Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie

Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie
Bab 39


__ADS_3

Pokoknya emak mau disirem kembang habis nulis part ini pikiran kudu dijernihkan! disiram kopi juga engga apa-apa, lebih makasih lagi kalau disiram vote 😀


Diciuminya bagian bawah Sabia oleh Mr Zie dari mulai kedua paha mulusnya, lutut-lututnya kemudian turun kebetis kedua kakinya, hingga kedua kaki Sabia yang posisinya lurus memanjang itupun diangkat oleh Mr Zie dan terus dihujani oleh ciuman-ciuman nakal Mr Zie.


"Emthh ah ssthh,"


Sabia merasa semakin gelisah, tubuhnya sudah menggeliat ke sana ke sini seperti cacing sedang meliuk-liuk di tanah! Kemudian jari-jari kaki Sabia pun satu persatu dilahap oleh rongga mulut Mr Zie.


"Mr geli eunghttttt Mr,"


Membuat Sabia semakin dibuatnya frustasi begitu juga dengan Mr Zie yang akhirnya tidak dapat lagi menahan diri. Dilepaskannya kedua kaki Sabia oleh Mr Zie.


Berhubung Mr Zie sudah tidak tahan lagi, akhirnya Mr Zie pun hanya menurunkan resleting celananya saja tanpa menurunkan celananya, membuat lobak import berukuran super jumbo itu muncul dari celah resleting celananya yang diturunkan.


Tak ingin berlama-lama lagi karena sudah sangat tidak sabar, Mr Zie melebarkan kedua pangkal paha Sabia membuat Sabia menggigit bibir bawahnya saat melihat kembali lobak import super jumbo yang dulu pernah membuatnya menjerit-jerit keenakan itu.


Kini Sabia hanya terlentang pasrah dihadapan Mr Zie dan lobak import pun mulai diarahkannya oleh Mr Zie. Baru merasakan ujungnya yang akan menembus bagian bawahnya saja sudah membuat Sabia mendongakkan wajahnya keatas.


"Aaaa, Mr emmtth ahhh,"


"Belum masuk Bi, milikmu terlalu kecil,"


Sudah bertahun-tahun tidak pernah dimasuki oleh lobak manapun membuat bagian bawah Sabia itu kembali kecil, bahkan untuk lobak import sebesar milik Mr Zie sampai kesulitan untuk bisa memasukinya kembali.


Ditekannya lagi oleh Mr Zie kedalam sana membuat Mr Zie bisa merasakan bagaimana nikmatnya jalan yang dilalui oleh lobak import super jumbo miliknya menuju bagian lebih dalam lagi.


"Oughttt yeahh Mr,"


Semakin ditekan lagi kali ini lebih kencang lalu dihentakannya oleh Mr Zie tanpa ampun pada bagian bawah Sabia.


"Aaaaaaa Mr Ahhh,"

__ADS_1


Aaaaaaa...


"Oughttt Ahhhh,"


Sabia menjerit-jerit saat seluruh bagian lobak import itu menghantam keras bagian bawahnya. Sore hari Momy Elvia dan Dady Morgan yang tidak sengaja mendengar jeritan nakal di kamar Mr Zie saat kebetulan lewat, iseng mengintip dari pintu yang belum sepenuhnya tertutup.


Maklum saja tadi Sabia dan Mr Zie terburu-buru untuk bisa melakukannya, sehingga tidak sempat menutup pintu sampai rapat apalagi menguncinya, membuat Momy Elvia dan Dady Morgan bisa melihat sepintas kegiatan sore yang sedang keduanya lakukan.


Dady Morgan dan Momy Elvia terbelalak, terlebih lagi jeritan-jeritan nakal didalam kamar Mr Zie itu terdengar sangat nyaring, tentu saja pelaku dari jeritan-jeritan itu adalah Sabia. Keduanya tersenyum bahagia kemudian menutup pintu kamar itu, bisa gawat jika para pelayan mendengar jeritan-jeritan penuh kenikmatan dari dalam kamar Mr Zie itu.


Apalagi kalau sampai Ziu yang mendengarnya, bisa-bisa terjadi perang dunia ke tiga. Setelah menutup pintu kamar Mr Zie, momy Elvia dan Dady Morgan pun pergi menuju kamar mereka.


"Kita akan segera memiliki cucu Dad,"


"Kau benar mom, semoga tembakan-tembakan Zie itu jitu ya,"


"Jitu dong Dad, kalau tidak jitu mana mungkin Sabia jerit-jerit begitu,"


Ckckck..


Di dalam kamar Mr Zie, tidak bisa Sabia ungkapkan lagi dengan kata-kata, yang bisa Sabia lakukan hanya menjerit keenakan atas apa yang dilakukan Mr Zie terhadapnya.


Sungguh miliknya seperti dihantam benda keras dan besar sebesar meteor, dan rasanya seperti dihantam oleh benda panjang sepanjang rudal tempur buatan Rusia.


"Aaaa Mr emmtth ahhh,"


Aaaa...


Saat dengan penuh semangatnya Mr Zie terus menghentakkan lobak import berukuran jumbonya kedalam sana, rasanya begitu sempit, legit dan menjepit.


"Bia ahhh ****!! Bi, eungh!"

__ADS_1


Inilah sebuah kepuasan yang Mr Zie inginkan selama ini, miliknya seperti sedang diurut-urut sampai Mr Zie memejamkan kedua matanya merasakan lobak import jumbo miliknya itu mendapat tempat yang sangat lezat.


Kedua tangan Sabia mencengkram kuat bantal kiri dan kanannya untuk menuangkan apa yang sedang dia rasakan saat ini, akan tetapi cengkraman itu berpindah menjadi mencengkram kedua lengan kanan dan kiri Mr Zie saat Mr Zie menaikkan tempo permainannya.


Gerakan pinggul Mr Zie itu begitu cepat dibawah sana membuat lobak import super jumbo itu mengguncang dahsyat bagian bawah Sabia! Kuku-kuku lentik Sabia membuat goresan dilengan Mr Zie saking kencangnya dia mencengkram.


"Aahhhh Mr cukup!! Pelan Mr, ahh pelankan,"


Sabia tidak sanggup jika lobak import itu menghantam miliknya dengan kecepatan tinggi, rasanya terlalu nikmat dan membuat Sabia semakin menjerit keenakan.


Hingga sebuah sensasi yang diinginkan oleh Sabia hampir tiba, akibat terlalu enak bagian bawah Sabia pun mulai berkedut-kedut. Tubuh Sabia bergetar hebat tetapi Mr Zie masih terus melakukan gerakan cepatnya.


Hingga akhirnya Sabia menjerit kencang pertanda dia telah berhasil mencapai puncak kenikmatannya. Akan tetapi itu hanyalah awal dari segalanya, tanpa henti Mr Zie tetap menghentakkan lobak import jumbo itu meskipun Sabia masih menikmati sensasi-sensasi pencapaian pertamanya.


Tubuh Mr Zie dan tubuh Sabia mulai sama-sama terlihat licin akibat keringat yang bercucuran dari tubuh masing-masing, dapat Sabia lihat keringat menetes dari wajah Mr Zie menetes ke perut langsingnya.


Begitu juga keringat diwajah Sabia yang menetes kelehernya. Sore hari yang masih lumayan panas, ditambah AC kamar yang tidak dinyalakan juga jendela kamar dan pintu yang tertutup rapat, membuat sekujur tubuh Mr Zie dan Sabia dipenuhi oleh keringat kepuasan.


Lobak import super jumbo itu terlalu nikmat sampai-sampai Sabia merasakan bagian bawahnya itu seperti digaruk-garuk geli oleh lobak impor Mr Zie, ditambah ukurannya yang sangat panjang membuat Sabia merasakan lobak import itu mentok hingga kerahimannya.


"Oh yeah ahhh ouh yeah ahh Mr,"


Keduanya masih sama-sama saling menginginkan kenikmatan ini, Mr Zie pun menghentikan aksinya untuk beberapa saat.


"Bi, dari belakang," Mr Zie memberikan instruksi pada Sabia.


Sabia pun menurut saja dia membelakangi Mr Zie kemudian mengambil posisi yang diinginkan oleh Mr Zie, diarahkannya lagi oleh Mr Zie lobak import jumbo miliknya kedalam sana melewati belakang hingga tembus kedepan. Membuat Sabia lagi-lagi terhenyak lalu menjerit kembali.


"Aaaaah oughttt eunghttttt,"


Diraihnya rambut panjang terurai Sabia oleh Mr Zie untuk pegangannya, sementara pinggul Mr Zie maju mundur menghantam bagian bawah Sabia.

__ADS_1


Keduanya sudah sama-sama mandi keringat, kini tubuh Sabia ikut terhentak-hentak sesuai dengan hentakan-hentakan yang dilakukan oleh pinggul Mr Zie! Kedua melon import miliknya pun bergelantungan ikut terombang-ambing seirama dengan tubuhnya yang terhentak-hentak.


__ADS_2