
Terlihat Sabia tengah melerai Mr Zie yang sedang memukul wajah Ziu akibat ucapan Ziu yang keterlaluan.
"Mr sudah, jangan bertengkar lagi," kata Sabia.
"Lepaskan Bi, aku lelah terus menerus mengalah demi anak manja ini! Semua orang harus memikirkan perasaannya, aku juga punya perasaan Bi,"
"Cih, kakak macam apa yang menikahi diam-diam tunangan adiknya hah?" teriak Ziu.
Momy Elvia dan Dady Morgan pun terkejut melihat situasi yang sedang terjadi, buru-buru Dady Morgan menarik tubuh Mr Zie menjauh dari Ziu.
"Zie, kenapa kalian bisa bertengkar begini? Ingat kalian ini kakak beradik,"
"Dia bukan kakakku lagi mom, hanya demi seorang wanita dia rela menyakiti adiknya sendiri!" kata Ziu.
"Momy dengar ucapannya, dia terus menerus menyalahkan aku dan Bia mom, aku lelah terus bersandiwara demi menjaga hati anak ini tapi dia sendiri tidak bisa mengerti orang lain!" kata Mr Zie.
"Tenang Zie, kau harus tau emosi adikmu sejak sakit tidak stabil, tolong Dady mohon tenangkan dirimu!"
Momy Elvia pun berlutut dihadapan Ziu kedua tangan momy Elvia menggenggam erat tangan Ziu.
__ADS_1
"Ziu mungkin memang seharusnya kami memberitahumu lebih dulu, maafkan momy maafkan kami yang terpaksa merahasiakan pernikahan kakakmu dengan Bia, ini semua kami lakukan demi kesehatanmu,"
"Jadi, momy dan Dady mendukung pengkhianatan itu?"
"Sudah aku bilang aku tidak mengkhianatimu!" kata Mr Zie.
"Dengarkan dulu momy Ziu, saat itu pesta pernikahan didepan mata tidak mungkin kami batalkan karena akan membuat malu, belum lagi saat itu kakakmu kembali dekat dengan wanita jahat seperti April, akhirnya kami terpaksa meminta Zie untuk menggantikanmu demi nama baik keluarga kita dan demi kakakmu juga agar terhindar dari wanita seperti April!"
"Apapun alasannya, kalian mengorbankan aku mom!" kata Ziu.
"Iya awalnya kami memang merasa sangat jahat padamu, tapi setelah kami semua tau bahwa dulu kakakmu dan Sabia ternyata pernah menjalin hubungan, mereka berdua juga sempat berusaha untuk menjaga perasaanmu, tapi cinta itu kembali hadir ditengah-tengah mereka, sekarang momy minta padamu restui Kakak dan Sabia untuk tetap bersama ya nak!"
"Restu? Sampai kapanpun aku tidak akan pernah merestui kedua pengkhianat itu!"
"Dengar Ziu, kami pun tidak merasa memerlukan restu darimu!"
"Pergi dari sini, mom aku tidak mau melihat wajah kedua pengkhianat itu ada disini! Suruh mereka pergi!" teriak Ziu sambil menutupi kedua kupingnya, karena terlalu frustasi dengan keadaan yang terjadi.
"Tanpa kau usir pun aku dan istriku memang akan pergi dari sini! Dengar Ziu, setiap orang berhak bahagia dan menemukan kebahagiaannya, aku harap suatu hari nanti kau bisa temukan bahagia itu!"
__ADS_1
Mr Zie terlihat menggandeng Sabia yang masih dalam kondisi panik atas kejadian ini.
"Mom, dad, kami akan tinggal di rumah Dady Gilbert dulu sampai renovasi rumahku selesai!"
"Baiklah Zie, tapi sering-sering menjenguk kami disini!"
"Ya mom!"
"Maafin Bia ya mom,"
"It's oke sayang, momy titip Zie ya!"
Mr Zie dan Sabia pun berpamitan dan saling memeluk dengan kedua orangtuanya, terkecuali dengan Ziu yang langsung pergi kembali kedalam kamarnya dengan membawa luka dan kecewa yang sangat dalam.
Malam ini juga Mr Zie membawa Sabia menuju kediaman orangtua Sabia, memang niat mereka ingin pindah agar lebih bebas padahal tinggal angkut barang tidak disangka malah terlanjur ketahuan Ziu.
Tapi mereka sama-sama lega karena sekarang sudah tidak ada lagi yang mereka tutup-tutupi dari Ziu atau dari siapapun, masalah kemarahan Ziu! Mr Zie dan Sabia yakin perlahan tapi pasti Ziu pasti bisa berdamai dengan kenyataan ini.
Dahlah antepin aja nanti juga Ziu bisa nerima kenyataan lama kelamaan emang engga pegel apa kalau marah-marah terus? Apalagi kalau dikasih ponakan yang lucu-lucu, nanti juga hati Ziu luluh lagi.
__ADS_1
otw yuk bikin ponakan 💃💃