
Di dalam kamar Mr Zie saat mengemasi pakaian keduanya telah selesai! Mr Zie langsung menarik tubuh Sabia hingga tubuh Sabia itu berada didalam pangkuan Mr Zie, di ke cupnya leher Sabia oleh Mr Zie dengan penuh ga i rah.
"Ah ssth,"
Leher jenjang Sabia itu tidak luput satu inci pun dari ke cu pan-ke cu pan nakal Mr Zie, satu tangan Sabia tidak mau ketinggalan permainan dari suaminya itu! Satu tangan Sabia mulai mengusap-usap lembut lobak import Mr Zie hingga Mr Zie pun mengigit leher jenjang Sabia karena benar-benar gelisah oleh sentuhan-sentuhan tangan Sabia.
Tidak mau sang istri mengendalikan permainan, Mr Zie segera mengangkat kaus yang dikenakan oleh Sabia kemudian menanggalkan b r a yang Sabia kenakan demi menikmati melon import kesukaannya.
Dengan penuh ga i rah, Mr Zie meny e s ap satu persatu melon import Sabia sementara Sabia betah saja berada diatas pangkuan Mr Zie sambil terus mengelus-elus lobak import yang semakin membesar dan mengeras.
Sementara itu diluar kamar Mr Zie, saat itu Ziu kebetulan lewat dan mendengar de sah-de sah tipis dari dalam kamar kakaknya itu! Karena pintu kamar Mr Zie itu tidak terlalu tertutup rapat, Ziu pun mengira jika kakaknya itu telah memiliki kekasih sehingga de sahan itu terdengar dari dalam kamarnya.
Tidak ingin para pelayan yang nantinya lewat ke depan kamar Mr Zie mendengar apa yang Ziu dengar, Ziu pun mendekati pintu kamar Mr Zie bermaksud untuk menutup pintu kamar itu sampai benar-benar rapat.
Akan tetapi ada satu hal yang mencuri perhatian Ziu, semakin didekati semakin Ziu hafal bentuk tubuh dari wanita yang saat ini tengah menikmati kedua melon importnya dinikmati oleh Mr Zie.
"Ah sayang emthhh,"
"Bia ahhh," saat merasakan lobak importnya sedikit di re ma s oleh satu tangan Sabia.
Keduanya semakin menuntut, Mr Zie mengakhiri menikmati melon import Sabia! Direbahkannya tubuh gadis cantik itu diatas ranjang, dan disaat itulah Ziu semakin jelas melihat wajah dari wanita yang sedang dinikmati oleh kakak kandungnya sendiri.
"Bia? Apa itu kau Bia?" teriak Ziu sambil mendorong kursi rodanya semakin mendekati ranjang.
__ADS_1
Mendengar ada suara orang lain didalam kamar ini, Sabia dan Mr Zie langsung beringsut tanpa sempat Sabia menutupi kedua melon importnya. Mereka bertiga sama-sama saling terkejut.
Apalagi Ziu, dadanya terasa sesak! Saat Sabia memutuskan hubungan dengan alasan ingin fokus kuliah dan kerja saja sudah membuat Ziu terluka, apalagi saat melihat Sabia dan kakak kandungnya sendiri sedang bermain gila dihadapannya.
"Ziu, ke-kenapa kau disini?" tanya Sabia yang langsung buru-buru menurunkan kaos yang dia kenakan.
Sementara Mr Zie berusaha mendekati Ziu.
"Jangan mendekat!" teriak Ziu.
"Ziu, aku bisa jelaskan!" kata Mr Zie.
"Jelaskan? Jelaskan kenapa kau menikmati tubuh wanita yang aku cintai?"
"Dan kau Bia, kau puas sekarang? Kau sudah menghancurkan aku Bia, hatiku dan hidupku hancur semua, kalian sungguh pengkhianat ulung!" teriak Ziu.
"Apa? Istri?"
Prok.
Prok.
Prok.
__ADS_1
"Jadi kalian bahkan sudah menikah dibelakangku? Pantas saja, pantas kau mau mengakhiri hubungan kita ini, dasar wanita murahan!"
"Hei Ziu! Tutup mulutmu!" teriak Mr Zie yang langsung menghampiri Ziu dan mengangkat kerah bajunya.
Suami mana yang bisa terima jika istrinya dikatakan wanita murahan?
"Mr sudah jangan bertengkar," kata Sabia berusaha melerai.
"Ayo pukul! Kau lebih membela wanita pembohong itu dibandingkan aku adikmu sendiri, cihhh!"
"Minta maaf dan tarik kembali ucapanmu!" kata Mr Zie.
"Dia memang murahan, jika dia wanita baik-baik dia tidak akan pernah menikahi kakak kandung mantan kekasihnya sendiri!" teriak Ziu.
Bug..
Satu bogem mentah mendarat dipipi Ziu membuat Sabia berteriak histeris, teriakan Sabia itu terdengar oleh momy Elvia dan Dady Morgan yang baru saja pulang setelah menghadiri pesta pernikahan.
"Dad, ada yang teriak!"
"Iya mom, dari arah sana!"
"Ayo Dad kita kesana!"
__ADS_1
Keduanya buru-buru menuju pusat terdengarnya suara teriakan, rupanya teriakan itu terus terjadi dan semakin terdengar jelas dari dalam kamar Mr Zie.
Wah udah deh yang satunya bisa asal tinju tapi yang satunya gimana lah mau lawan, orang dikursi roda 🤦Jadi ini mah perang saudara, padahal udah mu pindah Mr Zie sana Bia eh malah keburu ketahuan.😔