
Sialnya diposisi seperti ini boro-boro Sabia bisa berbicara yang ada untuk menghirup oksigen saja dia cukup kesulitan karena harus berbagi dengan Mr Zie! Wajah Mr Zie semakin mendekat.
"Kenapa diam?"
"Ini terlalu dekat,"
"Kau gugup?"
"Tidak, aku hanya tidak nyaman,"
"Buat nyaman saja, dan katakan dengan singkat, jelas, dan padat apa yang mau kau katakan!" ujar Mr Zie.
Sabia tertunduk dia sebenarnya tidak suka sikap Mr Zie yang langsung berubah drastis begini.
"Tolong jangan buat teman-teman kampusku tau tentang proses perceraian kita, dan bersikaplah seperti biasa saat di kampus padaku!"
"Jika aku tidak mau?"
"Aku mohon Mr, biarkan saja semua orang di kampus tau hubungan kita baik-baik saja,"
"Maaf aku tidak bisa, karena memang kenyataannya kita akan segera bercerai, untuk sikapku padamu aku kira itu sikap cukup wajah untuk seorang mantan suami terhadap mantan istrinya,"
Setelah itu Mr Zie menatap kedua bola mata Sabia yang berbinar-binar, setelah itu Mr Zie melepaskan kedua tangannya dari daun pintu yang secara otomatis menjauhkan Mr Zie dari Sabia.
"Jika tidak ada yang lagi yang ingin kau katakan, keluarlah aku ingin istirahat!" kata Mr Zie sambil berbalik membelakangi Sabia.
"Mr tunggu! Aku belum selesai bicara,"
Mr Zie berbalik kemudian membuka kunci kamarnya.
Ceklek..
__ADS_1
Pintu kamar Mr Zie terbuka lebar kemudian satu tangannya mempersilahkan Sabia untuk keluar dari dalam kamarnya.
"Apa ada hal yang kau minta agar kau mau bersikap seperti biasa padaku, dan menghilangkan berita perceraian kita di kampus?"
Mr Zie menelan salivanya sebuah pertanyaan yang selama ini Mr Zie tunggu dari Sabia.
"Layani aku!" kata Mr Zie.
Membuat Sabia menatap wajah Mr Zie dengan seksama.
"Jika kau menolak lagi, maka pergilah!" kata Mr Zie.
"Lebih baik mereka semua mengolok-ngolokku karena akan menjadi janda muda dan akan melahirkan seorang duda tampan, daripada aku harus melayanimu!" kata Sabia.
"Baiklah, keluar dari kamarku!" kata Mr Zie.
Tanpa menunggu lagi, Sabia pun keluar dari dalam kamar Mr Zie! Lalu Mr Zie pun segera menutup pintu kamarnya, akan tetapi setelah beberapa detik pintu kamar itu ditutup oleh Mr Zie, pintu kembali terbuka.
Ceklek..
Rupanya Sabia kembali untuk menuruti apa yang diminta oleh Mr Zie, dia tidak tahan lagi jika teman-temannya di kampus mengolok-oloknya terus sebagai calon janda muda.
Selain itu Sabia akan menganggap ini adalah salam perpisahan terakhirnya dengan Mr Zie, sebelum keduanya akan resmi bercerai secara baik-baik dan tanpa diketahui oleh orang-orang.
Sabia terus me lu m att bibir Mr Zie membuat Mr Zie memejamkan kedua matanya, rasanya sangat manis bisa kembali merasakan bibir mungil Sabia karena inilah yang selama ini dinantikan oleh Mr Zie.
Tidak ingin kalah dari permainan sang istri, Mr Zie mengangkat tubuh Sabia dan membalas lu m a Tan demi lu ma Tan yang membuat seluruh tubuh keduanya semakin panas.
Bahkan saking terlalu menikmati ciuman dengan Sabia, Mr Zie sampai lupa menyalakan AC alhasil keduanya mulai merasakan gerah alami akibat pertautan sore hari ini.
Direbahkannya tubuh Sabia oleh Mr Zie diatas ranjangnya, sementara tubuh Mr Zie sudah berada diatas tubuh Sabia dengan keduanya yang masih saling berciuman saling membelitkan lidah satu sama lain.
__ADS_1
"Ah," Sabia melepaskan ciumannya.
Membuat Mr Zie menyasar bagian leher jenjang Sabia akan tetapi Mr Zie tidak mau sampai meninggalkan jejak-jejak kepemilikan disana! Hanya me ny e s ap perlahan tapi terus menerus sepanjang leher dan pundak Sabia.
Membuat tubuh Sabia melengking keatas sementara kedua tangannya mencengkram bantal yang ada disamping kiri dan kanannya. Sabia merasakan geli yang luar biasa karena ke cu p an- ke cu p an yang mendarat dibagian leher serta pundaknya itu, berbarengan dengan sapuan-sapuan halus brewok Mr Zie yang turut terseret kesana kemari menggesek kulit leher dan pundaknya.
"Emtth Mr,,"
Saat ini Sabia mengenakan atasan berwarna putih tanpa lengan hanya menutupi bagian dadanya dan juga tidak menutupi seluruh bagian perutnya, alias super mini, sementara bawahannya Sabia mengenakan rok mini warna maroon.
Membuat Mr Zie dengan mudahnya menanggalkan atasan Sabia dan membuat tubuh bagian atasnya sudah polos dalam beberapa detik saja!
Keduanya saling bertatapan untuk beberapa saat, tetapi detik selanjutnya Mr Zie segera menikmati satu persatu secara bergantian melon import milik Sabia.
Ukurannya yang tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil, membuat melon import itu sangat pas jika dilahap oleh Mr Zie.
"Sssttthhhh a-ahh,"
Tubuh Sabia merinding sekujur tubuh akibat sapuan lidah Mr Zie pada melon importnya, terlihat bagaimana begitu lahapnya Mr Zie menikmati satu persatu melon import milik Sabia yang telah lama dia inginkan.
Tindakannya begitu brutal dan terburu-buru, maklum saja ketika apa yang sejak lama kita inginkan lalu kemudian kita dapatkan, pastilah kita akan langsung menikmatinya secara bersemangat! Seperti itulah yang dirasakan oleh Mr Zie, dia tidak akan pernah melewatkan satu inci pun bagian tubuh Sabia.
Sementara kedua mata Sabia sudah sayu-sayu menikmati apa yang dilakukan oleh Mr Zie pada kedua melon importnya! Kadang digigit, ditarik lalu diemoettnya berkali-kali.
Merasa sudah cukup bermain-main dengan kedua melon import Sabia, ciuman-ciuman itu semakin turun menikmati sekitaran perut langsing Sabia membuat sensasi gelenyar menggelitik kesekujur tubuh Sabia. Kemudian, ciuman-ciuman itu semakin turun dan turun lagi hingga tiba dibagian bawah yang masih tertutupi oleh rok mini berwarna maroon itu.
Mr Zie menatap penuh tanya pada Sabia, apakah dia boleh menurunkan rok mini tersebut? Tetapi Sabia memberikan jawabannya dengan cara mengangkat pinggulnya kemudian menurunkan sendiri resleting tersebut.
Kini tugas Mr Zie menarik celana bagian dalam yang tersisa, akhirnya yang ditunggu-tunggu oleh Mr Zie kini bisa dia nikmati juga, sebuah pemandangan indah yang tentunya akan menjadi pemandangan yang akan membuat Mr Zie kecanduan setiap detik.
Terlihat mungil dengan bulu-bulu halus yang tersebar disekitarnya menambah bagian bawah tersebut semakin terlihat indah dan menakjubkan! Tak terasa sejak tadi lobak import milik Mr Zie yang dulu Sabia ketahui ukurannya sangat besar, bahkan itu lobak import paling besar yang pernah dia rasakan, lobak import itu mulai tidak tahan lagi berlama-lama berada dibalik celana Mr Zie.
__ADS_1
Lobak import itu sudah menggedor-gedor dibalik celana Mr Zie untuk segera dikeluarkan, sehingga Mr Zie merasakan terjepit dicelananya akibat lobak import itu sudah mengembang keras dan merasa sesak didalam sana.
Hayo nungguin ya??? Guys doakan lolos tanpa adanya drama revisi ya😁 tapi engga bisa yang sampai extra extra banget, kalau mau extra banget ya nyebrang ke sana emak tunggu di sana ya😄😄 yang udah nyebrang pasti tau lah ya extra banget-banget super jeletot.