Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie

Jerit Nakal Di Kamar Mr Zie
Bab 40


__ADS_3

Dalam posisi itu saja Sabia kembali mencapai puncak kenikmatannya untuk kesekian kalinya, akan tetapi belum ada tanda-tanda Mr Zie akan mengakhiri olahraga sore hari ini.


Masih dengan semangat yang sama dan keringat yang semakin bercucuran, Mr Zie terus menghentakkan pinggulnya membuat tubuh Sabia tidak kuat lagi untuk melakukan perlawanan.


"Stop Mr ahhh sudah oughttt ahhhhhhhhh,"


Tubuh Sabia terus bergetar-getar karena dia semakin sering mencapai puncaknya, meski Sabia sudah menjerit-jerit dan memohon untuk berhenti, akan tetapi Mr Zie belum mau melepaskan Sabia


Sepertinya ini adalah kumpulan-kumpulan hasratt seorang suami yang sudah terkumpul sejak lama hingga akhirnya meledak hari ini, tidak sekalipun Mr Zie menurunkan tempo pergerakannya hingga sudah satu jam lamanya dengan Sabia yang terus menjerit-jerit Mr Zie masih enjoy untuk tetap menghentak-hentakkan pinggulnya pada Sabia.


Satu jam lebih berlalu disaat sedang menikmati segala himpitan pada lobak import miliknya, akhirnya Mr Zie merasakan lobak import itu akan segera menghentikan aksinya, tubuh Mr Zie kian memanas jantungnya memompa lebih cepat dan gelenyar sekujur tubuhnya menjadi pertanda bahwa gelombang itu akan segera tiba.


"Aaaaaa Bia, aku akan sam-sampai!"


Mr Zie menjerit keenakan merasakan gelombang kenikmatan itu akhirnya datang juga! Semua benih-benih premium itu masuk didalam rahim Sabia.


Nafas keduanya masih sama-sama terengah-engah, tubuh Mr Zie pun jatuh kesamping Sabia dan keduanya masih sama-sama tidak bisa sadar sepenuhnya akibat terlalu jatuh ke dasar jurang lembah kenikmatan.


Karena terlalu kecapean Mr Zie akhirnya tertidur pulas, Sabia pun melirik kearah suaminya itu! Terlihat wajah kepuasan pada wajah tampan Mr Zie, setelah melakukan penyatuan ini Sabia jadi merasa ragu untuk bercerai dari Mr Zie.


Sabia merasa bahwa perasaannya dan keinginannya untuk kembali pada Ziu terkikis, justru setelah melakukan penyatuan ini Sabia merasa rasa sayangnya adalah untuk Mr Zie.


Diusapnya pipi Mr Zie yang masih berkeringat itu! Kemudian diciumnya oleh Sabia.


"Kenapa aku semakin tidak bisa jauh darimu?" tanya Sabia.


Tidak ingin mengganggu tidur nyenyak Mr Zie, akhirnya Sabia memakai kembali pakaiannya yang tadi sempat tercecer kemudian keluar meninggalkan kamar Mr Zie.


Untuk meyakinkan perasaannya yang saat ini semakin ragu ingin menikah dengan Ziu, Sabia memutuskan untuk menemui Ziu sore ini di kamarnya.


Tok.


Tok.

__ADS_1


Tok.


"Masuk!" terdengar suara Ziu yang memintanya masuk.


Ceklek..


"Bia," wajah Ziu langsung sumringah saat wanita pujaan hatinya datang menjenguk.


"Hai," sapa Sabia kemudian duduk disamping ranjang tempat Ziu beristirahat.


"Bagaimana terapinya? Apa sudah ada kemajuan?"


"Ya begitu-begitu saja Bi, aku tidak suka dengan Dokter bar bar itu! Dia tidak mengerti sama sekali keinginan pasiennya, berkali-kali aku minta pada momy untuk mengganti Dokter terapiku, tetap jawabannya tidak mau!"


"Sepertinya kau harus lebih bisa menurut pada Dokter Misha, Dokter kan tau mana 6ang terbaik untuk pasiennya Zi,"


"Entahlah, aku tidak menyukai caranya memperlakukan pasien,"


Sebentar mengobrol membuat Ziu salah fokus dengan wajah dan tangan Sabia yang berkeringat banyak sekali.


"Bi, kau baru selesai fitness?" tanya Ziu.


"Hah? Gym? Tidak kok untuk apa juga aku nge-gym sore-sore,"


"Tapi tubuhmu sangat berkeringat, lihatlah bahkan wajahmu terus meneteskan keringat," kata Ziu.


Membuat wajah Sabia mendadak pias, Sabia sampai lupa menyeka keringatnya setelah penyatuan dengan Mr Zie barusan. Pantas saja Ziu menanyakan apakah dirinya habis berolahraga gym, melakukan penyatuan dengan Mr Zie sepertinya jauh lebih membuat berkeringat dibandingkan dengan melakukan gym sekalipun.


"Bia, kau kenapa?" tanya Ziu.


"Ini Ziu, sebenarnya aku tadi baru selesai lari sore karena udara sore ini cerah jadi aku berputar-putar di halaman depan rumahmu tadi!"


"Oh begitu, oh ya Bi sepertinya aku akan lama sembuh dan bisa berjalan lagi apa kau mau misalnya kau menikah denganku dalam keadaan aku tidak bisa jalan seperti ini?"

__ADS_1


Deg..


Jika sebelumnya Sabia sangat senang akan dinikahi oleh Ziu, akan tetapi kali ini justru Sabia merasa bahwa dia tidak bisa lepas dari Mr Zie. Apalagi setelah tadi melakukan hal itu, Sabia merasa takut untuk bercerai dari Mr Zie.


Untuk lebih meyakinkan dirinya! Sabia pun mencoba menggenggam erat tangan Ziu, kemudian Ziu menarik tangan Sabia sehingga tubuh Sabia pun naik keatas ranjang pasien tersebut.


Wajah keduanya saling mendekat, tapi apa yang dirasakan oleh Sabia saat berada sedekat ini dengan Ziu sungguh lain dibandingkan saat Sabia berada dekat dengan Mr Zie.


Jika Sabia sedang berada didekat Mr Zie hatinya akan merasa kacau, memompa lebih cepat, gelisah tak karuan, gugup dan lain sebagainya yang dia rasakan! Akan tetapi saat sedekat ini dengan Ziu, Sabia merasa hatinya datar saja.


Tidak ada sensasi seperti menaiki roller coaster, layaknya hubungan seperti sepasang kekasih yang tidak merasa cocok satu sama lain, jadi tidak dapat merasakan chemistry yang membuat hati berbunga-bunga.


Keduanya semakin mendekat, saat ini Ziu memang akan mencium bibir Sabia. Ziu sudah sangat merindukan Sabia dan ingin sekali menyentuh bibir ranumnya.


Disaat yang sama Mr Zie yang tadi telah terbangun dari tidurnya dan mendapati Sabia tidak ada disampingnya, memutuskan untuk mencari Sabia lalu membuka pintu kamar Ziu dengan perlahan, dan mendapati pemandangan yang sukses membuat hatinya terbakar bagaimana tidak, Mr Zie melihat Ziu dan Sabia yang hendak berciuman.


Bagaikan tersambar petir melihat istri yang baru saja melayani dirinya kini justru bermesraan dengan adiknya sendiri, Ziu melihat kedatangan Mr Zie akan tetapi Ziu merasa kakaknya itu pastilah akan pengertian jika melihat adik dan calon istrinya akan berciuman.


Benar saja dugaan Ziu, Mr Zie pergi meninggalkan kamar Ziu tetapi bukan karena dia pengertian sebagai kakak melainkan karena sangat kecewa dan tidak sanggup melihat itu.


Sabia pun mendorong tubuh Ziu sebagai bentuk penolakan darinya.


"Ziu aku minta maaf tapi aku tidak bisa melakukan ini,"


"Kenapa Bi? Apa kau sudah tidak mencintaiku? Karena aku lumpuh?"


"Tidak, bukan itu! Aku tidak peduli dengan kondisimu lumpuh atau apapun yang aku tau kau adalah sosok laki-laki yang sangat baik Ziu, tapi,"


"Tapi apa Bi? Apa kau tidak mau menikah denganku?"


"Ziu maafkan aku tapi aku tidak benar-benar mencintaimu, aku sadar kau pasti akan kecewa tapi inilah yang aku rasakan selama menjalani hubungan denganmu, aku tidak benar-benar jatuh cinta padamu! Ziu aku minta maaf!" kata Sabia lalu meneteskan air matanya.


Saat ini Ziu merasa dunianya benar-benar hancur, kedua kakinya lumpuh, kemudian batal menikah, dan lebih parahnya lagi wanita yang dia cintai justru mengungkapkan perasaan yang sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2