
Sabia menenggelamkan wajahnya didada bidang Mr Zie, keduanya sama-sama masih meredakan rasa lelah akibat tadi terlalu bersemangat berpacu dalam lembah kenikmatan.
"Bi,"
"Ya,"
"Aku ingin kau segera hamil, lagipula kau kan sebentar lagi lulus kuliah jadi menurutku tidak ada lagi alasan untuk kita menunda,"
"Aku setuju itu Mr,"
"Mr? Sampai kapan kau akan terus memanggilku seperti itu? Tidak sekalian panggil aku Tuan?"
"Ish, aku sudah terbiasa memanggilmu Mr, lalu harus aku panggil apa suamiku ini?"
"Sayang mungkin!" kata Mr Zie.
Membuat Sabia tersenyum geli mendengarnya.
"Ayolah, panggil aku begitu dengan nada manjamu,"
"Oke baik, kalau begitu meskipun di kampus aku akan tetap memanggilmu sayang, bagaimana?"
"Kenapa begitu?" tanya Mr Zie.
"Supaya mahasiswi-mahasiswi dan Dosen-dosen wanita genit itu berhenti menggodamu!"
"Apa kau cemburu?"
"Tidak, biasa saja tuh,"
Namun Mr Zie dapat melihat jika Sabia ternyata diam-diam memiliki rasa cemburu juga pada wanita-wanita yang sering menggodanya di kampus.
__ADS_1
Pagi harinya! Mr Zie dan Sabia bergandengan tangan untuk sarapan bersama, mereka pun lupa jika Ziu sudah bisa ikut sarapan bersama menggunakan kursi rodanya! Untung saja Sabia langsung menyadari itu, lalu buru-buru menghentikan langkahnya dan menarik tangan Mr Zie untuk bersembunyi dibalik tembok.
"Ada apa?"
"Ada Ziu,"
"Aku lelah sekali sebenarnya main kucing-kucingan seperti ini Bi, sudahlah kita beritahu saja dia sekarang!"
"Lalu jika Ziu tidak terima dan kesehatannya memburuk bagaimana?" tanya Sabia.
"****,"
"Sudahlah aku berangkat duluan saja nanti aku sarapan di kampus!"
"Mana mungkin aku membiarkanmu berangkat sendiri ke kampus, aku akan ikut denganmu kita sarapan bersama di kampus saja,"
"Benarkah?"
"Hmm,"
"Momy kenapa?" tanya Ziu.
"Ti-tidak apa-apa, ayo kita sarapan!"
"Oh ya mom, bisakah momy minta agar hari ini Dokter itu tidak datang dulu? Aku sedang tidak ingin terapi, aku ingin istirahat saja hari ini!"
"Ziu, Dokter itu punya nama! Namanya Misha, kalian itu sudah cukup lama bersama masa masih manggil Dokter Misha dengan Dokter itu?" tanya Dady Morgan.
"Sama sajalah Dad!"
"Yasudah kalau itu maumu,"
__ADS_1
Belum sempat momy Elvia menelpon Dokter Misha, pagi ini Dokter Misha sudah tiba di kediaman Ziu.
"Pagi,"
"Misha sudah sampai, baru saja Bibi mau menelponmu,"
"Ada apa Bi?"
"Ziu ingin libur dulu terapinya, dia hanya ingin istirahat saja katanya!"
"Benar begitu Tuan Ziu?" tanya Dokter Misha.
"Hmm,"
"Baiklah tidak apa-apa aku akan ke rumah sakit saja kalau begitu Bi,"
"Misha, semalam Bibi berbicara ditelepon dengan momymu! Apa benar kau akan segera menikah dengan seorang pejabat negara?"
"Itu benar Bi, mungkin aku hanya akan merawat Ziu beberapa bulan kedepan mudah-mudahan saja Ziu cepat sembuh!"
"Wah, laki-laki itu pasti sangat beruntung sekali mendapatkanmu Misha,"
Dokter Misha hanya menyelipkan senyuman tipis dibibirnya. Sementara Ziu tidak tertarik sama sekali untuk mengobrol dengan Dokter Misha.
Ziu lebih sering melamun bahkan ketika sedang menyantap makanan sekalipun, yang ada dalam pikiran Ziu saat ini hanyalah rasa sedih dan kecewa karena hubungannya dengan Sabia telah kandas tanpa alasan yang jelas.
Yah Ziu bakalan ditinggal nikah Dokter Misha deh, ya sudah ya ditunggu saja jandanya ya Ziu!😁
Emak lagi nunggu kecebong hasil ngebom semalaman Mr Zie beneran jadi! Kira-kira lebih dulu Dady Gilbert Nola? Atau Sabia Mr Zie ya?
Kalau soal gempuran kan Dady Gilbert dan Mr Zie sama-sama gila kalau udah diatas ranjang 😀
__ADS_1