Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie

Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie
Bab 43


__ADS_3

Sementara Dokter Misha yang tadi sempat mengintip dibalik celah pintu merasa senang pasiennya itu akhirnya mau makan walaupun sekedar puding, tapi yang terpenting ada asupan makanan yang Ziu makan hari ini.


Didalam kamar Dady Morgan dan Momy Elvia, keduanya sedang menimbang-nimbang untuk bisa melewati kamar Mr Zie tanpa harus mendengar jeritan-jeritan dari dalam kamar itu.


"Bagaimana dong Dad? Momy kan harus control Ziu dia itu belum makan dari pagi,"


"Ya sudah kita tutup telinga saja mom agar tidak dengar,"


"Tapi momy penasaran ingin dengar!"


"Ah momy ini bagaimana, katanya ga mau dengar jeritan-jeritan itu takut merinding semalaman, sekarang malah penasaran jadi bagaimana?"


"Ya sudah, kita jalan biasa saja jika dengar ya yasudah abaikan anggap tidak dengar,"


"Oke setuju!"


Keduanya kemudian keluar dari dalam kamar dan untuk menuju kamar Ziu, tentu saja Mony Elvia dan Dady Morgan harus lebih dulu melewati kamar Mr Zie yang pintunya belum tertutup rapat itu.


Didalam kamar Mr Zie, sejak tadi Sabia terus berlarian memutari ranjang, sofa dan meja demi untuk menghindari agar tidak dulu melakukan hal itu.


Akan tetapi Mr Zie tidak gampang menyerah dan akhirnya berhasil menangkap tubuh Sabia lalu menjatuhkan tubuh Sabia keatas ranjang.


"Mr ampun!!! Aaaaghh Mr,"


Jeritan-jeritan dari dalam kamar itu terdengar oleh Momy Elvia dan Dady Morgan, keduanya malah senyum-senyum sendiri mendengar hal itu.


"Mom, Zie ternyata ganas ya!"


"Iya Dad, sama seperti Dady dulu ya, ganas-ganas tapi kalau dilawan cepet kalah,".


"Hus sembarangan, mana pernah Dady kalah!"


Ckckckck...

__ADS_1


Setibanya didalam kamar Ziu, keduanya melihat Ziu yang tengah melamun sendirian. Sebenarnya tidak tega juga melihat keadaan Ziu yang lumpuh dan akhirnya Sabia memilih Mr Zie, tapi menurut keduanya inilah yang terbaik untuk Ziu dan Zie.


Nasi sudah menjadi bubur Sabia sudah terlanjur menikah dengan Zie dan kisah cinta mereka juga telah dimulai sejak lama, akan lebih baik jika Ziu yang menyerah dan mencari cinta sejatinya yang lain, daripada semua hati tersiksa karena saking tidak jujur dengan perasaan masing-masing.


"Ziu!"


"Mom, Dad!"


Momy Elvia memeluk Ziu lalu menepuk-nepuk pundak Ziu.


"Mom, Sabia memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami! Hancur sudah semua harapan dalam hidupku mom,"


"Zi, kau harus bisa menerima semua takdir kehidupan ini! Momy yakin ini sulit tapi percayalah ini yang terbaik untukmu, sekarang fokus saja untuk kesembuhanmu!"


"Benar itu Zi, akan ada pelangi setelah hujan!" kata Dady Morgan.


"Tapi mom, apa mungkin Sabia memiliki laki-laki lain?"


"Dengarkan itu momymu! Kau juga harus nurut pada Dokter Misha, dia itu Dokter yang baik dia juga anak dari sahabat Dady, perlakukan dia dengan baik,"


"Iya Dad, aku akan sembuh lalu setelah aku sembuh aku akan kembali meyakinkan Sabia untuk kembali padaku!"


Membuat Momy Elvia dan Dady Morgan pun mengurungkan niat untuk memberitahukan yang sebenernya, momy Elvia dan Dady Morgan terpaksa memanfaatkan semangat juang Ziu untuk sembuh dengan tujuan untuk kembali pada Sabia agar Ziu bisa semangat untuk sembuh.


Tapi nanti setelah Ziu sembuh maka momy Elvia dan Dady Morgan akan segera mengatakan yang sebenarnya, yang terpenting sekarang ini adalah kesembuhan Ziu dulu.


"Ya sudah janji kau akan semangat untuk terapi besok?"


"Janji mom!"


Sementara didalam kamar Mr Zie, saat ini Mr Zie sudah berhasil menanggalkan seluruh pakaian yang dikenakan oleh Sabia, kemudian Mr Zie pun menindih tubuh Sabia sambil melepaskan pakaiannya sendiri.


Memang tubuh kekar Mr Zie tidak pernah habis dimakan usia, dia masih sangat terlihat kekar dan tubuhnya sangat harum membuat sisi liar Sabia akhirnya bangkit kembali.

__ADS_1


Dibaliknya posisi tubuh Mr Zie oleh Sabia sehingga tubuh Mr Zie kini berada dibawah tubuh Sabia. Dengan penuh hasratt Sabia duduk diatas tubuh Mr Zie.


Jari jemari lentik Sabia mulai meraba perlahan-lahan setiap inci kulit tubuh Mr Zie.


"Bia, ini seperti dirimu yang dulu!"


"Sutt, yang dulu itu belum sepenuhnya keluar! Saat ini aku bisa jauh lebih liar dari dulu," bisik Sabia membuat Mr Zie seketika merinding.


Digigitnya daun telinga Mr Zie sambil jari-jari Sabia terus menyusuri otot kotak-kotak perut Mr Zie dan terus semakin turun kebawah sana! Sungguh lebat disekitaran bawah sana membuat jari jemari Sabia betah meraba-raba area dekat dengan pangkal paha itu.


Wajah Mr Zie gelisah mendapatkan sentuhan-sentuhan nakal Sabia terhadap tubuhnya, bahkan satu tangan Sabia kini berhasil meraih lobak import miliknya yang sudah sejak tadi mengeras dan membesar berkali-kali lipat dibandingkan sedang tertidur tenang.


Sabia mencoba untuk menggenggamnya akan tetapi ternyata tidak muat, justru dibandingkan dengan dulu lobak import Mr Zie kali ini ternyata jauh lebih besar entah olahraga apa yang Mr Zie lakukan sampai-sampai sekarang jauh lebih besar dibandingkan dulu.


Dimasukannya kedalam rongga mulut Sabia dengan gerakan keluar masuk dalam rongga mulut Sabia, wajah Mr Zie sampai mendongak kelangit-langit merasakan lobak import miliknya biru raip didalam rongga mulut Sabia yang terasa hangat dan terasa lidah kasarnya yang bergerak-gerak meliuk-liuk memberikan sensasi luar biasa pada lobak import miliknya.


"Ahhh uhhhhh Bi, sssthhh!"


Mr Zie menekan kepala Sabia agar semakin tenggelam kedalam miliknya membuat Sabia seketika tersedak.


"Ahh terus Bi telan semua Bi Ahhhh terus Bi,"


Uhuk.


Uhuk.


Akan tetapi itu tidak lantas membuat Sabia melepaskan lobak import milik Mr Zie yang sedang dia nikmati, Sabia tetap melahap lobak import itu kedalam rongga mulutnya dan sesekali dimainkannya oleh ujung lidah Sabia, membuat Mr Zie merem melek dan kedua tangannya mencengkram sprei disamping kiri dan kanannya.


Hayoloh nantangin Mulu si Mr Zie sekarang Bia udah balik loh ke sisi liarnya dia dulu, wah bisa-bisa kamu nih Mr yang jerit-jerit minta ampun sama Bia😂



__ADS_1


__ADS_2