Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie

Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie
Bab 34


__ADS_3

Sementara itu setibanya di kampus Sabia dan Mr Zie turun dari mobil, keduanya kemudian berjalan beriringan tetapi berbeda jalur! Sabia lurus terus kemudian naik ke lantai tiga menuju kelasnya sementara Mr Zie harus berbelok ke ruangan miliknya yang terletak dilantai satu.


Tidak ada pembicaraan diantara keduanya jujur Sabia masih marah karena Mr Zie tadi memaksanya.


Pada jam istirahat kelas, Mr Zie menemui Sabia yang baru saja keluar dari dalam kelasnya.


"Bi," panggilnya.


"Wah ada Mr Zie," ujar salah seorang teman Sabia.


Teman-teman Sabia mengetahui jika Sabia batal menikah dengan Ziu akan tetapi menikah dengan Mr Zie. Laki-laki yang pernah menjadi bahan taruhan saking mereka sukanya terhadap Mr Zie dan Sabia yang memenangkan taruhan itu dulu.


Mereka tidak menyangka jika Mr Zie yang akan menjadi jodoh Sabia, menurut mereka dengan Sabia menikah dengan Mr Zie maka anugerah untuk Sabia dan musibah bagi Mr Zie.


"Ada apa Mr?"


"Masa sama suami sendiri masih manggil Mr, Bi engga salah tuh?" ujar salah seorang teman Sabia.


"Kalian diam saja deh!"


"Aku bawakan es krim coklat ini untukmu, kebetulan aku menitipkan itu pada Dosen lain saat tadi dia izin keluar kampus!"


"Ambil Bi, seger tuh kayanya,"


"Iya Bi ambil buruan, habis itu bilang makasih suamiku," teman-teman Sabia malah suka sekali meledeknya.


Diterimanya es krim itu oleh Sabia membuat Mr Zie pun tersenyum.


"Dimakannya setelah kau makan siang ya!" sambil mengusap-usap rambut Sabia.


"Wow so sweet," ujar teman-temannya.


Setelah memberikan es krim itupun Mr Zie lantas meninggalkan Sabia dan teman-temannya! Teman-teman Sabia tidak menyangka Dosen killer yang dulunya sangat menjaga jarak dengan Sabia dan para mahasiswi lainya, sekarang bisa berubah sebagai Dosen yang manis dan penyayang.


Sambil membawa es krim ditangannya menuju kantin, Sabia pun menyelipkan senyuman tipis dibibirnya!


Sore harinya Mr Zie sudah menunggu Sabia di halaman kampus dan Sabia pun menghampiri Mr Zie.


"Tadi siang es krimnya habis Bi?"


"Iya habis ko Mr,"


"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat, kita ke sana dulu baru kita pulang ya!"


"Ya sudah terserah Mr saja,"


Tanpa bertanya lagi kemana Mr Zie akan membawanya, Sabia manut saja masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Seiring perjalanan barulah Sabia menyadari jika ini arah ke kediaman Dady Gilbert dan momy Naura.


"Ini seperti ke rumah Dady?"


"Memang,"


Mobil pun memasuki rumah Dady Gilbert, lalu keduanya turun dari mobil.


"Sudah lama juga aku ingin pulang, kenapa kau bisa tau isi hatiku Mr?"


"Karena aku suamimu!"


"Hmm,"


Keduanya kemudian masuk kedalam rumah! Di sana momy Naura baru saja selesai berolahraga yoga disamping kolam renang.


"Hai Little mom," sapa Sabia.


"Bia, Zie," buru-buru Naura menghampiri Sabia dan Mr Zie.


Ketiganya kemudian duduk dikursi samping kolam renang. Naura memerintahkan pelayan untuk membawakan minuman dan juga makanan ringan.


"Bi, aku dan Dadymu rindu sekali padamu!"


"Iya momy kecilku, aku kemarin-kemarin sibuk kuliah dan begitulah,"


"Mom, aku ke toilet dulu!" kata Mr Zie.


"Astaga aku canggung sekali, Dosenku memanggilku momy,"


Ckckckck...


Ketiganya pun tertawa kecil memang hubungan ini membuat ketiganya sama-sama merasa canggung. Sahabat menikah dengan ayahnya sendiri, dan anak tiri menikah dengan Dosen sahabat.


Pokoknya sangat rumit! Tetapi Naura justru melihat Sabia dan Mr Zie sangat serasi.


"Ku dengar Ziu sudah siuman kan?"


"Iya mom, tapi Zie tetap ingin mempertahankan pernikahan kami! Dia bilang, dia sudah sangat mencintai aku,"


"Lalu siapa yang akan kau pilih? Aku tau sekali dulu kau sangat patah hati ketika Zie pergi itu artinya kau sangat mencintai dia Bi,"


"Kau benar, sampai sekarang aku masih kesulitan mencegah perasaanku terhadapnya! Aku sudah berusaha keras mencintai Ziu, dan aku rasa tinggal sedikit lagi aku bisa,"


"Lalu, apa kau sanggup jika nanti Zie menikahi wanita lain? Dokter Misha misalnya, aku dengar Dokter itu cantik,"


"Entahlah tapi aku pasti akan dihantui perasaan bersalah jika Ziu sampai tau hubungan kami,"

__ADS_1


"Ya, jangan sampai dia tau sampai Zie mengurus perceraian kalian,"


"Sekarang aku kesulitan membujuknya untuk segera mengurus perceraian kami, semua jadi rumit hatiku pun malah semakin ikut rumit!"


"Jangan sampai kau salah langkah Bi, jangan sampai keliru menyadari yang mana yang sebenernya ada di hatimu hingga saat ini!"


Huhh..


"Entahlah mom, kau sendiri bagaimana? Apa belum ada tanda-tanda keberhasilan program kehamilan itu?"


Naura dan Gilbert memang sudah mengikuti berbagai cara agar bisa secepatnya diberikan momongan, keduanya sangat ingin memiliki anak laki-laki sehingga Gilbert tidak sabaran dan mengajak Naura melakukan program kehamilan.


"Belum ada hasilnya, lagipula tahapannya belum sampai finish ada beberapa langkah lagi, Dadymu sangat ingin sekali memiliki seorang putra! Aku justru takut jika nanti aku malah hamil anak perempuan,"


"Sudahlah jangan dengarkan Dadyku lagipula apa bagusnya anak laki-laki, lebih baik anak perempuan agar lucu sepertiku!"


"Dasar terlalu percaya diri!"


"Kapan Dady pulang, mom?"


"Biasanya sore begini sudah sampai rumah kok Bi,"


"Dady pulang!"


Baru saja dibicarakan Dady Gilbert harus saja memasuki rumah dan terkejut mendapati istrinya tengah bersama anaknya yang sudah lama tidak pulang-pulang.


Cup..


Diciumnya pipi Naura oleh Gilbert kemudian diliriknya Sabia oleh Gilbert.


"Mom, kok engga bilang kalau ada tamu disini?"


"Dady!" langsung saja Sabia memeluk dengan manja Dady Gilbert.


Tak berselang lama Mr Zie pun ikut berkumpul.


"Hai Dad,"


"Hai Zie, senang rasanya akhirnya kau membawa pulang kelinci kecil Dady ini," sambil memeluk Sabia.


"Rencana malah kami ingin menginap beberapa hari disini!"


Sontak Sabia memutar kedua bola matanya! Sebelum kesini Mr Zie sama sekali tidak menyinggung masalah nginap menginap, tapi kenapa tiba-tiba malah mengatakan akan menginap beberapa hari di rumah orangtuanya?


Sengaja Mr Zie membawa Sabia kesini agar jauh dari Ziu, hal ini sudah dia pikirkan matang-matang dan cara menjauhkan Sabia dari Ziu adalah dengan mengajak Sabia datang ke ruang orangtuanya sendiri


Otomatis sebagai suami dari Sabia tentu saja orangtua Sabia akan meminta Mr Zie juga untuk ikut menginap di rumah mereka.

__ADS_1


Nah gitu dong Mr, jadi kan memaksa tapi dengan cara halus!!!😁 Engga sia-sia jadi Dosen, otaknya nyampe juga bikin Sabia engga akan bisa nolak dan engga akan ngerasa terpaksa namanya juga nginep di rumah orangtuanya sendiri anak mana yang engga mau??


__ADS_2