
Karena sudah berjam-jam mengemudikan mobilnya Mr Zie mulai kelelahan sendiri, dia melihat kiri dan kanannya hanya dikelilingi bukit-bukit rerumputan. Pikirannya kosong sejak tadi melihat bagaimana Ziu mencium pipi Sabia.
Tidak bermaksud sama sekali kecewa dengan Ziu yang akhirnya sadar dari koma, tetapi tidak bisakah Sabia menolak ketika Ziu hendak mencium pipinya?? Kecewa, marah tetapi tidak bisa Mr Zie ungkapkan membuatnya menjauh dari keramaian.
Hingga sampailah ke daerah ini sepi ini, mobilnya terus melaju mencari cafe untuk sekedar minum minuman memabukkan. Tidak lama berselang sebelah kiri jalanan diantara bukit-bukit yang mengelilinginya terdapat sebuah cafe kecil tetapi lumayan banyak pengunjung.
Terlihat di parkiran cafe ada beberapa mobil yang terparkir, sepertinya cafe ini menjadi tempat favorit persinggahan bagi orang-orang yang ingin menenangkan pikiran jauh dari keramaian.
Mobil Mr Zie memasuki halaman cafe, dari jarak luamayan jauh Sabia melihat mobil Mr Zie masuk ke sebuah cafe, dia pun lantas mengikuti.
Masuk ke dalam cafe Mr Zie langsung memesan beberapa botol minuman tetapi tidak dengan makanan, dia tidak lapar dan hanya ingin mabuk agar bayang-bayang Sabia enyah dari pikirannya.
Setelah Sabia memarkirkan mobilnya di halaman cafe, dia pun masuk kedalam cafe untuk mencari Mr Zie.
Sabia melihat Mr Zie yang sedang duduk seorang diri di kursi yang menghadap kearah kaca jendela cafe, sambil menuangkan minuman dari botol ke gelas Mr Zie tertawa sendiri menertawakan jalan hidupnya yang aneh.
Dulu dia tidak tertarik pada Sabia karena Sabia sangat muda dan merupakan mahasiswi nya sendiri, tetapi sekarang justru dia sangat menggilai Sabia. Tetapi disaat yang sama dia tidak bisa mendapatkan Sabia.
"Mr Zie,"
Sebuah suara menghentikan aksi minum-minum itu! Mr Zie menoleh, lalu melihat sosok yang berdiri didekatnya adalah Sabia.
"Bia, apa yang kau lakukan disini?"
"Tentu saja mengikuti mu, semua orang khawatir mencari mu Mr! Ayo ikut aku pulang,"
Sabia menarik tangan Mr Zie tetapi satu tangan Mr Zie melepaskan sentuhan tangan Sabia.
__ADS_1
"Kau pulanglah Bi, lagipula Ziu sudah sadar sebaiknya kau temani dia!"
"Aku mau Mr pulang sekarang untuk apa disini dan mabuk? Apa kau tidak takut diculik wanita-wanita nakal yang genit?"
Mr Zie tersenyum semua mendengar ocehan Sabia.
"Ayo Mr kita pulang, ini sangat jauh dari rumah,"
"Bia, aku mohon tinggalkan aku! Aku ingin sendiri,"
"Pergilah!" lagi-lagi Mr Zie mengusir Sabia.
Hingga akhirnya Sabia merasa percuma membujuk Mr Zie karena pada akhirnya Mr Zie lebih memilih menenggak minuman-minuman memabukkan itu dibandingkan pulang bersamanya. Sabia pun keluar dari dalam cafe meninggalkan Mr Zie kembali seorang diri.
Malam tiba entah sudah berapa banyak Mr Zie menenggak minuman memabukkan itu, karena jumlah botol-botol minuman itu berjejer diatas meja sampai menutupi wajahnya.
"Berikan aku satu botol lagi!" dengan nada orang mabuk dan kepalanya yang sudah miring ke kiri dan miring ke kanan.
Brugh .
Wajah Mr Zie membentur meja dihadapannya dan dia pun sudah kehilangan kesadarannya! Sabia yang sejak tadi sore belum pergi meninggalkan cafe dan hanya berdiam diri didalam mobilnya sambil memperhatikan Mr Zie dari kaca jendela, melihat Mr Zie yang sudah mabuk berat.
Akhirnya Sabia keluar dari dalam mobilnya kemudian masuk kembali kedalam cafe.
"Nona, kau keluarga laki-laki itu?"
"Iya benar,"
__ADS_1
"Cepat bawa dia, sejak tadi dia teriak-teriak terus mabuknya sangat reseh,,x
Maklum saja Mr Zie bukan laki-laki yang ahli mabuk-mabukan sehingga dia tidak bisa mengendalikan diri ketika mabuk.
"Iya aku akan membawanya keluar,"
Sabia segera mengangkat kedua tangan Mr Zie, sambil dibantu pemilik cafe Mr Zie diletakkan dibelakang punggung Sabia sementara kedua tangannya Sabia pegangi agar tidak terlepas.
Susah payah Sabia dan pemilik cafe membawa Mr Zie masuk kedalam mobil Sabia, sementara mobil Mr Zie dititipkan di cafe.
"Ada motel cukup bagus tidak jauh dari sini, jika kau beruntung mungkin masih ada kamar kosong jam segini!"
"Baik Nyonya, terimakasih banyak atas bantuan mu aku titip mobil ini!"
Didalam mobil Mr Zie terus berbicara ngawur dan berteriak-teriak.
"Hei kau tau aku begitu menginginkan gadis bernama Sabia itu, kami bahkan pernah melewati malam diatas ranjang panas itu!"
"Hmm, lalu apa kau masih mengingat kejadian itu!"
Karena bosan didalam mobil, Sabia pun meladeni omongan orang mabuk disampingnya.
"Tentu saja aku ingat, rasanya begitu nikmat aku menginginkannya lagi dan lagi,"
"Oh berarti yang kau suka hanya tubuhnya saja?"
"Tidak begitu nona, aku juga mencintainya tapi aku juga menyayangi adikku!"
__ADS_1
Jelas lah masih inget ya Mr, orang Sabia sampai minta ampun-ampunan jerit-jeritan akibat kejadian itu!! Kapan ya akan terulang lagi??? Judulnya belum terealisasikan ini pemirsah sabar ya, orang sabar rezekinya lebar๐๐