Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie

Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie
Bab 28


__ADS_3

Sabia bersikukuh menolak dia kembali menggelengkan kepalanya saat Mr Zie izin untuk melanjutkan apa yang sudah dia mulai, bahkan saat ini kedua mata Sabia sudah terlihat berkaca-kaca.


Mr Zie paham apa yang dirasakan oleh Sabia, karena dirinya pun merasakan hal yang sama! Baik Mr Zie maupun Sabia sama-sama tidak mau menyakiti laki-laki sebaik Ziu, apalagi sebagai seorang kakak yabg seharusnya memberikan support terbesar bagi adiknya yang sedang masa pemulihan, tidak seharusnya Mr Zie berbuat seperti ini dengan wanita yang dicintai oleh adiknya.


Wajah Mr Zie tertunduk dihadapan Sabia, dia pun menyingkirkan tubuhnya dari tubuh Sabia, kelelakiannya yang tadi sudah tegak berdiri bagaikan pedang Firaun akhirnya kembali lunglai dan lemas.


Diambilnya beberapa lembar tisu oleh Mr Zie untuk diberikan pad Sabia, tisu itu diterima oleh Sabia karena dia memang membutuhkannya.


Setelah mengancingkan kembali kancing di pakainya, Sabia membersihkan sisa-sisa saliva Mr Zie yang tercecer disetiap inci lehernya.


"Aku mau pulang Mr,"


"Baiklah,"


Keduanya sama-sama saling diam sepanjang perjalanan menuju pulang, ketika sampai di rumah pun baik Sabia maupun Mr Zie belum juga saling bicara.


Keduanya berjalan memasuki rumah, momy Elvia yang melihat Sabia dan Mr Zie berjalan berdekatan tetapi saling diam merasa harus menegur keduanya.


"Ada apa nih? Kalian bertengkar? Zie?"


"Tidak kok mom, kami baik-baik saja! Bagaimana Ziu?"


"Mulai besok Dokter Misha sendiri yang akan memberikannya terapi, sepertinya Ziu sudah boleh dibawa jalan-jalan memakai kursi roda,"


"Aku ikut senang mom,"


"Mom, apa Bia boleh menemani Ziu sekarang?"


"Tentu sayang, sejak tadi Ziu terus meminta momy memanggilkanmu Bi,"


"Kalau begitu, aku ke kamar duluan!"


"Iya Bi, tolong hibur Ziu ya!"


Setelah Sabia pergi meninggalkan Momy Elvia dan Mr Zie untuk menemui Ziu, momy Elvia dan Mr Zie pun duduk disofa ruangan televisi.

__ADS_1


"Zie, dari yang momy lihat sepertinya Ziu belum ada rencana untuk menikahi Sabia dia merasa keadaannya tidak sempurna sekarang mungkin faktor itu yang membuatku mengurungkan niat menikahi Sabia dalam waktu dekat!"


"Jadi, menurut momy aku harus bagaimana?"


"Tetaplah bersama Bia, sebenarnya momy dan Dady ingin pelan-pelan mengatakan tentang kau dan Bia pada Ziu! Kami juga tidak tega jika kau dan Bia harus bercerai, lebih baik Ziu dengan yang lain ketika dia sembuh nanti,"


"Mom," lirih Mr Zie sambil mengusap kedua matanya.


"Zie, ada apa?"


"Sebenarnya aku dan Sabia pernah memiliki hubungan dimasa lalu kami,"


"Apa? Jadi, kau dan Bia sudah saling kenal sebelumnya?"


"Ya, dia mahasiswi baru di kampus tempat aku mengajar dia terus mengejarku padahal saat itu aku masih memiliki April, dan bodohnya aku menolak Bia, mom,"


"Ya Tuhan kenapa kau tidak cerita pada momy, Zie? Lalu sekarang bagaimana perasaan mu pada Bia dan bagaimana perasaan Bia terhadapmu?"


"Aku jatuh cinta padanya mom, dan aku baru menyadarinya setelah kami menikah tetapi Bia dia menolak dengan tegas pernyataan cintaku!"


"Dia tidak bimbang mom, dia mengatakan hanya ada Ziu didalam hatinya,"


"Tidak nak, momy bisa melihat dari cara Bia melihatmu dia menyimpan sesuatu yang besar untukmu!"


Momy Elvia menggenggam erat tangan Mr Zie.


"Kita akan bicara pada Ziu pelan-pelan agar nanti kau tidak perlu bercerai dengan Bia, kau sabar dulu ya Zie,"


Langsung saja Mr Zie memeluk momy Elvia dengan erat, rasanya lega sekali telah mengungkapkan perasaannya pada momy Elvia yang ternyata sangat mengerti dirinya. Semoga saja orangtuanya bisa memberikan jalan keluar yang terbaik untuk Mr Zie dan Ziu.


Malam harinya, Mr Zie mengunjungi kamar Ziu untuk melihat kondisinya sekarang. Dari jarak dekat kamar Ziu, sudah terdengar suara Sabia dan Ziu yang terdengar sedang bercanda dan tertawa riang.


Ceklek..


Pintu kamar itu dibuka oleh Mr Zie membuat Sabia yang tadinya sedang menghibur Ziu dengan cerita-cerita lucu yang dia buat, berhenti bicara dan tertawa. Sementara Ziu sangat senang kakaknya itu bisa datang mengunjunginya.

__ADS_1


"Kak, kau datang juga akhirnya aku pikir kau lupa memiliki adik,"


Mr Zie menghampiri Ziu lalu berdiri disamping ranjang tepatnya bersebrangan dengan Sabia.


"Bagaimana keadaanmu? Apa merasa lebih baik?"


"Ya, setidaknya meskipun Dokter itu sangat gila dalam memberikan perawatan untukku, tapi setidaknya dia bisa membuatku merasa lebih baik!"


"Dokter itu Dokter profesional Ziu, seharusnya kau bekerjasama dengan dia agar cepat sembuh,"


"Iya, aku berusaha untuk mencocokkan diri dengan metode Dokter itu,"


"Baguslah cepatlah sembuh seperti sedia kala perusahaan membutuhkanmu!"


"Kau lah yang ambil alih,"


"Aku sudah mulai mengajar besok,"


Mendengar pembicaraan Kakak dan adik itu, Sabia jadi mengetahui jika Mr Zie mulai kembali mengajar sebagai Dosen di kampusnya besok.


"Kak, sekalian kau dan Bia ada disini aku ingin bicara padamu," kata Ziu.


"Ada apa?" tanya Mr Zie.


Sementara Sabia hanya mendelik kearah Mr Zie.


"Aku titip Bia ya kak,"


"Apa maksudmu Ziu?"


"Sepertinya tubuhku akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk sembuh seperti sedia kala, selagi tubuhku masih belum normal kembali aku tidak akan mengajak Bia menikah, aku tidak mau merepotkannya sebagai seorang istri,"


"Dia bisa menjaga dirinya sendiri tidak perlu dititipkan padaku," kata Mr Zie seraya melirik kearah Sabia.


Guys maaf ya engga bisa crazy up diakhir bulan, tapi awal bulan emak akan gass poll!!! Oh ya, tentang novel emak yang udah TTD dipaizo itu sepertinya akan dibawa balik ke noveltoon ya guys, soalnya emak ada kesalahan TTD yang membuat pihak paizo kayanya tidak mau ACC padahal surat kontrak udah turun.

__ADS_1


Emak bikin 2 novel disana, novel si kembar Stanley sama Steiner. Nanti emak boyong aja ke sini, padahal enak ye disana bisa ah uh ah nya gila-gilaan,,😄


__ADS_2