
Tidak ada yang bisa Ziu lakukan sekarang ini, lagipula jika dia terus menolak itu artinya Ziu akan terus memakai Pampers tanpa memakai lagi celana, jelas itu lebih memalukan lagi.
"Mau aku yang buka atau kau buka sendiri?"
"Aku akan buka sendiri, kau berbalik lah!"
"Sudahlah Tuan, kau ini pasienku lagipula mana mungkin aku meresapi apa yang aku lihat!"
Benar juga apa yang dikatakan Dokter psiko ini, tidak mungkin seorang Dokter menikmati bagian tubuh pasiennya sendiri? Akhirnya Ziu pun pasrah dan tidak lagi menutupi lobak importnya yang layu itu.
Sekilas Dokter Misha pun melihat bagaimana bentuknya rasanya ingin sekali Dokter Misha tertawa, karena demi apapun itu lobak import sangat kecil! Tetapi karena dua harus profesional dan tidak boleh menertawakan pasien, Dokter Misha segera mengalihkan fokusnya.
Dibantunya Ziu oleh Dokter Misha untuk membuka satu persatu kancing pakaiannya! Hingga tubuh Ziu pun polos tanpa sehelai benangpun dihadapan Dokter Misha, padahal sejak dulu Ziu ingin sekali hanya wanita yang dia cintai yang akan melihat tubuh polosnya, tetapi sekarang harapan itu musnah karena ulah Dokter yang menurut Ziu sangat psiko.
Dengan telaten Dokter Misha membersihkan seluruh tubuh Ziu dengan lap basah, membuat Ziu untuk beberapa saat memejamkan kedua matanya saat Dokter Misha membersihkan area pangkal pahanya, lap basah itu mengenai lobak importnya membuat Ziu merasakan sesuatu yang perlahan mengembang.
Gerakan Dokter Misha membuat darah ditubuh Ziu berdesir hebat.
"Emthh,"
Sampai-sampai Ziu kelepasan mengeluarkan suara me le nguh, Dokter Misha mendelik dan mulai menyadari ada yang sudah mulai mengembang tapi bukan donat.
Tanpa diduga lobak import milik Ziu itu mulai terlihat membesar dan memanjang saat Dokter Misha sedang mengusap kedua paha Mr Zie dengan lap basahnya.
Semakin lama ternyata lobak import yang semula dianggap sangat kecil, imut dan menggemaskan itu menunjukkan taringnya! Dokter Misha sampai tersentak mundur kebelakang karena apa yang dia lihat sekarang sungguh membuatnya tercengang.
__ADS_1
Sebenarnya Ziu sangat malu sekali bisa-bisanya lobak import itu berdiri tegak saat Dokter yang sedang menanganinya membantu membersihkan tubuhnya! Rasanya Ziu tidak tau lagi harus bicara apa dengan lobak import yang tiba-tiba tanpa terkendali seperti ini.
"Sudah cukup!" kata Ziu.
"Iya aku rasa memang cukup, tubuh anda sudah bersih Mr!"
Setelah itu Dokter Misha membantu mengambilkan pakaian gantinya yang sudah tersedia dilemari pakaian ruangan itu.
"Biar aku bantu pakaikan pakaian ganti!" ujar Dokter Misha.
Bak sudah kepalang tanggung akhirnya Ziu pun menurut saja! Dokter Misha pun membantu memakaikan Pampers untuk Ziu, tanpa sengaja lobak import yang sudah mengeras sejak tadi pun sedikit kesenggol oleh tangan Dokter Misha, membuat keduanya sama-sama saling melirik.
"Maaf Tuan Ziu, aku tidak sengaja!"
Mau bagaimana lagi toh memang sudah tersentuh dan Dokter Misha juga sudah terlanjur melihat semuanya, tetapi saat hendak menutup pampersnya ternyata akibat senggolan tangan Dokter Misha tadi, lobak import itu malah semakin berukuran jumbo.
Sontak saja Dokter Misha sempat melotot tajam lalu nafasnya sedikit tersengal-sengal, Ziu pun bingung sendiri dengan respon dari lobak importnya kenapa bisa-bisanya dia bangkit disaat tersentuh oleh Dokter, sementara saat bersama Sabia justru lobak import itu begitu anteng tak terusik.
Ehem..
"Kita mulai terapinya sekarang!"
"Iya!"
Lagi-lagi tidak ada momy Elvia membuat Ziu kelimpungan sendiri, dia kan harus turun dari ranjang lalu duduk dikursi roda untuk menuju alat terapi yang berada dipojok sana.
__ADS_1
Tetapi dengan tidak adanya siapapun didalam ruangan ini terkecuali Dokter Misha, itu artinya Dokter Misha lah yang akan membantunya lagi. Sungguh situasi yang jauh dari harapan.
"Aku yang akan membantumu turun dari ranjang, pelan-pelan saja!"
Satu tangan Dokter Misha mulai merangkul pinggang Ziu, sementara itu posisi berdekatan dengan Dokter Misha seperti ini justru membuat Ziu bengong beberapa saat.
"Ayo Tuan, lingkarkan kedua tanganmu dipundakku!" kata Dokter Misha.
Dengan ragu-ragu Ziu melingkarkan kedua tangannya dipundak Dokter Misha, dengan susah payah Dokter Misha pun mengangkat tubuh Ziu untuk dipindahkan ke kursi roda didekatnya.
"Ehhh, eh, ehh aduh duhh!"
Tubuh Dokter Misha tidak bisa mengimbangi tubuh kekar Ziu sehingga saat tubuh Ziu berhasil berpindah kekursi roda, tubuh Dokter Misha pun ikut terdorong sampai-sampai wajah keduanya hanya berjarak beberapa inci saja.
Buru-buru Dokter Misha menjauh begitu juga dengan Ziu yang langsung merasakan jantungnya kembang kempis hampir saja dia berciuman dengan Dokter Misha.
"Tidak usah dorong, aku bisa sendiri!" kata Ziu.
"Oke!"
Ziu memilih mendorong kursi rodanya sendiri menuju alat-alat terapinya!
Emak curiga sama Dokter Misha itu kayanya sengaja deh senggol-senggol saking penasarannya gimana kalau bangkit😃Tuh kan langsung melotot begitu tau ternyata tidak seperti yang dipikirkan Dokter Misha, aslinya gueeedeeee buangett loh Dok😀
Nanti gantian ya kamu sekarang boleh lah ya nyuntik-nyuntik Ziu seenaknya, nanti Ziu bales suntik kamu pake suntikkan yang gede banget, pokoknya engga akan ada yang segede suntikkan yang Ziu punya deh di rumah sakit manapun 😄
__ADS_1