Jatuh Cinta Dengan Badboy

Jatuh Cinta Dengan Badboy
Bab 30 - The Story Of Ramanda [Hampir Dijodohkan]


__ADS_3

...༻✿༺...


"Ini tidak seperti yang kalian kira. Aku dan Ramanda hanya bersantai saja," jelas Zafran. Mencoba memperbaiki kesalahpahaman yang kemungkinan bersarang di kepala kedua orang tuanya.


"Benar! Aku dan Zafran hanya merayakan kelulusan kami." Ramanda ikut memberi alasan. Namun kedua orang tuanya hanya diam. Mereka justru mengajak Ramanda untuk ke apartemen. Begitu pun Zafran.


Ramanda memimpin jalan masuk ke apartemen. Di ikuti oleh Raffi dan Elsa setelahnya.


"Rendra nggak dibawa?" tanya Ramanda. Baru kali ini dia tidak melihat sang adik bersama ibunya.


"Papah melarang dia naik pesawat. Kan perjalanannya panjang buat ke sini. Dia dititipkan sama neneknya," sahut Elsa.


"Oh... Ya udah, aku mau mandi dulu ya, Mah." Ramanda segera masuk ke kamar mandi. Saat itulah Raffi mengajak Elsa untuk bicara serius.


"Bagaimana pendapatmu mengenai Zafran?" tanya Raffi.


"Dia baik. Apa kau memikirkan hal yang sama denganku?" tanggap Elsa.


"Apa salahnya mencoba. Kan bagus kalau kita berbesan dengan sahabat sendiri. Aku yakin Gamal dan Zara juga sedang membicarakannya sekarang."


"Kita ajak mereka makan malam bersama hari ini. Aku juga ingin melihat bagaimana kedekatan Ramanda dan Zafran." Elsa dan Raffi sepertinya berniat mendekatkan Ramanda dengan Zafran. Keduanya juga tidak lupa memberitahu kedua orang tua Zafran mengenai sesi makan malam.


Ramanda dan Zafran sendiri sama-sama tidak tahu akan rencana orang tua mereka. Keduanya setuju saja untuk melakukan makan malam bersama.


"Ra, kamu pakai gaun ini ya." Elsa menyodorkan gaun selutut kasual berwarna hitam.


"Ya ampun, Mah. Formal banget sih. Pakai jaket sama celana jeans udah cukup kok," jawab Ramanda.


"Udah! Pakai aja!" Elsa memaksa.


Ramanda hanya bisa mengerucutkan dahi. Ia merasa aneh dengan sikap sang ibu. Meskipun begitu, Ramanda menurut saja untuk mengenakan gaun.


Ketika waktu menunjukkan jam tujuh malam, Ramanda dan kedua orang tuanya berangkat ke restoran. Mereka pergi bersamaan dengan Zafran, Gamal, dan Zara.

__ADS_1


Zafran dan Ramanda saling mengamati penampilan satu sama lain. Keduanya langsung tersenyum menghina.


"Ngapain lo pakai jas sama dasi segala. Kayak Bapak-bapak CEO aja," cetus Ramanda dengan nada berbisik. Dia berjalan berdampingan bersama Zafran.


"Lo nggak ngaca? Penampilan lo juga aneh banget. Orang tua kita mau ngadain acara besar kali." Zafran balas berbisik. Ia jadi cekikikan bersama Ramanda. Melihat hal tersebut, kedua orang tua mereka semakin yakin untuk mendekatkan Ramanda dengan Zafran.


Malam itu, makan malam yang dijalani Ramanda terasa sangat menyenangkan. Terlebih ada Zafran yang selalu mengajaknya bercanda. Untuk pertama kalinya, ia berhasil melupakan Morgan. Walau itu hanya terjadi dalam sekian menit.


Pikiran Ramanda kembali mengingat Morgan ketika menyaksikan pasangan muda yang ada di restoran. Mimik wajah Ramanda berubah jadi sendu. Dia hanya bisa menenggak minumannya tanpa henti.


'Kenapa di saat membahagiakan begini, gue masih ingat sama lo? Kapan gue bisa lupain lo, Gan? Lo nggak tahu kalau gue tersiksa karena rindu berat!' keluh Ramanda dalam hati. Dia mengambil ponsel.


Sama seperti Morgan, Ramanda juga selalu memeriksa akun media sosial cowok itu. Tetapi sayangnya Morgan bukan tipe orang yang hobi bermain media sosial. Dia hanya memiliki satu foto di akun media sosialnya. Itu pun merupakan foto yang di upload Ramanda saat masih berpacaran.


'Sialan lo, Gan! Kalau mau menghilang, harusnya lo hapus foto kota berdua.' Batin Ramanda kembali menggerutu.


"Itu yang namanya Morgan ya?" Teguran Zafran sukses membuat Ramanda hampir jantungan. Dia langsung memukul pundak sahabat cowoknya itu.


"Aduh! Kenapa gue malah dipukul? Gue cuman tanya kali?" protes Zafran yang merasa dianiaya.


"Hehehe... Emang!" Zafran menyenggol Ramanda dengan bahu. Lalu kembali mengamati layar ponsel Ramanda.


Ramanda mendengus kasar. Dia berkata, "Iya, dia yang namanya Morgan. Gue kesal dia belum hapus foto ini!"


"Mungkin dia lupa pasword akunnya kali. Makanya belum dihapus." Zafran memberi kesimpulan. Tanpa sadar dia meletakkan dagu ke pundak Ramanda. Keduanya seolah sudah tidak ragu untuk menyembunyikan keakraban.


Bertepatan dengan itu, kedua orang tua Ramanda dan Zafran diam-diam memperhatikan. Mereka saling tersenyum menyaksikan kedekatan Ramanda dan Zafran.


Tak terasa makan malam berakhir. Malam itu, Raffi dan Gamal sepakat untuk menjodohkan anak mereka.


"Kita tinggal tunggu waktunya," imbuh Gamal.


"Benar! Aku yakin Ramanda bisa bahagia kalau menikah dengan Zafran," sahut Raffi. Dia saling berangkulan dengan Gamal.

__ADS_1


...***...


Satu tahun telah terlewat. Ramanda juga sudah berkuliah di jurursan kedokteran. Dia bahkan selalu meraih nilai memuaskan. Namun Ramanda masih sering menyendiri. Satu hal yang pasti, cewek itu belum juga bisa melupakan Morgan.


Kini Ramanda ada di kamar sendirian. Dia menatap boneka pemberian Morgan dua tahun lalu.


"Katanya mau berjuang bareng jadi dokter? Semua cowok ternyata sama aja! Gue udah muak!!!" Ramanda sudah berada di ambang kesabaran. Ia membanting boneka pemberian Morgan ke lantai. Lalu menangis tersedu-sedu. "Kenapa gue nggak bisa lupain elo..." isaknya. Duduk di lantai sambil memeluk lutut. Bayangan kebersamaannya dengan Morgan selalu terbayang. Mengingat mereka sudah melakukan hubungan intim beberapa kali.


Ponsel Ramanda berdering. Dia mendapat telepon dari Raffi dan Elsa. Mereka memberitahu akan datang ke London bersama Gamal dan Zara.


Semenjak Raffi dan Gamal sepakat menjodohkan Ramanda dengan Zafran, mereka sering pulang pergi ke London. Ramanda sendiri tidak masalah akan hal itu. Dia justru senang. Karena merasa mendapat perhatian lebih dari sebelumnya.


Makan malam dilakukan untuk yang kesekian kalinya. Ramanda sendiri lupa sudah berapa kali makan malam bersama Zafran dan keluarganya di London.


Malam itu, Raffi dan Gamal sepakat memberitahukan rencana perjodohan. Mereka ingin tahu reaksi Ramanda dan Zafran. Elsa menjadi orang yang bertugas memberitahu semuanya.


Mata Ramanda dan Zafran membulat bersamaan saat mengetahui rencana perjodohan. Sekarang keduanya mengerti kenapa orang tua mereka sering makan malam bersama.


"Pah! Mah! Aku sama Zafran cuman sahabat. Kami nggak punya perasaan spesial satu sama lain. Aku bersumpah!" ujar Ramanda.


"Ramanda benar! Hubungan seperti itu tidak akan terjadi kepada kami. Terutama untuk sekarang!" ucapan Zafran menguatkan pernyataan Ramanda. Kedua orang tua mereka lantas saling bertukar pandang.


"Aku kira kalian suka sama suka. Itu semua terlihat dari keakraban kalian," cetus Elsa berpendapat.


"Begitulah hubungan persahabatanku dan Zafran! Kami hanya sahabat!" Ramanda berdiri. Ia segera beranjak meninggalkan semua orang.


Ramanda kecewa kepada orang tuanya. Sebab dia selalu mengira kedatangan Raffi dan Elsa adalah sebagai bentuk perhatian. Tetapi ternyata karena ada niat tersembunyi.


Akibat penolakan tak terduga tersebut, Raffi dan Gamal tidak jadi melakukan perjodohan. Mereka berhenti melakukan pulang pergi ke London.


Ramanda memutuskan pindah apartemen. Dia tidak mau kesalahpahaman terus terjadi. Kini dia sedang memasukkan pakaian ke dalam koper.


"Ra, lo yakin mau pindah?" tanya Zafran yang baru saja datang.

__ADS_1


"Mulai sekarang kita mending jaga jarak. Gue takut akan terjadi salah paham lagi," jawab Ramanda.


Zafran mengangguk lemah. Dia dan Ramanda saling berpelukan. Keduanya sepakat untuk tidak bertemu dalam rentang waktu yang lama.


__ADS_2