Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie

Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie
Bab 50


__ADS_3

Nafas Dady Gilbert dan momy Naura masih terengah-engah dan tubuh keduanya masih berkeringat, tapi karena sepertinya Sabia memiliki hal penting untuk dibicarakan dengan terpaksa harus menemuinya sekarang.


Didepan kamar Dady Gilbert terdapat ruangan televisi atas, disana Sabia anteng saja duduk menunggu kedua orangtuanya menyelesaikan permainan yang sudah mereka mulai.


Saat Dady Gilbert dan momy Naura sudah muncul dihadapan Sabia, kemudian keduanya duduk disofa! Sabia pun heran kenapa cepat sekali tuntas.


"Kok cepet Dad?"


"Bukan cepet, tepatnya digagalkan olehmu,"


"Loh kok aku,. seharusnya kalian tenang saja aku tidak sedang buru-buru kok, santai aku bisa menunggu sampai kalian selesai,"


"Mana naf su Bi, sudah jelas-jelas kau membuat lobak import Dady Bert langsung loyo seketika, mana mungkin bisa dilanjutkan! Ga akan bisa masuk lagi," kata Naura.


Ckckckck...


Sabia pun menggaruk-garuk kepalanya padahal tidak ada yang gatal, merasa tidak enak sekali karena sudah mengganggu kedua orangtuanya.


"Maaf ya Dad, little mom aku tidak tau,"


"Lain kali ketik pintu dulu, janji?"


"Iya janji Dad, begitu juga sebaliknya ya!"

__ADS_1


"Hmm, sejak kapan kau tiba di rumah ini? Zie tidak ikut?"


"Baru saja aku dan Mr Zie sampai Dad, biasalah di kediaman Ziu sedang dalam kondisi memanas, kami kepergok oleh Ziu!"


"Maksudmu kepergok oleh Ziu, apa?"


"Ya, tidak beda jauh saat tadi aku memergoki Dady,"


"Ya Tuhan, memang kau tidak mengunci pintu kamarmu?"


"Bukan tidak dikunci, tapi lupa menutup habis sudah diujung Dad jadi buru-buru,"


Dady Gilbert dan Naura pun hanya bisa geleng-geleng kepala mendengarkan cerita Sabia. Setelah Sabia menjelaskan bahwa mereka jadi pindah kesini, Dady Gilbert dan Momy Naura pun merasa senang karena memang keadaan rumah menjadi ramai.


"Lalu bagaimana dengan program kehamilan kalian, apa sudah berhasil?"


Untuk diketahui karena Dady Gilbert sudah tidak muda,, makanya Dady Gilbert dan momy Naura sepakat untuk mempercepat proses kehamilan mereka melalui tahapan bayi tabung, sehingga bisa dengan cepat Naura hamil tanpa harus menunggu-nunggu lagi.


"Wow, aku juga mau Dad biar cepat hamil juga,"


"Kau dan Zie kan masih muda, tunggu proses alami saja yang penting,"


"Rajin!" serempak.

__ADS_1


Ckckckck..


Setelah berbincang-bincang dengan Dady Gilbert dan momy Naura, karena sudah malam dan Dady Gilbert juga sudah terpergok beberapa kali mencolek-colek Naura karena mungkin sudah on kembali, Sabia pun memutuskan untuk kembali kedalam kamarnya.


Rupanya ditinggal sebentar oleh Sabia didalam kamar! Mr Zie sudah mandi dan memakai pakaian tidur, terlihat laki-laki itu sedang berdiri didepan cermin sambil menyemprotkan parfum pada leher dan badanya.


"Ummm harum, sudah mandi ya?" tanya Sabia sambil memeluk Mr Zie dari belakang.


Mr Zie tersenyum dipeluk oleh Sabia dari belakang.


"Sudah dong, aku juga sudah memakai parfum agar lebih wangi lagi," kata Mr Zie kemudian berbalik badan menghadap Sabia.


"Coba aku cium, apa benar sudah wangi?" tanya Sabia.


"Coba saja!"


Kemudian kedua kaki Sabi berjinjit untuk mencium leher Mr Zie, membuat bulu kuduk Mr Zie seketika berdiri karena sentuhan bibir Sabia yang lembut dikulit lehernya.


Tidak cukup sampai disitu untuk menguji jika suaminya sudah harum, Sabia kembali mendaratkan ciuman-ciuman yang disertai jilla tan lidah kasarnya dikulit leher Mr Zie.


"Eum Bi sssthh,"


Semakin meliuk-liuk lidah itu dileher Mr Zie membuat Mr Zie dan Sabia sama-sama semakin terbakar ga i rahnya. Mr Zie melingkarkan kedua tangannya dipinggul Sabia sementara Sabia terus menerus menye sap lehernya.

__ADS_1


Tanpa terasa bekas-bekas merah keganasan Sabia sudah tersebar disepanjang inci kulit leher Mr Zie.


Udahlah Mr Zie terima beres aja biar Sabia yang bekerja, emang dari dulu kan udah pro soal beginian,😁 itu leher Bae-Bae bolong digragotin sama Sabia.


__ADS_2