Ramanda sengaja membuang muka. Dia memang tipe orang yang gengsi untuk menunjukkan perasaan.

__ADS_1


"Zaf! Semoga bisa nyusul ya! Kasihan gue lihat lo tenggelam dalam kubangan cinta Lika mulu," ucap Ramanda. Sengaja merubah topik pembicaraan.


"Lika siapa?" tanya Morgan.


"Bukan siapa-siapa. Jangan didengarin kata Ramanda. Dia ngomong asal," sahut Zafran. Sekarang dia yang mendelik ke arah Ramanda.


Interaksi mereka berakhir dengan sesi pengambilan foto. Hari itu acara berjalan lancar. Cuaca bahkan begitu cerah. Seolah menyetujui acara pernikahan yang terjadi.


Hingga tibalah siang berganti malam. Kini Morgan dan Ramanda sudah berada di rumah baru mereka.


Morgan mengangkat Ramanda dengan ala bridal. Keduanya tertawa bahagia bersama. Mereka segera masuk ke dalam kamar. Tidak sabar dengan malam pertama yang akan dilakukan.


Bruk!


Mogan menghempaskan tubuh Ramanda ke ranjang. Lalu menindihnya.


"Mati kau sekarang, istriku! Aku sudah kehausan menunggumu bertahun-tahun," ujar Morgan dengan raut wajah jahat yang dibuat-buat.


Ramanda tergelak lepas. "Dih! Sok-sokan bersikap kayak singa ganas," komentarnya.


"Oh... Jadi meremehkan ya? Oke! Kamu sebentar lagi akan melihat singa ganas!" Morgan menanggalkan pakaiannya satu per satu. Sampai menyisakan celana boxer pendek.


"Apaan sih. Lebay!" pungkas Ramanda. Dia mencoba beranjak dari ranjang. Tetapi dicekal Morgan. Lelaki tersebut segera melepaskan pakaian perempuan yang telah menjadi istri sahnya itu.


Tampilan Ramanda sekarang hanya mengenakan bra dan celana dal-am. Dia segera mendapatkan ciuman di bibir oleh Morgan.


Ramanda tentu tak menolak. Dia sebenarnya sangat menantikan momen sekarang. Mengingat dirinya dan Morgan pernah berhubungan intim saat masih SMA.


Morgan melepas tautan bibirnya sejenak dari mulut Ramanda. Dia berkata, "I love you..."


"I love you too..." jawab Ramanda sembari tersenyum. Dia dan Morgan kembali berciuman. Menyelesaikan malam pertama mereka.


...TAMAT...


...______...


Catatan Author :


Aku ucapkan terima kasih buat pembaca setia novel ini. Novel ini memang sejak awal direncanakan akan memiliki bab tidak banyak. Karena memang se-simple itulah kisah cinta Ramanda dan Morgan.


Pokoknya aku ucapkan maaf kalau ada kesalahan apapun dari penulisan atau kata-kata.

__ADS_1


Dan satu lagi, kalian notice ada tokoh yang nyelip kan di bab ini? Nah itu nanti adalah tokoh buat di novel baruku. Buat yang penasaran jangan unfav dulu. Karena aku pasti akan kasih info di sini. Kemungkinan novel barunya up senin depan.


Oh iya, ada yang mau bonus chapter Morgan dan Ramanda?


__ADS_2