
Saat berada didalam kelas memasuki pukul 10.00 pagi, tiba waktunya Mr Zie mengajar dikelas Sabia. Dengan tubuh tegap penuh karisma dan seolah-olah tidak memiliki masalah apapun, Mr Zie datang memasuki kelas Sabia.
"Siang Mr tampan,"
"Hus itu ada istrinya!" ujar salah seorang mahasiswi lain sambil menengok kearah Sabia.
"Yea siapa bilang? Tadi pagi aku dengar sendiri kok, Mr Zie sedang menelpon pengacara untuk mengajukan berkas gugatan cerainya dengan Sabia," ujar mahasiswi lainnya.
Wow..
Semua orang ikut tercengang karena jika Mr Zie benar-benar bercerai dari Sabia, tentu saja Mr Zie akan kembali menjadi idola kampus ini lagi. Banyak para mahasiswi yang terkejut akan tetapi senang jika sampai Mr Zie jadi bercerai dengan Sabia.
"Kita berdoa bersama semoga menjadi kenyataan,"
"Amin!" ujar para mahasiswi genit.
Membuat wajah Sabia terlihat tertekan berada didalam kelasnya sendiri.
"Dasar kalian engga punya hati, bisa-bisanya ya bilang amin biar Mr Zie sama Sabia cerai! Jangan mimpi kalian!" ujar salah seorang sahabat Sabia.
Huhhh..
Semuanya menyoraki sahabat Sabia yang memarahi mereka.
"Udah biarkan saja!" ujar Sabia.
Sementara Mr Zie tidak peduli dengan kegaduhan yang menggangu istrinya didalam kelas itu!
"Oke kita adakan ujian harian untuk mengetahui seberapa paham kalian dengana materi yang saya sampaikan kemarin!"" kata Mr Zie.
Diakhir pelajarannya Mr Zie meminta para mahasiswi mengumpulkan hasil ujian harian mereka untuk menaruhnya dimeja kerjanya nanti.
Lebih dulu Mr Zie keluar dari dalam kelas Sabia, sementara ketua kelas mengumpulkan hasil ujian harian satu persatu begitu terkumpul Sabia pun merebutnya dari tangan ketua kelas.
"Biar aku yang antar ke meja Mr Zie,"
"Oke, terimakasih kalau begitu!" kata ketua kelas.
Dengan menahan kesal dan amarahnya, Sabia berjalan menuju ruangan Mr Zie! Tidak habis pikir, kenapa Mr Zie malah menelpon seorang pengacara saat berada di kampus, akhirnya ada mahasiswi yang mendengar dan gosip yang menuju kenyataan itu pun akhirnya cepat menyebar dan membuat malu dirinya.
Tok.
Tok.
Tok.
Didalam rupanya ada Mrs Helena yang sedang mengobrol dengan Mr Zie, karena keduanya akan makan siang diluar bersama.
"Masuk!" kata Mr Zie.
Sabia pun masuk dan melirik sebentar Mrs Helena yang terlihat memiliki modus mendekati calon duda tersebut.
"Aku bawa hasil ujian harian tadi!"
"Letakkan saja disitu!" kata Mr Zie dengan wajah datar.
"Bisakah kita bicara sebentar?"
__ADS_1
Mr Zie dan Mrs Helena saling melirik satu sama lain.
"Kau mau bicara dengan siapa?" tanya Mr Zie.
"Denganmu!" kata Sabia.
"Bicara saja kalau begitu,"
"Tidak bisa, ada Mrs Helena disini!"
"Kami akan pergi makan siang bersama jadi dia akan tetap berada disini,"
Sabia terdiam, kesal sekali melihat sikap Mr Zie yang langsung berubah drastis tidak peduli padanya! Padahal Sabia benar-benar sedih akibat gosip perceraiannya dengan Mr Zie tersebar keseluruh kampus.
Tetapi disaat ingin bicara dengan Mr Zie, malah Mr Zie tidak mau diajak kerja sama.
"Mr ayo, katanya kita mau minum kopi dulu juga nanti break makan siangnya tidak cukup," kata Mrs Helena.
"Oke!"
Mr Zie bangun dari kursinya kemudian pergi begitu saja meninggalkan Sabia yang masih berdiri diam mematung.
Mungkin pulang kuliah nanti Sabia akan menemui Mr Zie lagu di rumahnya sekaligus menemui Ziu untuk melihat keadaannya! Sabia tidak mau sampai gosip itu berlarut-larut dan ingin agar Mr Zie bisa meredam gosip yang sudah tersebar itu.
Sore harinya, Mr Zie pulang ke rumahnya dan bertemu dengan Dokter Misha yang baru saja selesai membantu Ziu terapi agar bisa secepatnya berjalan lagi.
"Mr Zie baru pulang?"
"Iya Dokter, bagaimana adikku apa ada perkenalkan?"
Membuat Mr Zie pun penasaran, ada apa gerangan dengan Ziu? Kenapa Dokter Misha sampai terlihat frustasi memberikan terapi pada Ziu?
"Baiklah lain kali aku akan ikut melihat proses terapinya,"
"Aku pamit pulang dulu!"
"Ya, terimakasih Dokter;"
Seumur-umur menangani pasien baru kali ini Dokter Misha merasa frustasi, bagaimana mau sembuh jika tangannya tersentuh saja Ziu sudah marah-marah. Padahal Dokter merangkul untuk membantunya berjalan dengan alat bantu, itukan sudah biasa akan tetapi Ziu benar-benar menguji kesabaran Dokter Misha.
Laki-laki itu seperti laki-laki paling suci dimuka bumi ini.
"Mom, Dad, aku pulang!"
Mr Zie menemui orangtuanya yang sedang mengobrol di ruangan televisi.
"Zie, tumben pulang cepat?"
"Tidak ada kelas sore mom,"
"Zie, apa benar kau akan menceraikan Sabia? Ini kau serius atau hanya bohongan?"
"Serius Dad, Sabia sendiri yang menginginkan itu! Dia bahkan selalu menolak melayaniku,"
"Menolak melayanimu? Melayani bagaimana?" tanya Dady Morgan yang malah berpura-pura tidak tau, padahal ingin menggoda Mr Zie.
"Ya begitulah Dad, masa tidak tau!"
__ADS_1
"Ya Dady memang tidak tau!"
"Tidak tau, tapi masih suka kan sampai sekarang?" tanya Mr Zie.
Ckckckck...
Keduanya tertawa membuat Momy Elvia langsung geleng-geleng kepala.
"Sudah sudah, malah bercandaan yang begitu! Tapi kau tau sendiri kan Zie, adikmu itu belum ada kemajuan dia belum bisa berjalan dan Ziu bilang sebelum dia bisa berjalan lagi dia tidak akan menikahi Sabia, itukan sesuatu yang tidak pasti Zie memang kau tidak kasihan pada Sabia?" tanya Momy Elvia.
Mendengar ucapan momy Elvia, Mr Zie hanya menghela nafas panjang.
"Sore mom, dad!" tiba-tiba Sabia datang ke rumah lalu menyapa.
"Loh Bia, akhirnya kau pulang juga!"
"Hanya mampir sebentar mom,"
"Sini duduk nak,"
"Emm sebenarnya Bia ingin bicara dengan Mr Zie berdua apa boleh?" tanya Sabia.
Momy Elvia dan Dady Morgan pun melirik kearah Mr Zie.
"Zie sana!" kata Momy Elvia.
"Mau bicara dimana?"
"Terserah yang penting berdua!"
Kemudian Mr Zie pun berjalan menuju suatu tempat yang tidak lain adalah kamarnya sendiri.
"Masuklah,"
Sabia nampak ragu untuk melangkah masuk kedalam kamar.
"Hanya didalam kamarku kita bisa bicara berdua tanpa gangguan darimana pun!" kata Mr Zie.
"Iya, baiklah!"
Sabia pun melangkah maju, selanjutnya Mr Zie malah mengunci pintu kamarnya itu membuat Sabia langsung menatap penuh curiga.
"Kau mau melakukan sesuatu padaku?"
"Kenapa? Kau takut aku mem peer kos hamu?" tanya Mr Zie.
Membuat Sabia mundur kebelakang lalu mentok ke pintu.
Mr Zie melatakkan satu tangannya dipintu kamar samping wajah Sabia, sementara satu tangannya diletakkan disamping pinggul Sabia, membuat tubuh Sabia terkunci ditengahnya.
Wajah Sabia menatap wajah Mr Zie terlihat Sabia justru gugup dengan posisi berdekatan seperti ini dengan suaminya itu
"Ayo bicara!" kata Mr Zie sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah Sabia.
Hai kalian kangen engga dengan emak gendeng satu iniππmaaf ya ga update dua hari, besok kita balesin up banyak yaππ
Oh ya, Give away akan diumumkan akhir bulan Febuari, jangan lupa dukungannya buat novel emak yang satu ini, karena berkat dukungan kalian yang udah setia pake banget, ini novel masuk rangking juga padahal belum jerit-jeritan π
__ADS_1