Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie

Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie
Bab 21


__ADS_3

Lama terdiam sementara semua orang menunggu reaksi Ziu terhadap pertanyaan dari Dokter! Terlihat kedua bola mata Ziu mulai melirik ke arah kiri dan kanannya tetapi dia belum membuka mulutnya sama sekali.


Membuat Dokter serta yang lainnya dilanda kekhawatiran akan kondisinya yang tak jauh beda dengan saat dia koma.


Setelah menunggu beberapa detik Ziu akhirnya menganggukkan kepalanya!


"Baik Tuan terimakasih sudah memberikan jawaban, sekarang bisakah anda lihat jari tangan saya ada berapa?"


Dokter memperlihatkan tiga jarinya agar Ziu bisa memberi jawaban.


"Buram!" kata Ziu.


Mendengar kembali suara Ziu membuat tangis momy Elvia dan Dady Morgan semakin menjadi, bukan tangis karena terluka atau kecewa melainkan tangis bahagia.


"Kalau begitu tidak perlu dipaksakan, anda bisa sesekali saja membuka kedua mata anda tetapi jangan terus memejamkan kedua mata anda, anda mengerti Tuan?"


Ziu mengangguk tanda dia memahami apa yang dikatakan oleh Dokter.


Dokter meminta satu persatu dari anggota keluarga untuk menyapa Ziu untuk melihat reaksinya seperti apa.


"Silahkan nyonya Elvia!" kata Dokter.


Momy Elvia berdiri dihadapan Ziu sementara yang lainnya menunggu dengan respon Ziu selanjutnya.


"Ziu ini Momy, apa kau mengingat momy?"


Ziu mengangguk tanda dia mengenal ibunya, jawaban Ziu sangat melegakan semua orang yang melihatnya.


"Terimakasih sayang kau sadar kami semua menyayangi mu,"


"I love you mom," kata Ziu.


Semakin membuat semua orang berbahagia ketakutan semua orang dengan ingatannya yang mungkin hilang atau terganggu akhirnya dapat terpatahkan.

__ADS_1


"Selanjutnya keluarga yang lain!" kata Dokter.


"Ini Dady, Ziu!"


"Hai Dad," dengan suara lemah.


Meskipun pandangan kedua matanya masih buram tetapi lewat suara Ziu bisa mengenali semua orang-orang yang bertanya padanya.


Tibalah Mr Zie dan Sabia yang mendekat secara bersamaan.


"Ziu, ini kakak kau tidak lupa kan dengan kakak?"


"Mana mungkin aku lupa dengan orang yang selalu melempari aku telur ketika aku ulang tahun," ujar Ziu.


"Sit!!! Kau benar-benar adikku yang hebat terimakasih kau sudah bertahan kakak menyayangi mu!" kata Mr Zie.


Dengan ragu-ragu Sabia berdiri didepan Ziu.


Semua orang melihat bagaimana Sabia sangat takut jika Ziu ternyata tidak mengingat dirinya! Tampak wajah Sabia yang sudah pias menantikan jawaban dari Ziu.


Selang beberapa detik, Ziu mengulurkan tangannya kedepan membuat orang-orang kebingungan termasuk Sabia.


"Raih tangannya nona," kata Dokter.


Sabia pun mendekat lalu berdiri disamping Ziu untuk bisa meraih tangannya. Kini tangan Ziu dan Sabia saling berpegangan.


"Bisakah kau mendekat?" tanya Ziu.


"Bisa," kata Sabia.


Sabia pun menundukkan wajahnya kedekat wajah Ziu, tanpa diduga hal berikutnya yang dilakukan oleh Ziu adalah mencium pipi Sabia dengan penuh kelembutan.


"Aku merindukanmu sayang," kata Ziu.

__ADS_1


Membuat Sabia langsung memeluk Ziu dan menangis dalam pelukannya! Adegan itu sukses membuat kedua kaki Mr Zie melangkah mundur perlahan keluar dari dalam kamar Ziu.


Hatinya tersentak bagai dihantam ombak yang begitu besar, pikirannya kacau dan jiwanya terasa hancur melihat wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta kembali bersama dengan adik yang sangat dia sayangi.


Setelah semua orang merasa bahagia dan lega dengan kondisi Ziu yang akhirnya dinyatakan sadar dari koma, Dokter meminta semuanya untuk tidak berlama-lama didalam kamar tersebut demi menjaga kesehatan Ziu agar dia bisa beristirahat dengan cukup.


Momy Elvia dan Dady Morgan serta Sabia keluar dari dalam kamar Ziu, tetapi saat menyadari Mr Zie tidak ada Sabia pun bertanya-tanya kemana Mr Zie. Begitu juga dengan orangtua Mr Zie.


"Dad, Zie kemana ya?" tanya Momy Elvia.


"Kau jangan tanya mom, sudah pasti dia sedang sangat terluka saat ini!"


Mendengar ucapan Dady Morgan membuat Sabia berlari mencari Mr Zie.


"Bia, mau kemana?" tanya Momy Elvia.


Di dalam kamarnya Mr Zie tidak ditemukan, Sabia pun turun ke lantai satu lalu bertanya pada seorang pelayan.


"Kau lihat Tuan Zie?"


"Baru saja mengemudikan mobilnya nona!"


Sabia langsung berlari kearah luar untuk menyusul Mr Zie.


"Ada apa dengan kaki ku kenapa aku terus berlari mencarinya?" gumam Sabia disela-sela kedua kakinya berlarian mencari Mr Zie.


Buru-buru Sabia masuk kedalam mobilnya untuk menyusul Mr Zie, dia yakin Mr Zie pasti belum jauh. Beberapa saat Sabia menyetir, akhirnya Sabia melihat mobil Mr Zie tidak jauh dari mobilnya sekarang.


"Dia mau kemana?"


Hingga berjam-jam Sabia mengikuti mobil yang dikemudikan oleh Mr Zie tak tentu arah dan tujuan, bahkan ini sudah sangat jauh dari rumah mereka. Tetapi belum ada tanda-tanda Mr Zie akan menghentikan mobilnya.


Hayo jauh dari rumah mau pada kemana itu berdua-duaan?? Emak jadi curiga🤫🤫

__ADS_1


__ADS_2