
Akhirnya malam itu juga Mr Zie dan Sabia pergi meninggalkan kediaman orangtua Mr Zie, tujuan mereka adalah pergi ke tempat Dady Gilbert karena memang mereka akan tinggal disana sebelum rumah Mr Zie selesai direnovasi lebih luas dan lebih bagus lagi.
Tiba pukul 21.00 malam kediaman Dady Gilbert, Sabia dan Mr Zie turun dari mobil! Kedatangan mereka disambut oleh security depan yang membantu Mr Zie menurunkan dua koper yang ada di bagasi.
Mereka pun masuk kedalam rumah, sayang sekali rumah sebesar ini hanya dihuni oleh dua orang saja karena memang Dady Gilbert dan Momy Naura belum juga diberikan momongan.
Seorang pelayan pun datang menghampiri.
"Nona Bia, Tuan Zie mau minum apa?"
"Nanti aku ambil sendiri saja, oh ya Dadyku ada di rumah?"
"Tuan dan Nyonya Naura ada kok, mungkin mereka sudah tidur!"
"Oh ya sudah, kami mau ke kamar dulu!"
"Baik nona silahkan,"
Mr Zie dan Sabia pergi ke kamar yang biasanya Sabia tempati sebelum menikah dengan Mr Zie.
"Sayang!" dengan nada manja kemudian langsung mendorong tubuh Mr Zie hingga terlentang diatas ranjang.
__ADS_1
Sabia pun langsung dengan semangat menaiki tubuh suaminya itu.
"Kita bebas disini!"
"Jadi, mau sekarang?" tanya Mr Zie, hendak membuka kaos yang dia kenakan.
"Ets, tunggu dulu! Aku mau bicara dulu sama Dady kalau kita jadi pindah kesini untuk sementara,"
"Oke, tapi jangan lama-lama ya! Itu dibawah sudah keras banget,"
"Iya paling lima menit, aku sudah tidak tahan nih!"
Setelah menge cup bibir Mr Zie, Sabia pun turun dari atas tubuhnya, kemudian meninggalkan Mr Zie didalam kamarnya sendirian.
Saat ini Dady Gilbert tengah mengeluarkan suara-suara de sa han yang begitu nikmat begitu juga dengan momy Naura yang dibuat membelakangi Dady Gilbert namun dihentakan terus oleh Dady Gilbert.
Tubuh kekar Dady Gilbert itu sudah sangat berkeringat begitu juga tubuh momy Laura, entah sejak kapan keduanya memulai tapi dilihat dari keringat yang bercucuran ditubuh ayah dan ibu sambungnya itu, sepertinya mereka sudah sekitar dua jam lalu berpacu dalam lembah kenikmatan.
Melihat ada yang membuka pintu kamarnya, Dady Gilbert pun menoleh. Betapa terkejutnya Dady Gilbert saat melihat Sabia berdiri mematung memandangi kegiatan berkeringat dirinya dengan sang istri.
"Siapa Dad?" tanya Naura lalu saat menoleh, Naura pun langsung menjauh dari Dady Gilbert yang membuat lobak import Dady Gilbert yang masih dalam kondisi tanggung setengah jalan itu terpaksa harus menelan kekecewaan.
__ADS_1
"Bia, kau ini! Bukannya ketuk pintu dulu, sana! Sana keluar dulu!" kata Dady Gilbert.
Namun Sabia hanya tersenyum melihat keduanya jadi salah tingkah setelah kepergok sedang membuat adik untuknya.
"Dady sudah tua masih aja rajin," gumam Sabia lalu keluar dari dalam kamar Dadynya.
Ditutupnya pintu kamar itu oleh Sabia, lalu buru-buru Dady Gilbert memakai pakaiannya kembali, begitu juga dengan Naura yang ikut memakai kembali pakaiannya.
"****!! Anak itu tidak pernah mau mengetuk pintu, dan kenapa dia harus datang saat kita sudah diujung?"
"Sabar ya Dad, nanti malam kan bisa mulai lagi dari awal,"
"Iya, tapi kan sekarang Dady sedang ingin sekali La,"
"Ututu kasian udah hampir banget memang?"
"Iya sepertinya tinggal dua kali hentakan lagi! Ya sudahlah, ayo kita temui dia dulu,"
"Iya, ayo Dad,"
Melihat kedua orangtuanya itu keluar dari dalam kamar dengan wajah ditekuk, membuat Sabia merasa tidak enak karena sudah menggagalkan proses sembur menyembur itu.
__ADS_1
Kebayang ga tuh keselnya jadi Dady Bert, udah tinggal nyembur aja segala harus ditutup 😀