
Dady Gilbert langsung menepuk pundak Me Zie sebagai ungkapan terimakasihnya karena akhirnya Sabia akan menginap di rumah ini.
Sementara Sabia masih kebingungan sendiri dengan sikap Mr Zie.
"Maksudnya aku boleh menginap disini Mr?"
"Kita akan menginap disini," kata Mr Zie.
"Kita? Tapi, kenapa Mr ikut menginap di rumah dadyku?"
Ckckckck..
Naura tertawa cekikikan mendengar pertanyaan Sabia.
"Kau ini error' atau amnesia Bi? Tentu saja Mr Zie juga akan menginap disini, dia kan suamimu,"
"Benar itu, Zie kan suamimu tentu saja dia akan tinggal dimana istrinya itu tinggal! Kecuali jika Zie itu musuhmu, mungkin tinggalnya akan berjauhan denganmu,"
"Ya sudah Zie kalian mandilah nanti kita makan malam bersama," kata Dady Gilbert.
"Iya Dad, ayo Bi!" ajak Mr Zie sambil meraih tangan Sabia..
Dilepaskannya pegangan tangan Mr Zie itu oleh Sabia. Ketika keduanya sudah sampai didalam kamar Sabia.
"Kau mau mandi duluan atau aku yang akan mandi duluan atau kita mandi bersama?" tanya Mr Zie.
"Maaf ya, jangan harap mandi bersamaku,"
"Kenapa begitu? Boleh kan sekali-kali, lagipula aku ini engga galak kok engga akan menggigitmu, Bi,"
"Memang tidak gigit, tapi sukanya bikin lengket sprei nanti bisa-bisa lantai kamar mandiku juga dibuat lengket lagi!"
Seketika wajah Mr Zie langsung memerah karena Sabia menyinggung masalah malam itu saat dirinya bersolo karier akibat tidak tahan lagi.
"Coba aja kalau istrinya mau diajak berkeringat setiap malam, pasti spreinya tidak akan lengket seperti itu!"
Mr Zie menatap Sabia dengan penuh kemesraan, tetapi Sabia langsung saja bergerak untuk menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Kapan-kapan berikan aku kesempatan mandi bersamamu ya Bi,"
Sabia berbalik lalu menjulurkan lidahnya sambil kedua tangannya diletakkan dikepalanya untuk meledek Mr Zie.
"Lucu sekali kau Bi, kalau aku gigit pasti lebih lucu lagi wajahnya," gumam Mr Zie.
Setelah bergantian mandi dengan Sabia, keduanya menuju meja makan untuk makan malam bersama dengan orangtua Sabia.
"Sudah lama rasanya Bia tidak ikut makan bersama kami seperti ini, terimakasih Zie sering-seringlah kalian menginap disini,"
"Iya Dad, tentu saja akan sangat sering,"
Membuat Sabia mendelik penuh curiga, sebenarnya kenapa Mr Zie bersemangat untuk mengajaknya menginap disini.
"Nah, pokoknya kalian harus makan yang banyak biar kuat nanti malam," kata momy Naura.
Membuat Mr Zie langsung tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya pada Sabia.
"Iuw," memalingkan wajahnya.
"Masih belum bisa berjalan Dad, pandangan matanya pun masih sedikit buram,"
"Yah, mudah-mudahan Dokter Misha bisa membantu Ziu untuk sembuh total!" kata Dady Gilbert.
"Amin!"
"Lalu, bagaimana dengan hubungan kalian?" tanya Dady Gilbert.
Dady Gilbert menatap Sabia kemudian menatap wajah Mr Zie.
"Aku akan tetap mempertahankan pernikahan ini Dad, aku sangat mencintai Sabia!"
Sementara Sabia hanya diam seribu bahasa.
"Benarkah? Dady dengar dulu kalian sempat dekat kan? Jika memang saling mencintai cobalah bicara baik-baik pada Ziu, dia pasti mengerti toh pernikahan kalian sudah sah mau meributkan apa lagi, iya kan?" tanya Dady Gilbert.
"Sayangnya cintaku masih bertepuk sebelah tangan, Bia belum bisa membuka hatinya untukku Dad!"
__ADS_1
"Benar begitu Bi?"
Sabia mengangguk sambil memakan makan malamnya.
"Ya, pelan-pelan saja Zie wanita itu kadang jual mahal dulu dan ingin melihat keseriusan kita sebagai laki-laki! Semangat untuk tunjukkan jika kau benar-benar ingin anak Dady segera membalas perasaanmu!"
"Tentu Dad,"
Selesai makan malam dan ngobrol-ngobrol sebentar dengan Dady Gilbert dan momy Naura, keduanya kembali kedalam kamar. Jujur saja Mr Zie lebih betah tinggal bersama dengan Dady Gilbert dan momy Naura di rumah ini, disini dia bisa lebih banyak waktu dengan Sabia.
Sudah kenyang, Sabia langsung merebahkan dirinya diatas ranjang! Diambilnya handphone miliknya untuk sekedar melihat-lihat sosial media sebelum kedua matanya itu mengantuk.
Dengan enaknya, Mr Zie menarik satu tangan Sabia lalu merebahkan kepalanya diatas pundak Sabia dan ikut melihat apa yang sedang Sabia lihat dihandphonenya.
"Mr geli, sana!"
"Aku ingin melihat kau sedang menonton video apa, begini kan lebih hangat Bi,"
"Iya, tapi tidak perlu juga sedekat ini!"
Mr Zie malah melingkarkan tangannya diperut Sabia lalu satu kakinya menyelinap diantara kedua kaki Sabia. Membuat Sabia memutar kedua bola matanya, karena kaki Mr Zie menyentuh bagian miliknya dibawah sana.
"Mr!"
Justru semakin Sabia protes, Mr Zie semakin merekatkan pelukannya! Saat ini bibir Mr Zie pun berada dileher Sabia sehingga hembusan nafas Mr Zie mengenai leher dan pundak Sabia.
"Ayo lanjutkan tonton videonya,
"Tidak, aku mau tidur saja!"
Ditaruhnya handphone itu oleh Sabia sementara Mr Zie masih terus memeluknya erat bahkan sesekali kakinya yang dia selipkan diantara kedua paha Sabia, berbuat iseng dengan bergerak-gerak terus.
Membuat Sabia merasakan miliknya tergesek-gesek.
"Emthh Mr,"
Guys, sekarang si ntoon itu lagi sensi banget sama emak! Bab yang ga ada ahuh ah nya aja othor dapet peringatan! Jadi bingung gimana nanti kalau up jerit-jeritnya, bisa-bisa engga akan lolos😔
__ADS_1