Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie

Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie
Bab 46


__ADS_3

Merasa sudah tidak selera menghabiskan makanannya, Ziu mulai menggerakkan kursi rodanya untuk kembali kedalam kamar.


"Aku duluan mom, Dad,"


"Loh, Ziu!"


Akan tetapi Dokter Misha pun berinisiatif mengikuti Ziu hingga kedalam kamarnya.


"Kenapa mengikutiku?" tanya Ziu yang sadar jika Dokter Misha mengekor dibelakangnya.


Tanpa menjawab pertanyaan dari pasiennya itu, Dokter Misha meletakkan satu kotak yang berisi puding coklat!


"Kau masih tidak selera makan bukan, Tuan Ziu? Maka dari itu, aku bawakan kembali puding coklat buatanku agar kau tidak salah paham dan menganggap aku pelit,"


Kedua bola mata Ziu langsung memutar mendengar ucapan Dokter Misha, sekaligus juga terheran-heran darimana Dokter Misha mengetahui bahwa dirinya pernah mengatai dia pelit karena ketagihan puding buatannya.


Dokter Misha tersenyum melihat wajah gugup Ziu, lalu kemudian segera mendekati Ziu untuk membantunya naik keatas ranjang! Ziu menurut saja namun wajahnya nampak gugup dan tidak berani menatap wajah Dokter Misha.


"Oke, selamat istirahat Tuan Ziu! Jangan lupa dihabiskan puding cokelatnya, aku permisi dulu,"


Punggung wanita cantik itu kian berlalu pergi dari hadapan Ziu.


"Dasar tukang ngintip, aku yakin semalam dia tidak benar-benar langsung pulang, cih!" Gumam Ziu.


Sementara itu di kampus, Sabia dan Mr Zie mencuri perhatian para mahasiswa mahasiswi yang melihat keduanya jalan bergandengan tangan dengan mesra.


"****!! Mereka balikan?" tanya salah seorang mahasiswi yang bergosip dengan teman disampingnya.

__ADS_1


"Dasar Mr Zie pemberi harapan palsu, gosipnya mau cerai dari Sabia taunya malah balikan lagi!"


"Cih, mana bermesraan lagi!"


Semua para mahasiswi itu terus bergunjing karena tidak terima calon duda impian mereka gagal menjadi duda sungguhan.


Saat didepan kelas Sabia, Mr Zie menyempatkan diri untuk mengusap-usap lembut rambut Sabia.


"Aku ke ruanganku dulu ya, sayang," dengan pelan-pelan.


"Apa? Apa? Aku tidak dengar bagian terakhirnya?"


Cup...


Sabia yang iseng ingin mendengar dengan kencang Mr Zie memanggilnya sayang lagi, justru mendapatkan balasan lain dari Mr Zie, alih-alih kembali memanggil sayang dengan suara kencang! Mr Zie justru me lu m at bibir Sabia didepan semua orang.


"Jangan coba menggodaku jika tidak mau aku melakukannya didepan umum lagi,"


"Mr!!"


Cup..


Mr Zie kembali me lu mat bibir Sabia karena tidak mau dipanggil Mr lagi oleh istrinya itu, Sabia pun mendorong tubuh kekar Mr Zie karena sungguh dia malu saat ini menjadi pusat perhatian teman-temannya.


"Oke! Sayang,"


"Oke, dah!" Mr Zie pun pergi dari depan kelas Sabia.

__ADS_1


Akhirnya Sabia bisa bernafas lega setelah tadi dibuatnya kesulitan bernafas akibat aksi Mr Zie padanya didepan umum.


Sore hari seperti biasa Sabia dan Mr Zie pun pulang bersama, rencananya besok Sabia dan Mr Zie akan pindah untuk tinggal di kediaman Dady Gilbert dan momy Naura karena jika tetap tinggal di rumah orangtua Mr Zie sangat riskan Ziu akan mengetahui hubungan keduanya.


Barulah nanti setelah rumah lama Mr Zie selesai direnovasi, keduanya akan tinggal berdua di rumah lama Mr Zie. Tapi berhubung ada beberapa tambahan ruangan baru yang akan dibuat di rumah lama itu jadi renovasi memerlukan waktu selama berbulan-bulan.


Setibanya di kediaman di rumah! Rumah nampak sepi, sehingga Mr Zie dan Sabia memutuskan untuk berpamitan pada orangtuanya nanti besok saja, dan sekarang akan mulai untuk berkemas.


Dari sore hingga malam hari keduanya mengemasi barang-barang dan pakaian-pakaian mereka untuk dibawa semua ke kediaman Dady Gilbert!


Keduanya sama-sama duduk dibibir ranjang, sambil memasukkan barang dan pakaian ke koper masing-masing. Tapi apalah daya sejak tadi Mr Zie justru salah fokus dan terus melirik kearah istrinya yang hanya mengenakan atasan tanktop berwarna putih dan celana pendek berwarna senada.


Sabia tidak tau saja bahwa pakaiannya itu sangat mengundang hasratt Mr Zie yang selalu mudah tersulut hasrattnya ketika berada didekat Sabia, apalagi tanktop itu tidak menutup bagian perut ramping Sabia yang terlihat putih mulus tanpa ada noda sedikitpun.


Menyadari suaminya sudah terpancing dan mulai gelisah duduk juga sudah mulai tidak tenang, Sabia pun malah sengaja ingin memancing hasratt Mr Zie lebih tinggi lagi.


Sedangkan didalam kamar Ziu, laki-laki itu mulai merasa bosan hanya tiduran dan menonton film terus didalam kamarnya! Apalagi momy dan dadynya sejak siang tadi tidak menemaninya didalam kamar, karena kebetulan sedang ada salah seorang pelayan masuk kedalam kamarnya, Ziu pun memutuskan untuk meminta tolong membantunya naik keatas kursi roda.


"Pelayan,"


"Iya Tuan!"


"Tolong bantu aku naik kekursi roda!"


"Baik Tuan, mari,"


Pelayan pun membantu Ziu duduk diatas kursi roda, selanjutnya Ziu mulai menggerakkan kursi rodanya untuk keluar dari dalam kamarnya dan berkeliling disekitar rumahnya untuk menghilangkan rasa jenuh.

__ADS_1


Awas Ziu agar kedua telingamu itu tidak ternoda, ini saran aja dari othor kalau bisa pakai headset saat melintasi kamar Mr Zie ya!!! Soalnya bukan apa-apa nih, Mr Zie suka khilaf engga tutup pintu kamarnya sampai bener-bener rapat.


__ADS_2