
Tidak sabar dengan keganasan sang istri, Mr Zie yang sudah mendapatkan banyak bekas-bekas merah dilehernya segera mengangkat tubuh Sabia dan melemparkannya keatas ranjang.
Membuat Sabia mengeluarkan suara manja saat tubuhnya mengambul diatas ranjang yang empuk. Sabia memang menyukainya jika Mr Zie tidak terlalu memperlakukannya dengan lemah lembut, dilempar begini membuat hasrattnya justru semakin meningkat.
Tanpa menunggu lama lagi, Mr Zie pun menindih tubuh Sabia hingga keduanya kembali berciuman.
Sambil keduanya saling bertukar saliva, Me Zie melucuti pakaian Sabia begitu sebaliknya.
Keduanya sudah tidak bisa lagi berlama-lama, rasanya sangat tidak sabar dan tidak mampu jika harus menunggu adegan buka baju secara halus, malah Sabia menginginkan bajunya itu dirobek saja oleh Mr Zie.
Akhirnya keduanya tidak lagi mengenakan pakaian apapun, Sabia mengigit jari telunjuknya sendiri kemudian mengigit bibirnya sendiri membuat Mr Zie semakin menggila melihatnya.
Kedua melon import yang terpampang bebas dihadapannya, segera diciduknya oleh Mr Zie, kiri dan kanan secara bergantian hingga Sabia terus melengkingkan tubuhnya keatas.
"Ah yeah Zie emhh oh,"
Tidak ingin hanya Mr Zie yang mengambil alih permainan, Sabia pun meremat kedua kelereng dibawah sana membuat Mr Zie langsung terperanjat merasakan diremat begitu keras.
Namun setelahnya Sabia mulai memperhalus permainannya dengan menggerakkan maju mundur tangannya di bawah sana.
"Bia, ah kau mulai nakal ya!"
__ADS_1
Hingga Mr Zie puas menikmati kedua melon import Sabia dan ciuman-ciumannya itu semakin turun kebawah, Sabia tidak bisa lagi memainkan bagian bawah Mr Zie karena saat ini Mr Zie ingin dia yang melakukan permainannya terlebih dahulu.
Sabia begitu pasrah saat merasakan kulit bibir Mr Zie bergerilya dibawah sana, memperlakukannya seolah itu bibir bagian atas membuatnya dipenuhi oleh sisa-sisa saliva Mr Zie.
Terus saja aksi itu dilakukan oleh Mr Zie karena semakin dinikmati maka bagian bawah Sabia itu semakin terasa lezat dimulutnya.
"Zie ouh eunghttttt,"
Setelah membuat bagian bawah sana seperti ladang padi dimusim hujan, Mr Zie segera memposisikan lobak import miliknya itu kedepan gerbang masuk bagian bawah Sabia.
Seperti biasanya, bagian bawah Sabia itu terlalu lezat untuk dibiarkan menganggur lama-lama, Mr Zie sampai mendongakkan kepalanya keatas saat mulai mendalami hingga keujung sana! Membuat Sabia pun ikut mencengkram kuat bantal di kiri dan kanannya.
"Bia, uh kau terlalu lezat Bia,"
Keduanya sama-sama sangat menikmati hentakan demi hentakan yang dilakukan oleh Mr Zie, hingga akhirnya kedua tangan Mr Zie menarik kedua tangan Sabia, membuat tubuh gadis itu bertukar posisi dengan Mr Zie.
Saat ini Mr Zie menyerahkan sepenuhnya permainan terhadap Sabia, dan dia hanya mau terima beres hingga tuntas. Terserah Sabia mau dia apakan dan dia mau berbuat apa agar menyelesaikan permainan ini dengan hasil yang sangat memuaskan.
Tanpa ragu-ragu inilah bagian yang paling disukai oleh Sabia, mengendalikan Mr Zie dan bergerak sesuka hatinya. Dengan lobak import yang masih tertancap sempurna didalam sana, Sabia mulai bergerak diatas tubuh Mr Zie.
Dengan posisi duduk diatas tubuh kekar itu, dan kedua tangan berada diatas dada bidang Mr Zie, Sabia mulai mengumpulkan power agar bisa bergerak dengan cepat.
__ADS_1
Setelah merasa tenaganya sudah full power, Sabia mulai mengangkat pinggulnya dan gerakan itu pun dimulai.
Tubuh Sabia naik turun dengan cepat diatas tubuh Mr Zie membuat tubuh Mr Zie hanya bisa terlentang pasrah dibawah sana.
"Bia, uhh lagi Bi lebih cepat enutgh ah!"
"Aha, yeah yeah ini cepat Zie sayang oh enak sekali lobak importmu keras dan panjang!"
Tubuh Sabia bergerak sangat energik diatas sana hingga menimbulkan bunyi perpaduan yang beradu saling menghantam! Tubuhnya itu tidak ragu-ragu selain naik turun juga memutar seperti bianglala yang memiliki mesin kuat dan membandel.
Membuat Mr Zie bahkan memejamkan kedua matanya saking merasa enaknya diperlakukan seperti ini oleh Sabia.
Hingga gerakan Sabia itu terlalu cepat, membuat dirinya sendiri sudah lebih dulu mencapai puncaknya.
"Ouh Zie aku sampai,"
Selama diatas tubuh Mr Zie sudah tidak dapat dihitung berapa banyak Sabia mencapai puncaknya, yang jelas saat ini Mr Zie pun mulai merasakan guncangan Sabia terlalu dahsyat sehingga dirinya tidak kuat lagi menahan apa yang seharusnya dia keluarkan.
"Bia, euhh Bi ouhhh sedikit lagi Bi! Eunghttttt,"
Tubuh Mr Zie bergetar-getar hebat dan kepalanya mendongak keatas menandakan dirinya berhasil ditaklukkan oleh Sabia.
__ADS_1